
Stuart tampak memperhatikan angka-angka yang ada di pintu tersebut tampak Stuart berpikir dengan keras kira-kira kode apa yang akan eh diberikan pada pintu besi tersebut karena ada peringatan jika salah tiga kali maka pintu tersebut tak bisa dibuka harus menunggu beberapa tahun lagi "aku rasa ini tak akan memasang hari ulang tahunnya ataupun hari ulang tahun istrinya Kalau hari ulang tahun putranya kemungkinan besar baiklah Mari kita akan mencoba hari ulang tahun putranya tampak tua menekan angka hari ulang tahun putra Edi tapi hasilnya nihil ternyata bukan itu kode kuncinya membuat Stuart tampak kembali berpikir sementara mr D tampak juga ikut berpikir, "oh astaga kenapa Tuan Edi menjadikan semua Kenapa dia tidak menaruh tanggal ulang tahun anaknya saja atau tanggal ulang tahunnya dan mengapa juga harus ada jika salah tiga kali harus menunggu beberapa tahun lagi ini seperti ATM saja, kira-kira tanggal lahir siapa ya yang digunakan oleh Tuan Edi." ucap Mr D
"Entahlah sejak dulu Edi sangat tertutup hanya pada Kikan dia akan bercerita dan berbagi semua apa yang ingin dia bagi itulah mengapa saat dulu aku sedikit cemburu kepada Edi saat dia berbicara sangat lancar kepada Kikan padahal aku sudah berusaha berbicara dengannya tapi hasilnya tetap saja dia seperti batu aku pun seperti batu itupun bukan batu es yang bisa mencair tapi batu kali akhirnya kami hanya saling menyapa dan bicara seadanya saja walaupun kami kadang juga bercerita tapi tidak seperti dia bercerita dengan Kikan." ucap Stuart
"Jangan katakan bahwa Tuan Edi menggunakan tanggal lahir nyonya Kikan , oh astaga apakah Tuan Edi memiliki cinta tersembunyi kepada Nyonya Kikan sehingga semua yang rahasia-rahasia berkaitan dengan kalau sampai nomor sandi pintu ini benar adalah hari ulang tahun Nyonya Kikan aku rasa cinta Tuan Edi kepada Nyonya kikan lebih besar daripada cinta Tuan kepada Nyonya Kikan karena dalam diamnya dia menyembunyikan perasaannya tapi tetap selalu mengingatkan dalam hati." ucap Mr D yang tidak menyadari bahwa perkataannya sudah membangunkan harimau yang sedang tidur Stuart menatap dingin ke arah Mr D dengan tatapan yang sulit diartikan sementara Mr D tampak menggosok tangannya dan punggung belakangnya seolah-olah bulu kuduknya merinding "ada apa ya ini kenapa ada hawa-hawa dingin dan mencekam seperti ini seolah-olah ada pembunuh di sini padahal kita kan juga pembunuh." ucap Mr D yang masih tak menyadari apa yang sudah dia lakukan tapi saat dia berbalik melihat tatapan Stuart tiba-tiba Mr D langsung mengingat apa yang sudah dia katakan tadi "aduh bodoh sekali mulutku ini mengatakan hal yang tidak sepantasnya dan tidak benar lagi mana mungkin tuan Edi mencintai adik angkatnya sendiri itu pasti Karena rasa sayang dan terima kasihnya kepada profesor Abdullah karena telah membesarkannya seperti anak sendiri sehingga dia sangat menyayangi nyonya Kikan." ucap Mr D sambil memukul mulutnya dan mundur beberapa langkah dari samping Stuart
"Mulutmu benar-benar lancang sepertinya kau sudah bosan berada di sisiku dan ingin berada di sisi peliharaanku atau mungkin kau mau berada di sisi sang pencipta." ucap Stuart sambil menatap tajam ke arah Mr D, "Tuan aku mohon maafkan aku itu hanya kata-kataku karena aku sering membaca novel romantis dan aku tidak sengaja mengucapkan kata-kata tersebut aku mohon tuan aku yakin semua perkataanku tidaklah benar Mana mungkin Tuan Edi menyukai Adik angkatnya lagi pulang selama ini Tuan Edi tidak ada tanda-tanda seperti itu dia menyayangi nyonya Kikan sebagai saudara perempuannya." ucap Mr D berusaha menyelamatkan dirinya atas perbuatannya sendiri
"Baiklah jika sampai pintu ini menggunakan hari ulang tahun istriku sebagai kodenya maka aku pastikan kau akan bertemu dengan maha pencipta tapi jika tidak menggunakan kode tanggal lahir istriku maka aku hanya akan menghukummu ringan." ucap Stuart lalu berniat menekan angka pada pintu dengan tanggal lahir istrinya tapi Mr D tiba-tiba menghentikannya "tunggu sebentar Tuan jangan dulu menekan angka tersebut aku harus memikirkan sesuatu." ucap Mr D tampak Mr D menutup matanya lalu mulutnya komat-kamit seperti membaca mantra, Apa yang sedang kau lakukan mengapa kau menutup Mata lalu mulutmu berkomat kami seperti itu kau ini seperti dukun saja." ucap Stuart
"Tapi kau tetap saja dihukum karena kau sudah memfitnah kakak Edi dan istriku, aku masih memikirkan hukuman apa yang akan aku berikan tapi setelah aku membuka pintu baru aku akan melaksanakan hukumannya." ucap Stuart santai, tampak tua kembali berpikir setelah gagal untuk kedua kalinya kini dia hanya memiliki satu kali lagi untuk bisa membuka pintu tersebut
"Tuan bagaimana jika Tuan coba memasukkan hari ulang tahun tuan siapa tahu saja otak Tuan Edi sedang mengingat Tuan saat membuat kode pintu sehingga hari ulang tahun Tuan Lah yang dijadikan sebagai kode masuk ke ruangan ini." ucap Mr D, "kau jika mengeluarkan pendapat jangan berkata sembarangan mana ada seseorang memasang kode pintu rahasia menggunakan hari ulang tahun orang lain yang hanya saling menyapa dan berbicara seadanya jika memang ada orang seperti itu aku yakin otaknya sedang korslet." ucap Stuart tidak percaya
"Coba saja Tuan aku rasa pasti hari ulang tahun tuan walaupun Tuhan ini terlihat cuek tapi dia selalu melihat tuan dan tersenyum sepertinya dia sangat menyayangi Tuan seperti menyayangi Nyonya Kikan." ucap Mr D,"kau ini pintu ini tinggal sekali lagi aku masukkan kode dan jika salah lagi kita harus menunggu beberapa tahun lagi dan jika kita masuk dengan merusak bisa-bisa semua yang ada di dalamnya rusak." ucap Stuart, "coba saja tuan aku yakin pasti tanggal lahir tuan." ucap Mr D penuh dengan keyakinan karena selama ini dia memang selalu melihat Stuart dan Kikan lalu tersenyum menatap keduanya seolah-olah Edi sangat menyukai Stuart dan Kikan.
Jangan lupa like komen vote dan hadiahnya