
Sementara pesawat yang ditumpangi oleh bawahan Tuan Roland sudah terbang menjauh dari pulau tersebut meninggalkan beberapa orang yang menjaga pulau tersebut agar ke dua pasangan suami istri tersebut tidak melarikan diri dari pulau tersebut
Sementara kedua suami istri tersebut tampak tak terlelap mereka tak menyadari bahwa pesawat yang mereka tumpangi sudah tak ada lagi di tempat para bawahan Tuan Ronald akhirnya tiba di kediaman Setelah beberapa jam perjalanan dari pulau tersebut
Sedangkan Tuan Ronald tampak sedang duduk di kursi kebesarannya melihat CCTV pulau tersebut di mana adik perempuannya dan suaminya berada, tampak seseorang mengetuk pintu ruang kerjanya seorang pria langsung masuk dan langsung melangkah menuju tuan Ronald kini pria itu sudah berdiri tepat di hadapan Tuan Ronald
"Selamat sore tuan kami sudah melakukan apa yang Anda perintahkan Kami yakin Nona dan suaminya takkan bisa keluar dari pulau tersebut." ucap pria tersebut
"Bagus kalian memang bisa diandalkan ambil ini dan pergilah untuk bersenang-senang." ucap tuan Roland sambil memberikan amplop kepada pria yang ada di hadapannya
"Terima kasih tuan." ucap pria tersebut dengan senyuman bahagia lalu keluar dari ruang kerja tuan Roland
Tuan Roland yang melihat CCTV sambil bersandar di kursi kebesarannya "aku harus mengikuti instingku dan mendengarkan apa yang dikatakan oleh Mr D karena jika aku salah melangkah bisa-bisa aku dan ayah mungkin saja dalam bahaya, sekarang aku harus lebih memperkuat sistem keamanan karena aku yakin pasti mereka akan mencari cara untuk membalas dendam padaku." ucap Tuan Roland
Sementara itu di belahan bumi lain tampak seorang pria dan wanita yang berada di sebuah ruangan tepatnya di ranjang "sayang kata ayah dia sangat senang kau menjalankan perusahaan dengan baik selama dia sedang sakit." ucap wanita tersebut
"Tentu saja Sayang aku kan tunanganmu sebentar lagi kita akan menikah perusahaan ini adalah milikmu juga jelas aku harus berusaha sebaik mungkin untuk terus membuat perusahaan ini berkembang." ucap pria tersebut
"Oh iya aku punya kabar gembira kau tahu Kakak ku yang bekerja di perusahaan luar negeri sebagai asisten dia akan kembali dan ayah harap kalian bisa bekerja sama untuk mengelola perusahaan ini." ucap wanita tersebut
"Setahuku kakak mu hanya Anita yang berada di luar negeri bersama suaminya apakah kau memiliki kakak yang lain." ucap pria tersebut
"Baiklah sayang karena Kau sangat mencintaiku dan aku juga sangat mencintaimu dan sebentar lagi kita akan menikah aku akan menjelaskan sesuatu padamu Sebenarnya memiliki satu orang kakak namanya Aron tapi aku juga belum bertemu dengannya hanya ayah selalu mengatakan hal tersebut." ucap wanita tersebut
Sontak saja pria tersebut sangat terkejut mendengar perkataan wanita yang saat ini berada di pelukannya karena dia tak pernah mengetahui bahwa tunangannya memiliki kakak laki-laki karena saat dia identitas seluruh anggota keluarga di rumah tersebut sebelum mendekati tunangannya dia sudah mendapatkan semua identitas orang-orang di dalam rumah Tersebut serta kartu keluarga milik calon mertuanya tapi, mertuanya tersebut tak memiliki anak laki-laki hanya anak perempuan anita dan tunangannya Alisa
"Sayang Apa kau yakin kau mempunyai Kakak laki-laki apakah mungkin itu kakak angkat mu." ucap pria tersebut
"Baiklah sayang kalau itu maumu aku akan datang ke rumah setelah kau selesai liburan untuk membicarakan hal tersebut pada ayahmu." ucap pria tersebut
Tampak wanita tersebut langsung bangun dan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya begitupun pria tersebut menyusul sang wanita
Sementara itu di sebuah rumah tampak seorang pria paruh baya sedang duduk di kursi ruang kerjanya sambil melihat beberapa file dan dokumen Tak berselang lama seseorang mengetuk pintu tampak seorang pria paruh baya masuk langsung duduk "Apa kau yakin ingin membuat surat wasiat Barito apakah putri bungsu mu tau dan juga tunangannya yang saat ini menjadi penggantimu di perusahan untuk sementara waktu tau bahwa semua yang kau miliki adalah milik Aron walaupun saat ini Aron tak mau mengambil alih perusahaan karena kau masih ada, tapi bagaimana jika putri bungsu mu terkejut saat tau yang dai miliki hanya beberapa persen saham di perusahaan tersebut ." tanya pria tersebut begitu duduk di hadapan pria paruh baya tersebut
"Aku yakin justru karena itu Aku memanggilmu dan sebentar lagi pengacara ku akan kemari, Kau pasti tahu kenapa aku membuat surat wasiat ini agar dia bisa pulang kembali dan mendapatkan haknya sebagai pemilik sah dari semua ini, kakeknya meninggalkan semua ini untuknya aku hanya menjaga untuknya hingga dia dewasa dan bisa memimpin perusahaan dengan baik." ucap tuan baroto
Ketukan pintu tampak terdengar dua orang pria masuk tanpa kedua pria tersebut sama-sama membawa tas, tampak tuan baroto langsung bangkit dari kursi kebesarannya dan beralih ke tempat duduk sofa di dalam ruang kerja kini keempat pria tersebut duduk di sofa tersebut baiklah aku takkan berpasa-basi aku ingin mengembalikan semua harta milik Aron." ucap tuan baroto
"Bukankah ini masih ada satu tahun lagi sesuai dengan perjanjian anda akan mengelola semua aset milik tuan Aron sampai Tuan Aron memutuskan untuk kembali dan Tuan berkata Dia akan kembali 5 tahun lagi dan ini baru 4 tahun." ucap seorang pria yang merupakan pengacara kakek aron
"Aku tahu Tuan tapi sepertinya aku tak bisa menunggu setahun lagi apalagi penyakitku cukup parah Aku hanya ingin menyerahkan semua milik Aron kepadanya aku sudah bersyukur atas apa yang diberikan oleh kakek Tuan kepadaku beberapa persen saham atas nama putriku itu sudah bisa membuat hidup putriku terjamin sampai anak cucunya." ucap tuan baroto
"Baiklah jika memang itu keinginanmu ini berkat yang sudah aku siapkan." ucap pengacara kakek Aron tampak barato langsung menandatangani dokumen yang berada di hadapannya tanpa pikir panjang
"Apakah ada sesuatu yang anda ingin sampaikan atau Ada hal lain yang bisa kami lakukan untuk anda." ucap pengacara kakek Aron
"Aku hanya ingin kalian mengatakan pada Tuan Aron untuk menjaga putriku Alisa kalau putriku Anita dia sudah mengetahui tentang siapa pemilik dari semua harta yang selama ini aku jaga dan dia sudah hidup dengan tenang bersama suaminya tapi aku khawatir dengan Alisa apalagi tunangannya yang saat ini menggantikanku di perusahaan ada sesuatu yang aneh tentang pria tersebut." ucap Tuan beroto
"Kami akan mengatakan hal tersebut kepada Tuan Aron, Baiklah kami permisi dulu." ucap pengacara tersebut selalu berjabat tangan kemudian bangkit dan pergi, setelah kepergian dengan cara tersebut Tuan Baroto melihat sahabatnya aku merasa lega sudah memberikan apa yang menjadi hak orang lain." ucap baroto
Jangan lupa like,comment, vote dan hadiahnya