
Kini semua orang sudah berada di ruang rapat tampak Arthur begitupun Ruben yang sudah berada di dalam ruangan rapat kini rapat dimulai tampak beberapa pemegang saham mulai berdebat semua orang punya opsi berbeda tampak Ruben langsung ,menyuruh asistennya mendekat kepadanya "apa yang terjadi kenapa hanya beberapa orang saja yang mendukungku bukankah kau sudah memberikan uang kepada mereka." bisik Ruben kasih telinga asistennya
"Maaf tuan ada sebagian pemegang saham yang tidak mau mengambil uang yang aku tawarkan dan mereka sudah mengembalikannya tapi baru pagi ini aku mendapatkan informasinya maaf Tuan aku benar-benar tidak tahu apa yang terjadi kenapa tiba-tiba semua yang kita lakukan tidak berjalan sesuai yang kita inginkan seolah-olah ada seseorang di belakang Arthur yang membantunya." bisik sang asisten
"Apa Segera cari informasi apa sebenarnya yang terjadi kalau begini terus aku yakin Arthur pasti akan mendapatkan posisinya kembali dan aku kembali menjadi wakil di perusahaan ini." ucap Ruben, aku sudah menyuruh orang-orang untuk mencari tahu apa yang terjadi dan siapa yang berada di balik semua ini." ucap asisten Ruben
Baiklah karena tak ada yang mau mengalah dan semua mempertahankan pendapatnya maka Mari kita melakukan voting suara terbanyak antara Tuan Arthur dan Tuan Ruben jika salah seorang dari mereka mendapatkan voting terbanyak maka dialah yang berhak menduduki jabatan dan yang sedikit mendapatkan voting harus mau menjadi wakil." ucap salah Seorang pemegang saham semua yang hadir pun setuju dengan ide tersebut karena jika mereka terus berdebat maka tak akan ada hasilnya voting pun dimulai dan ternyata hasilnya banyak orang yang memilih Arthur daripada Ruben membuat Ruben harus melepaskan jabatannya dan menjadi wakil CEO rapat pemegang sampun berakhir dengan Arthur kembali menjadi CEO perusahaan ini semua orang sudah keluar dari ruangan rapat begitupun Arthur dan Ruben tampak sudah kembali ke ruangannya sementara, tampak beberapa orang termasuk asisten Ruben dan sekretaris merapikan barang-barang Ruben untuk dibawa keluar dari ruangan Arthur dan dibawa kembali ke ruangannya yang tak jauh dari ruangan Arthur setelah semua barang Ruben sudah dibawa kembali tampak Arthur masuk ke dalam ruangannya bersama dengan Kevin
Tampak Ruben yang sudah berada di ruangannya langsung menghancurkan barang-barang yang ada di ruangannya dia tampak sangat kesal karena dia kalah suara dengan Arthur apalagi kekalahannya sangat jauh Arthur dipilih hampir sebagian pemegang saham sementara dirinya hanya dipilih oleh beberapa orang saja membuatnya sangat malu "dasar bodoh bagaimana bisa kau melakukan pekerjaanmu apa kau tidak lihat bagaimana hasilnya di ruang rapat tadi bahkan orang yang memilih diriku hanya beberapa orang saja sementara Arthur hampir sebagian para pemegang saham itu memilihnya sebenarnya apa yang kau kerjakan selama ini aku kan sudah bilang padamu agar selalu melakukan rencanamu dengan hati-hati." ucap Ruben lalu melempar sesuatu ke asistennya membuat kepala asistennya terluka dan mengeluarkan darah segar
"Maaf tuan aku sungguh tidak tahu apa yang terjadi aku sudah berusaha semaksimal mungkin untuk berbicara dengan para pemegang saham agar memilih anda kembali dan aku bahkan sudah memberikan apa yang mereka inginkan tapi aku juga tidak tahu kenapa tiba-tiba mereka mengembalikan apa yang sudah aku berikan dan bahkan tidak mengangkat panggilan teleponku." ucap asisten Ruben
"lihat aku hanya menjadi wakil lagi aku harus pulang untuk melepaskan kekesalan ku pada Arthur dan orang yang harus menerima kemarahanku ini adalah Neni dan James." ucap Ruben lalu pergi meninggalkan ruangannya berjalan keluar menuju ke mobil miliknya, sementara itu yang sudah berada di ruangannya tampak sedang duduk di kursi kebesarannya dengan Kevin yang berada di hadapannya " kau memang pandai dengan menyabotase asisten Ruben dengan cara yang luar biasa aku memang tidak salah menjadikanmu asisten tapi bagaimana bisa kau mendapatkan semua bukti bahwa para pemegang saham telah disuap oleh Ruben dan kau mengancam mereka dengan bukti tersebut sehingga mereka mengembalikan apa yang sudah mereka dapatkan dari Ruben." ucap Arthur
"Benarkah aku sangat berterima kasih dengan orang yang telah mengirimkan mu video dan gambar tersebut." ucap Arthur, lalu memeriksa beberapa berkas di mejanya
Sementara itu di kediaman Arthur tampak Sofia telah mendengar kabar tentang Arthur yang kembali menjadi CEO perusahaan, "awasi terus Ruben aku yakin walaupun ayahnya tak selalu menghukumnya jika dia melakukan kesalahan yang fatal tapi aku yakin pasti ayahnya akan melindunginya bagaimana dengan bisnis ayahnya." tanya Sofia pada seseorang Yang ada di hadapannya
"Nyonya bagaimana dengan markas milik ayah Ruben yang berada di luar kota di sebuah pulau terpencil aku belum memeriksa sampai ke tempat itu sepertinya di sana ada sesuatu yang ganjil walaupun Pulau itu terlihat seperti sebuah pulau pribadi yang hanya digunakan untuk liburan keluarga tapi sepertinya di beberapa lokasi pulau tersebut ada beberapa bangunan yang mencurigakan setelah aku melihat pulau tersebut dari jauh Karena aku belum bisa mendekati Pulau itu karena penjagaannya lumayan ketat sepertinya Ayah Ruben sangat berhati-hati tentang pulau tersebut." ucap pria yang ada di hadapan Sofia
"Benarkah coba kau cari celah agar bisa menyusup ke pulau tersebut terus bagaimana dengan markas milik Ruben sendiri yang terletak di hutan apakah kau sudah memeriksanya." tanya Sofia, "aku sudah memeriksanya sepertinya di sana Ruben melakukan segala tindakan ilegalnya dan sepertinya ada seseorang yang merupakan tangan kanan Ruben yang mengatur segalanya sepertinya bisnis obat-obatan dan perjudian serata penjualan para gadis di bawah umur semua dilakukan oleh tangan kanan Ruben sementara Ruben jarang sekali terlihat di markas tersebut dia hanya datang sesekali ke markas tersebut tapi sepertinya lu pengen mengetahui apa yang dilakukan oleh tangan kanannya tersebut dan semuanya atas perintah Ruben karena sang ayah ingin Ruben hidup normal dan memiliki bisnis yang legal itulah mengapa Ruben selalu menutupi semua bisnisnya dan berusaha mengambil alih perusahaan milik Tuan Arthur agar dia dapat menutupi semua yang dia lakukan tapi tangan kanan Ruben tersebut tidak pernah memperlihatkan wajahnya karena dia selalu memakai penutup wajah di setiap kesempatan membuat aku sangat penasaran dengan identitasnya karena dari raut wajahnya sepertinya umurnya sudah tidak mudah lagi mungkin saja seumuran dengan ayah Ruben." ucap pria tersebut .
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya