My Wife My Hero

My Wife My Hero
342.rekmaan



"Tampak Sofia yang keluar dari kamar milik Malika lalu masuk ke dalam kamarnya, sementara itu di kamar yang berbeda tampak Arthur yang sedang bersama Kevin "Tuan aku patah hati hidupku sudah hancur mengapa Tuan tidak mengatakannya dari awal kalau dia wanita jadi-jadian aku sudah terlanjur jatuh hati kepadanya cintaku Sudah melekat bagaikan permen karet padanya aku sangat terluka Tuan hatiku sangat sakit bahkan sepertinya aku akan menjadi biksu karena persoalan ini." ucap Kevin sambil menangis sedih di antara malu dan patah hati


Arthur menghembuskan nafasnya kasar Kevin sudahlah "kau jangan bersedih seperti itu seperti kau akan mati saja jika tak bersama dengan malaika lagi pula kan kau juga belum mengenal dia terlalu lama dan kau seharusnya bersyukur karena mengetahui tentang siapa Malika sebenarnya sebelum kau terlalu jauh melangkah." ucap Arthur , "Tuan tidak mengerti perasaanku aku sudah sangat jatuh cinta sangat dalam pada Malika sampai-sampai aku." ucapan Kevin terhenti saat mengingat botol yang dia bawa dan air minum yang telah dia tuangkan air yang dia bawa tadi, sontak saja Kevin langsung bangkit dan berlari menerobos masuk ke kamar Malika membuat atur langsung bergegas mengikuti Kevin sementara Malika yang sedang mengganti baju tampak langsung berteriak ketika melihat Kevin menerobos masuk ke dalam kamarnya Kevin langsung mencari botol yang tadi dia bawa kemudian mengambilnya lalu membuang air yang tadi hampir diminum oleh malaika tapi saat melihat gelas tersebut sudah kosong membuat Kevin kemudian bergegas keluar kembali ke kamar Malika dan kembali ke kamar di mana tadi dia berada sementara Arthur hanya bisa mengikuti setiap langkah Kevin sementara malika yang berbeda di dalam kamar tanpa syok melihat apa yang terjadi karena gerakan Kevin begitu cepat apalagi saat ini dia sedang bertelanjang dada dan hanya memakai celana kolor saja membuat Malik sangat terkejut


"Oh astaga apa yang salah dengan para pria itu mengapa mereka selalu masuk ke dalam kamarku di waktu yang tidak tepat aku harus segera mengunci pintu mulai saat ini." ucap malik lalu berjalan menuju pintu dan mengunci pintu tersebut, sementara itu Kevin yang sudah berada di kamar lain tampak memeluk botol yang dia ambil dari kamar Malika oh Tuhan apa yang harus aku lakukan jika wanita jadi-jadian itu meminum air yang aku taruh di gelas tadi bagaimana jika dia benar-benar jatuh cinta padaku, Tuan katakan sesuatu Apa kau tidak tahu jika sampai dia jatuh cinta padaku itu akan berbahaya bagi kelangsungan generasi keluargaku selanjutnya hanya aku anak ibuku." ucap Kevin mengadu kepada Arthur


"Sudahlah Kevin kau tenang saja dia tidak akan jatuh cinta padamu dan dia tak pernah meminum air yang kau berikan aku tadi sempat menghentikannya jadi kau bisa tenang sekarang hentikan denganmu cuci mukamu lalu kita akan ke perusahaan untuk bekerja." ucap Arthur , "tuan bolehkah kau memberikan aku cuti patah hati selama 3 hari untuk berkabung atas apa yang menimpa diriku." ucap Kevin


"Jika semua pegawai ku meminta cuti hanya karena dia patah hati bisa-bisa kantor tak akan memiliki pegawai lagi kau pikir patah hati sama dengan ada yang mati apa sampai kau memerlukan waktu untuk berkabung sudah jangan terlalu lebay cepat cuci muka aku akan menunggumu di ruang tamu." ucap Arthur lalu keluar dari kamar tersebut, sementara Kevin yang masih dalam suasana hati jadi mau tidak mau terpaksa mengikuti perintah Arthur


Tampak Arthur sudah menunggu Kevin di ruang tamu tak bersarang lama Kevin datang dengan muka yang cemberut tapi Arthur tak memperdulikan hal tersebut dia langsung bangkit dan berjalan keluar menuju mobil yang akan membawanya dan Kevin ke perusahaan


Tampak Sofia yang mengantar kepergian Arthur dan Kevin setelah melihat sang suami sudah pergi Sofia lantas kembali masuk ke dalam kamarnya tak berselang beberapa menit Sofia langsung ke ruang kerja atur tampak Seorang pria sudah menunggu Sofia "bagaimana di sana Apa yang kau temukan setelah memasang kamera di gudang yang pernah dimasuki oleh pria yang memakai penutup wajah itu." tanya Sofia yang sudah duduk di kursi kebesaran Arthur sementara pria itu tepat berada di hadapannya hanya dipisahkan oleh meja saja


"Sepertinya begitu ketua memang pernah aku melihat beberapa ilmuwan masuk ke dalam gedung tersebut tapi aku pikir mereka mungkin hanya melakukan sesuatu karena mereka hanya membawa beberapa buah tas dan setelah itu mereka keluar dengan membawa tas yang sama mereka bahwa masuk tadi sehingga aku berpikir mungkin saja ada seseorang yang sakit di dalam ruangan tersebut." ucap pria tersebut


"Cepat cari tahu mengenai para ilmuwan tersebut secepatnya dan laporkan semua ini kepada Mr D aku yakin mereka sedang mengembangkan sesuatu yang lebih buruk dari monster yang ada di rekaman itu." ucap Sofia, "baik ketua aku akan segera melaksanakannya." ucap pria tersebut lalu keluar dari ruang kerja Arthur, setelah kepergian pria tersebut nampak Sofia memandang lurus ke depan pintu sepertinya aku harus memang mengeluarkan binatang ciptaanku hanya dia yang mampu menaklukkan monster itu sepertinya monster itu mereka ciptakan untuk kejahatan yang besar ternyata Ruben bukan hanya psikopat biasa tapi psikopat luar biasa atau dia tidak mengetahui tentang monster itu karena menurut laporan hanya pria yang memakai penutup wajah yang selalu datang ke gedung tersebut sementara Ruben tidak pernah sama sekali itu berarti mungkin saja pria tersebut menggunakan Ruben sebagai boneka kayu saja dan pria yang memakai penutup wajah adalah pemain yang sebenarnya yang mengendalikan semuanya pikir Sofia


Sementara itu di perusahaan tepatnya di ruangan Arthur tampak Arthur baru saja memasuki ruangannya dengan Kevin yang selalu mengekor di belakangnya membuat Arthur menatap bingung ke arah Kevin bukankah seharusnya Kevin pergi ke ruangannya sendiri tapi kenapa dia juga ikut masuk ke dalam ruangannya "ada apa denganmu Kenapa kau juga ikut masuk ke ruanganku bukannya kah kau seharusnya masuk ke ruanganmu."tanya Arthur


"Aku masih bersedih butuh teman kalau aku ke ruanganku aku sendirian tapi kalau berada di ruangan ini setidaknya Tuan ada di sini ucap Kevin membuat atur hanya bisa geleng-geleng kepala melihat asistennya tersebut langsung duduk di kursi kebesarannya lalu melakukan pekerjaannya sementara Kevin tampak duduk termenung di sebuah sofa tapi jauh dari tempat duduk Arthur.


Jangan lupa like komen vote dan hadiahnya