My Wife My Hero

My Wife My Hero
87.hati si tato



"Oh astaga aku tak menyangka ini akan terjadi, Lisa kau sungguh beruntung walaupun kelakuan mu seperti anak-anak dan kau tipe wanita cuek, ternyata ada seorang pria yang jatuh cinta padamu ." ucap Sofia lalu tertawa terbahak-bahak


Lisa nampak bingung mendengar perkataan Sofia tapi sebelum Lisa akan berbicara tiba-tiba Malika bangkit dan memberikan kode pada Sofia, tampak Malika ke belakang dan masuk ke sebuah kamar, sementara itu di ruangan di mana Sofia dan yang lain berbeda tampak Lisa melihat Sofia apa maksud ketua aku tidak mengerti Memang ada orang yang sedang jatuh cinta padaku." tanya Lisa dengan polosnya, sementara si tato hanya bisa tertunduk


"Jadi selama ini dia tak mengerti semua perhatian dan hadiah yang aku berikan, aku pikir dia mengerti atau karena dia menyukai seorang wanita jadi dia pikir itu hal biasa pikir si tato


Sementara itu di semua di sebuah kamar tampak Malika membuka semua samarannya dan menggunakan pakaian pria "tidak semudah itu flugoso kau mendekati adikku yang paling kecil apalagi dia yang paling dekat denganku." ucap Malika atau Malik, tampak Malik bergegas keluar dari kamar menuju tempat di mana semua orang berkumpul Malik langsung duduk di tempat Malika tadi duduk membuat si codet dan si tato bingung melihat seorang pria tampan yang duduk di samping Lisa


"Maaf ketua aku sedikit lama hai sayang apakah kau baik-baik saja aku dengar tadi ada seseorang yang menyukaimu apakah benar." tanya Malik pura-pura tak tahu, tampak si codet dan si tato saling berpandangan lalu melihat ke arah Sofia


"Maafkan aku aku belum memperkenalkan diri pada kalian aku adalah Malik kakak tertua lani,Lusi dan Lisa ." ucap malik, sementara Lusi hanya memutar bola matanya malas melihat sang kakak yang sudah merubah penampilannya menjadi seorang pria macho


Sementara Lisa tampak cuek mendengar perkataan kakaknya dia hanya asyik memegang dada Malik seperti saat memegang dada Malika walaupun kini Malik sudah tak memakai dada palsu lagi, sontak saja si codet dan si tato terkejut karena tak mengetahui bahwa lani, Lusi dan Lisa adalah saudara apalagi wajah mereka berbeda yang satu dengan yang lain


Nampak si tato mulai grogi melihat ke arah Malik apalagi tubuh postur tubuh Malik yang bagus dan sangat tampan dengan wajah mulus dan putih seperti wajah yang selalu di beri perawatan khusus


"Aku si codet teman Lusi dan ini si tato." ucap si codet memperkenalkan diri sambil memperkenalkan si tato karena sepertinya si tato masih shock melihat kedatangan Malik yang tiba-tiba apalagi malik kakak Lisa, si codet yakin si tato pasti tau bahwa semua orang di tempat tersebut sudah tau bahwa dia menyukai Lisa, hanya Lisa Saja yang mungkin belum menyadari hal tersebut


"Ada apa denganmu apakah kau menyukai seorang wanita dan wanita tersebut tak menyukaimu astaga wanita itu memang jahat Dia tidak tahu bahwa kau adalah pria baik kau bahkan selalu memberikan aku hadiah dan memperhatikan semua yang aku butuhkan kau seperti kakakku Malik yang selalu memperlakukan ku seperti putri." ucap Lisa dengan polosnya membuat si tato seperti dihantam palu besar di jantungnya karena selama ini Lisa hanya dianggap sebagai kakak padahal dia melakukan hal tersebut agar Lisa mengerti bahwa dia menyukainya pasalnya si tato sedikit ragu jika langsung mengatakan perasaannya takutnya dia langsung di tolak


"Sabar kau hati memang perempuan kadang seperti itu menyia-nyiakan yang ada di depan mata tapi jika orangnya sudah akan pergi baru dia sadar bahwa kau berati." ucap si tato dalam hati


Semua orang hanya bisa geleng-geleng kepala mendengar perkataan Lisa sementara Lusi langsung bangkit dan memukul kepala Lisa menggunakan tangan tanpa ada yang menyadarinya membuat Malik langsung melindungi kepala Lisa dengan cara memegang bagian yang dipukul oleh Lusi, "dasar gadis bodoh yang tak peka itulah kau terlalu dekat dengan kak Malik, dan kakak Malik terlalu memanjakan Lisa sehingga dia tidak bisa membedakan mana perhatian seorang kakak kepada adiknya dan mana perhatian seorang pria kepada seorang wanita." ucap Lusi yang sudah sangat kesal melihat Lisa yang masih tak mengerti siapa wanita yang di sukai si tato


"Apa yang kau lakukan mengapa kau memukul kepala Lisa seperti itu nanti dia tambah bodoh dan lalat bagaimana kau tak memukulnya saja dia sudah lalat begini apalagi jika kau memukulnya bisa-bisa dia jadi bodoh." ucap Malik, "kakak ini sedang menghinaku atau membelaku mengapa kakak mengatakan aku bodoh terus aku ini wanita yang sangat cerdas buktinya aku lulus lebih cepat daripada yang lain dan aku juga selalu mendapat juara 1 di kelas." ucap Lisa


"Kalau kau memang cerdas kau tak mungkin tak mengetahui bahwa chitato menyukaimu itulah mengapa dia selalu memberikan hadiah dan perhatian kepadamu dasar gadis tak peka." mendengar perkataan Lusi membuat Lisa terbelalak sambil melihat ke arah si tato "jadi kau menyukaiku." tanya Lisa sambil menunjuk dirinya sendiri


Si tato hanya mampu menggaruk kepalanya tidak gatal apalagi situasinya saat ini dia sedang berada di hadapan Sofia dan juga Malik kakak dari Lisa, "sudahlah sebaiknya masalah ini nanti kalian bicarakan secara kekeluargaan aku ingin kita meneruskan rapat ini." ucap Sofia, tapi maaf ketua tapi nona Malika belum kembali bukankah seharusnya dia berada di rapat ini." ucap si codet mengingat tentang Malika


Sofia terdiam sejenak lalu melihat ke arah Malik "nanti dia akan bergabung yang penting dia sudah mengetahui apa rencana yang akan aku lakukan sekarang kita akan membahas apa yang akan kalian lakukan, Lusi dan si codet aku harap kalian selalu bersama apalagi saat berada di luar hotel karena aku yakin para bawahan si tato pasti mengincar kalian dan untuk si tato dan Lisa malam ini pasti akan terjadi sesuatu di klub malam aku harap kalian bisa bekerja sama dengan baik seperti biasanya untuk masalah perasaan sebaiknya kalian kesampingkan dulu atau kalian bisa langsung menjadi pasangan kekasih sesungguhnya bukan lagi sebagai pasangan palsu." ucap Sofia.


Jangan lupa like, komen dan hadiahnya