My Wife My Hero

My Wife My Hero
324.saudara kemabar Malika



"Sayang maafkan aku bukan itu maksudku kau tau kan aku sangat mencintaimu setulus hati tidak mungkin aku menganggap mu sebagai wanita murahan apalagi sebagai pemuas nafsu ku aku hanya memperlihatkan kamar pengantin itu agar kau tahu bahwa aku ingin menjadikanmu istriku permaisuri di kediamanku ini jadi kumohon jangan menangis aku sangat mencintaimu aku bahkan rela melakukan apa saja untukmu katakan padaku Apa yang kau inginkan." ucap Ruben


"Benarkah apa yang kau katakan baiklah karena aku juga mencintaimu aku akan percaya dengan apa yang kau katakan tapi aku ingin kau berjanji kau tidak akan menyentuhku sampai aku bercerai dengan Arthur dan kau bercerai dengan Neni, sebagai bukti bahwa kau mencintaiku dengan tulus." ucap Malika, "baiklah sayang aku takkan menyentuhmu tapi kau bisa kan mencium ku karena aku ingin merasakan bibir lembut mu." ucap Ruben dengan cepat Malika langsung mengecup pipih dan bibir Ruben sekilas membuat Ruben langsung sementara dalam hati Malika tertawa terbahak-bahak


Sementara ini yang sudah bertemu kedua orang tuanya tampak memeluk dengan lama kedua orang tuanya tapi perasaannya juga sangat resah dan gelisah karena memikirkan istri Arthur "sayang akhirnya kau datang juga di kediaman ini ibu pikir ada sesuatu yang terjadi padamu sehingga kau tak pernah datang mengunjungi kami oh iya mengapa kau hanya datang sendiri di mana Ruben." tanya ibu Neni


"Maaf ibu karena aku baru datang menjenguk kalian berdua tapi aku bersyukur bahwa kalian baik-baik saja Ruben sedang mempunyai urusan penting sehingga dia tidak bisa ikut kemarin tapi dia mengirim salam kepada ayah dan ibu dan beberapa hadiah yang sedang diambil oleh pelayan di dalam mobil oh iya ibu mungkin aku tidak akan berlama-lama di sini karena aku harus kembali ke kediaman ku." ucap Neni


"Benarkah katakan pada Ruben salam kembali Kenapa kau buru-buru sekali ingin kembali ke kediamanmu memangnya ada apa bukannya Ruben juga tak ada di kediaman Dia sedang pergi bekerja mengapa tidak kembali nanti sore saja makan malam siang lah di sini terlebih dahulu." ucap ibu Neni


"Sebenarnya aku sudah ada janji dengan istri Arthur kami ingin keluar bersama untuk pergi berbelanja dan juga menggosip bersama." ucap Neni, istri Arthur di mana kau bertemu dengannya bukankah selama ini tidak ada yang mengetahui tentang siapa istri Arthur." tanya ibu Neni


"Kemarin saat Arthur datang ke rumah kami Ruben kemudian mengundang Arthur dan istrinya untuk makan malam di rumah semalam acara makan malam selesai dan istri Arthur merasa kesepian begitupun aku jadi kami sepakat untuk bertemu hari ini dan dia akan datang ke kediaman kami setelah atur pergi ke perusahaan." ucap Neni


"Oh astaga Apa kau sudah menghubunginya bahwa kau akan kemari siapa tahu saja saat ini dia sudah berada di kediamanmu coba saja kau menghubungi ponselnya." ucap ibu Neni, "inilah juga masalahnya ibu itulah aku harus cepat pulang karena ponselku aku tinggalkan di kamar sehingga aku tak bisa menghubungi siapapun." ucap Neni


"aku sebenarnya ingin sampai sore tapi sayang sekali ponselku ketinggalan di kamar sehingga aku harus segera mengambilnya terlebih dahulu setelah itu baru aku akan kembali lagi." ucap Neni beralasan lalu masuk ke dalam mobil sementara sang sopir tampak bingung tapi dia juga bergegas masuk ke dalam mobil untuk melajukan kendaraan menuju kediaman Ruben


Sementara itu Kevin yang sedang membeli mangga muda tampak bunda gulana memikirkan tentang keadaan mereka di kediaman Ruben "sebaiknya aku cepat-cepat membeli mangga muda ini Lalu aku pura-pura akan pergi untuk menemui seseorang." ucap kevin berkat kembali ke perusahaan setelah mendapatkan mangga muda yang diinginkan oleh Arthur


Sementara itu di kediaman Ruben tampak Malika melancarkan rayuannya kepada Ruben membuat Ruben tidak sadar diri "sayang mengapa ya semakin hari semakin tampan saja aku sampai tidak bisa berpaling darimu apalagi kau membuat aku merasa nyaman berada di sisimu." ucap malika


"Kau bisa saja sayang mungkin karena kau yang melihatku sehingga aku terlihat tampan tapi sayang tadi saat kau membeli pisau yang kau inginkan mengapa kau mengirimnya ke alamat yang mengatasnamakan Malik siapa Malik." tanya Ruben, "Malik adalah saudara kembarku tapi dia adalah seorang pria dan sangat menyukai pisau seperti itu jadi saat aku pergi di pelalangan kemarin tanpa sengaja aku melihat pisau tersebut dan aku ingin menghadiahkan bisa itu padanya terima kasih ya sayang sudah membelikan aku pisau tersebut sebenarnya aku sudah ingin membelinya kemarin tapi saat aku melihat tas ku ternyata aku melupakan dompetku sehingga aku tak jadi membelinya baru tadi saat aku melihat ponselku dan aku baru ingat kalau aku ingin memberikan hadiah tersebut kepada saudara kembarku Malik." ucap Malika


"Oh jadi kau memiliki saudara kembar yang berjenis kelamin laki-laki yang bernama Malik di mana dia saat ini." tanya Ruben , "entahlah aku juga tak tahu di mana keberadaannya mungkin saja dia sedang berada di resort miliknya yang baru saja dia bangun." ucap malika


"Oh jadi saudara kembar mu memiliki usaha di bidang properti apa dia juga memiliki perusahaan." tanya Ruben, kebetulan sekali kakakku merupakan pemilik perusahaan M&M ." ucap malika, "bukankah itu perusahaan yang cukup besar dan sangat berkembang saat ini mempunyai beberapa anak perusahaan dengan berbagai bidang usaha termasuk resort." ucap Ruben berbinar mengetahui bahwa Malika ternyata wanita kaya raya siapa yang tidak mengenal perusahaan M&M perusahaan yang saat ini sedang berkembang di kota di pantas saja Arthur bisa melewati semua krisis keuangan yang ada di perusahaannya ternyata di balik semua itu ada Malika yang membantunya pantas saja Arthur nampak santai ternyata ada yang melindunginya tapi jika dia berpisah dengan Malika dan aku berhasil menikah dengan menikah maka aku dengan mudah akan merebut semua posisi Arthur dan aku bisa lebih mudah membangun perusahaan dengan uang kotor yang aku miliki tanpa diketahui oleh siapapun karena mereka pasti tidak akan mencurigai aku jika aku berhasil menikahi malaikat yang memiliki sebuah perusahaan besar." pikir Ruben.


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya