
"Baiklah karena kau sudah memilih tantangan kami ingin menunjuk salah seorang pria yang merupakan kriteria yang kau sukai." ucap Anisa, Sofia hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar kakak iparnya memang selalu bisa membuatnya sedikit kesal tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa, tampak Sofia melihat seluruh pria yang ada di tempat tersebut kriteria ku seperti Arthur." ucap Sofia
Semua orang nampak melihat ke arah Arthur dengan tatapan yang sulit diartikan hanya Dinda dan Sheila yang tampak mengerti"maksudku adalah aku menyukai pria yang pandai bernyanyi dan pandai membuat puisi." ucap Sofia, semua orang langsung menganggap setuju mengerti maksud Sofia, kini mereka semua sedang berkumpul di sebuah api unggun dengan Arthur bersama Kevin dan yang lainnya berpasangan sementara Sofia diapit oleh Anita dan Emily membiarkan Sofia berdekatan dengan Arthur apalagi semenjak Sofia mengatakan bahwa pria yang merupakan kriterianya adalah Arthur
Abraham dan Samuel saling mengirim pesan "kau sudah berjanji padaku akan mengatakan apa yang terjadi saat Sofia bertemu Arthur untuk menggantikan ku jika tidak aku akan mengatakan pada semua orang bahwa kau telah berbohong sebenarnya Dinda yang menyatakan cintanya padamu terlebih dahulu." pesan Samuel
"Aku tidak tahu mungkin saja aku salah mendengar tapi tanpa sengaja aku pernah mendengar bahwa Nona Sofia berkata sayang tapi aku tidak tahu apakah aku salah mendengar atau memang benar Nona Sofia pernah mengucapkan hal tersebut." isi pesan Abraham, membaca pesan Abraham langsung menatap tajam ke arah Sofia dan Arthur, Steven aku ingin bicara padamu dan kau juga Sofia kau ikut denganku dan tuan Arthur kalian semua tunggulah di sini ucap Samuel sebagai kakak pertama dia ingin memastikan sesuatu sebelum mengambil tindakan apapun tampak mereka berempat sudah di dalam sebuah ruangan tampak Samuel duduk bersama Steven di hadapannya tampak Arthur dan Sofia yang duduk di kursi yang berbeda tampak Samuel melihat ke arah Sofia "aku di sini sebagai kakakmu aku ingin bertanya apa hubunganmu dengan Arthur Jangan katakan kau mempunyai hubungan lebih darinya dia sudah memiliki keluarga mungkin istrinya sekarang sedang menunggunya pulang." ucap Samuel, tampak Steven sangat terkejut mendengar perkataan sang kakak yang begitu serius dia tak pernah melihat Samuel sampai seserius itu berhadapan dengan Sofia adik yang paling dia sayangi dan cintai, tapi dia tahu Samuel pasti sudah menemukan sesuatu sehingga dia bertanya seperti itu
Sofia tampak menghembuskan nafasnya kasar lalu menatap ke arah kedua kakaknya, Arthur yang merasa bahwa dia yang seharusnya berbicara kali ini sebenarnya aku adalah belum sempat dia menyelesaikan perkataannya tiba-tiba dari luar pintu diketuk dengan keras oleh seseorang membuat Steven langsung pergi membuka pintu tampak Abraham yang berada di depan pintu "Anisa mau melahirkan kita harus segera membawanya ke rumah sakit." ucap Abraham sontak saja semua orang langsung kalang kabut apalagi Steven langsung berlari mencari sang istri yang terlihat kesakitan sambil memegang perutnya tanpa pikir apapun Steven langsung mengangkat Anisa dan masuk ke dalam mobil diikuti oleh yang lain Mereka sangat cemas kini mobil sudah melaju keluar dari villa menuju ke rumah sakit terdekat sementara itu Sofia langsung menghubungi kedua orang tuanya serta kedua orang tua Anisa kini mereka sudah sampai di rumah sakit terdekat Untung saja villa tersebut tidak terlalu jauh dari kota sehingga dengan mudah mereka menemukan rumah sakit kini Anisa sudah dibawa di ruang persalinan
sementara itu semua orang tapak cemas menunggu di luar dokter yang akan membantu persalinan Anisa baru saja datang tampak seorang dokter pria berjalan dengan seorang bidan di sampingnya semua yang melihat hal itu langsung menyipitkan matanya saat melihat dokter tersebut akan masuk ke dalam ruangan persalinan "berhenti apa yang kau lakukan tanya Samuel dokter tersebut pun bingung saat seorang pria menahannya untuk masuk dan bertanya seperti itu
tampak Steven dan dokter tersebut langsung menyingkir begitu dokter tersebut masuk ke dalam ruangan kikan Langsung menatap ke arah Steven "kau sudah tahu istrimu sedang hamil besar mengapa kau masih menyuruhnya ke villa bahkan tanpa menyiapkan dokter untuk mendampinginya." ucap kikan, maafkan aku ibu sungguh aku pikir Anisa masih akan melahirkan bulan depan jadi aku hanya membawanya beberapa hari ke villa untuk menikmati suasana pantai aku tidak membawa dokter karena kepikir itu tidak perlu karena di sana ada Sofia dan tidak yang bisa merawatnya aku tidak tahu bahwa Anis akan melahirkan secepat ini." ucap Steven sambil tertunduk
"dokter maaf atas sikap putraku aku akan mengirimkan ucapan terima kasih pada anda melalui direktur rumah sakit ini." ucap kikan, sementara itu dokter rumah sakit yang baru saja datang setelah mengetahui bahwa keluarga Stuart datang ke rumah sakitnya tampak tergesa-gesa sepertinya Dia baru saja kembali dari kediamannya selamat malam Tuan dan Nyonya maafkan aku tak bisa menyambut tuan dan nyonya ucap kepala rumah sakit membuat dokter itu sedikit terkejut kemudian memberi hormat
dokter langsung memanggil Steven untuk masuk ke dalam karena sebentar lagi Anisa akan melakukan persalinan tampak Steven masuk ke dalam ruang persalinan melihat Anisa yang begitu kesakitan membuta Steven sedikit takut kini ibu Nadia langsung menarik aktifkan untuk mendekati Anisa ibu akan keluar kau harus memberikan semangat kepada istrimu ucap ibu Nadia lalu keluar dari ruangan tersebut sementara Bima yang berada di luar tampak sedikit panik dan sedikit takut mengingat bagaimana istrinya saat melahirkan Nadia saat Bima melihat sang istri bagaimana sayang apa Putri kita baik-baik saja apakah dokter akan melakukan operasi atau dia akan melahirkan normal." tanya Bima
"semoga saja dia bisa melahirkan dengan normal karena menurut dokter kandungan tubuh Anisa cukup sehat dan kuat tapi jika memang nanti dia tidak cukup kuat maka dokter akan melakukan operasi caesar." ucap Nadia .
Jangan lupa like komen vote dan hadiahnya