
Tampak sila sudah berada di kamarnya tersenyum sumringah lalu masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya setelah tubuhnya bersih sila langsung ke dapur menyiapkan makanan untuk Edi, setelah makanan sudah siap di atas meja sila langsung memanggil Edi untuk makan tampak Edi yang baru saja keluar dari kamar mandi melihat sila yang ada di kamarnya itu tersenyum "Kenapa sayang Apa kau ingin melanjutkan untuk ronde kedua apa tadi kau belum puas." tanya Edi
"Ayo kita makan dulu Setelah itu kita akan melanjutkan ronde kedua mumpung pelayan sedang beristirahat di dapur setelah membantu ku memasak." ucap sila, itu keluar dari kamar dan langsung menuju meja makan mereka berdua makan dengan lahap dengan senyuman yang saling mendamba setelah makan keduanya pun masuk ke dalam kamar milik Edi seperti sebelumnya tak berselang beberapa jam sila keluar dari kamar Edi dan langsung masuk ke dalam kamarnya
Hari tampak sudah sore baru saja kembali dari perusahaan langsung masuk ke dalam rumah melihat istrinya yang sedang tertidur lelap Smith tersenyum lalu mengecup di pisang istri membuat sila terganggu dan terbangun, "Sayang kau sudah pulang Ini jam berapa." ucap Sheila sambil masa membuka matanya dan melihat jam dinding
"Ini sudah jam 04.30 sore sayang aku baru saja pulang dari kantor tumben kau tertidur sampai jam seperti ini biasanya kau menonton." tanya Smit
"Tadi aku menunggu kak Edi datang setelah aku mengantarnya masuk ke kamar aku langsung kembali ke kamar dan beristirahat karena merasa sangat lelah aku pun tertidur aku tak menyangka sampai jam seperti ini." ucap sila
"Baiklah sayang aku akan membersihkan tubuhku dulu setelah itu aku akan berbicara denganmu Tapi sebaiknya kau juga membersihkan tubuhmu terlebih dahulu baru kita bicara." ucap Smit lalu melangkah menuju kamar mandi setelah menyimpan tas dan jas kerjanya, sila hanya mengangguk
Tak berselang lama kini kedua pasangan suami istri tersebut sudah selesai membersihkan tubuhnya dan duduk di sebuah sofa dalam kamar sambil menatap keluar jendela begini "Sayang aku sudah berbicara dengan Arthur mengenai pekerjaan untuk kakakmu Edi, tapi Arthur tak bisa mempekerjakannya di perusahaan karena dia tidak memiliki berkas-berkas seperti ijazah dan lain-lain jadi Arthur menawarkan dia untuk menjadi sopir pribadiku jangan khawatir berusaha tetap akan membayar gajinya jadi aku hanya membutuhkan identitasnya dan nomor rekeningnya saja." ucap Smit
Tampak sila terdiam mendengar perkataan Kakaknya kalau sampai Edi menjadi sopirnya itu berarti dia akan bebas bersama dengan Edi karena Edi hanya akan mengantarkan Smith ke perusahaan setelah itu dia bisa kembali ke rumah dengan alasan akan mengantarnya berbelanja atau apapun pikir sila " itu ide bagus Sayang aku sangat setuju dengan begitu kak Edi juga bisa menjadi supir ku jika aku mau ke mana saja." ucap sila
"Benarkah sayang kau setuju aku pikir kau tidak akan setuju karena berpikir sopir adalah pekerjaan yang kurang tepat untuk kakakmu aku senang Kau setuju." ucap Smit
Sementara itu di dunia bawah tanah tampak Sofia yang sedang berada di depan komputernya sedang mencari sesuatu setelah menemukan apa yang dia cari Sofia tersenyum penuh arti, tampak Sofia keluar dari ruangan tersebut kemudian duduk di ruang tamu tampak dori yang sudah menunggu, "kau cari seseorang yang bisa membuat aku bertemu dengan pemimpin klan sanca." ucap Sofia
"Baik Nona, oh iya nona aku lupa memberitahu anda tadi bawahan si codet dan si tato saling menyerang dan banyak di antara mereka yang terluka parah dan juga mati sepertinya kini si codet dan si tato sudah bermusuhan dan jika mereka terus melakukan hal tersebut bisa-bisa mereka akan hilang dan tak tersisa ucap dori
"Aku mengerti aku pikir mereka akan segera Tak memiliki pengikut lagi apalagi banyak pengikut mereka yang lebih memilih masuk ke klan dragon karena wilayah kekuasaan clan dragon sekarang hampir 60% dunia bawah tanah." ucap dori
"Benarkah Baiklah kau harus secepatnya mencari seseorang yang bisa mempertemukan aku dengan ketua klan sanca Aku Ingin secepatnya bertemu dengannya dan berbicara, bisa saja bertemu dengannya langsung dengan masuk ke dalam kamar pribadinya atau ke ruang kerjanya tapi itu sangat tidak sopan." ucap Sofia
"Baik Nona Aku akan secepatnya mencari orang tersebut ucap duri lalu menunduk hormat dan pergi dari hadapan Sofia
Sementara itu di markas di si Condet tampak si codet sangat kesal karena bawahannya tinggal sedikit, "aduh apa yang terjadi kalau begini terus aku tak bisa memiliki wilayah sekarang bawahanku tinggal 20 orang apalagi saat ini aku masih bertarung dengan si tato
Sementara itu di markas si tato tampak dia mengeram kesal karena bawahannya sudah banyak yang terluka dan banyak yang mati apalagi sekarang bawahannya bisa dihitung dengan jari apa yang harus aku lakukan lama-lama bawahanku sudah tak tersisa lagi jika begini terus aku tak bisa menjadi pemimpin di dunia bawah tanah lagi, aku harus bergabung ke klan dragon atau klan sanca tapi itu menjatuhkan harga diriku." ucap si tato
Sementara itu Arthur yang baru saja pulang dari perusahaan dan kini sedang duduk di depan TV di ruang tengah tampak terkejut melihat berita tentang kematian tuan baroto dan putrinya serta menantunya serta Aron yang terluka parah sehingga harus dirawat di rumah sakit, "apa aku harus terbang ke sana untuk melihat keadaan Aron atau aku mengirimkan bunga sebagai belasungkawa saja nanti aku akan datang menemuinya Jika dia sudah kembali sehat, apalagi saat ini menurut berita yang berada dia masih dalam keadaan koma." ucap Arthur
Sementara itu di kediaman Smit tampak Smit yang baru keluar dari kamar bersama sila menuju meja makan, "sayang panggil kakakmu untuk makan malam." ucap Smit, "baik sayang ."ucap sila lalu bangkit dan berjalan menuju kamar milik Edi, setelah itu sila kembali lagi ke tempat duduknya, tak berselang lama Edi datang sambil tersenyum lalu menjabat tangan Smit memperkenalkan dirinya kemudian duduk
"Aku harap kakak betah di sini dan mulai besok Kakak bisa menjadi sopir pribadiku Kakak bisa mengantarku ke kantor dan setelah itu jika sila mau kemana-mana kakak bisa mengantarnya." ucap Smit
"Baiklah tuan aku mengerti." ucap Edi " kenapa memanggil ku tuan aku adalah adik iparmu kau memanggilku nama saja, Ayo kita makan." ucap Smit, tampak Edi hanya mengaguk saja Lalu mereka mulai menikmati makan malam mereka .
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya