
Sementara itu di dalam mobil milik Sofia tampak adinda tertawa terbahak-bahak sedangkan Sofia hanya menggeleng kepala melihat ke arah Dinda yang paling bisa membuat alasan untuk mengerjai seseorang entah apa isi otaknya sampai memikirkan hal tersebut
"Bisa-bisanya kau memikirkan ide bahwa ayahku selalu menyuruh kami semua untuk makan malam bersama tapi idemu sangat bagus itu artinya Dia takkan pernah mengajakku makan malam bersama dirinya tapi ternyata dia tak putus harapan dengan mengajak makan siang Untung saja kau memiliki ide cemerlang dengan menerimanya besok kita akan makan siang bersama di kantin agar aku punya alasan untuk menolaknya lain kali yang penting intinya aku sudah makan dengannya, sebenarnya saat aku ingin sangat ingin membuat dia hilang dari muka bumi ini tapi sayangnya ayahnya adalah orang kepercayaan Oma membuat aku sangat frustasi kalau sampai anaknya tiba-tiba tak ditemukan pasti itu akan membuat Oma mencari tahu tentang apa yang terjadi." ucap Sofia
"Ya aku tahu bagaimana Oma sangat teliti dan bisa mengetahui apa yang terjadi aku yakin saat muda Oma pasti wanita yang sangat berbakat sampai bisa membuat kaki jatuh cinta." ucap Dinda
"Itulah yang aku pikirkan oh Oma seperti ibuku jika sudah penasaran akan sesuatu dia pasti akan mencari hingga ke akarnya dan ayahku akan gigit jari jika sampai ibuku sudah mulai penasaran akan sesuatu." ucap Sofia sambil tertawa
Sementara itu dokter Arif tampak masuk kembali ke dalam rumah sakit lalu melangkah menuju ruang kerja sang ayah tampak dokter Aris langsung mengempeskan tubuhnya ke kursi sang ayah yang sedang berada di kursi miliknya tampak melihat ke arah dokter Aris yang terlihat lesu "ada apa denganmu datang-datang kau seperti orang yang sedang memiliki banyak masalah." tanya ayah dokter Aris
"Ini tentang Sofia ayah aku sangat kesal sudah seminggu ini aku mengajaknya untuk makan malam tapi tak berhasil dan saat aku berhasil mengajaknya makan siang dokter Dinda juga ikut." ucap dokter Aris
"Kata mu itu hal yang mudah meraih Sofia buktinya sampai saat ini Sofia bahkan tak pernah menggubris dirimu, sebaiknya kau mencari ide yang lebih baik lagi agar Sofia bisa tertarik padamu, atau kalau perlu jebak dia hingga kau berhasil menikahinya." ucap ayah dokter Aris
"ayah tenang saja kalau memang secara baik-baik aku mengajaknya tidak berhasil mungkin saja aku akan melakukan hal tersebut kepadanya tapi aku akan menunggu momen yang tepat untuk melakukannya." ucap dokter Aris
Sementara itu di sebuah rumah mewah di sebuah ruangan luas dengan sebuah foto seorang pria tampak Arthur dan sang kakek sedang duduk sambil menunggu pengacara yang akan membacakan wasiat dari kakak nenek Arthur, tampak raut wajah Jeremy sangat kurang bersahabat begitupun ibu dan saudara perempuannya tapi tidak dengan sang ayah yang menyambut dengan baik kedatangan Arthur dan sang kakek tak berselang lama pintu pun terbuka tampak tiga orang pengacara yang masuk dan langsung duduk di hadapan para keluarga
"Baiklah apakah semua yang namanya berada di dalam warisan tuan raksa sudah hadir di ruangan ini." tanya sang pengacara, semuanya sudah hadir termasuk Arthur ." ucap sang ayah
Tampak Arthur tak mempercayai apa yang diberikan oleh kakak neneknya, begitupun sang kakek yang masih terlihat syok dengan semua pemberian tersebut sementara itu tampak keluarga Jeremy meninggalkan ruangan dengan wajah kesal mereka sangat tak terima dengan putusan yang dikatakan oleh pengacara karena merasa harta kakeknya jatuh pada orang luar sementara sang ayah tampak berjabat tangan dengan Arthur dan sang kakek, setelah semua selesai Arthur dan kakeknya langsung meninggalkan rumah tersebut dan langsung menuju ke kediaman yang diberikan oleh kakak nenek Arthur
"Sementara itu setelah kepergian semua orang tampak James adiknya dan juga ibunya sedang berkompromi akan sesuatu "bagaimana bisa dia mendapatkan semuanya bahkan ibu hanya mendapatkan sebuah rumah tanpa perhiasan milik nenek kalian padahal aku adalah menantunya, sebenarnya apa yang kau lakukan katamu kau akan mengirim dokter Robi untuk membuat Arthur tak bisa kemari tapi apa sekarang dia bahkan terlihat sangat sehat." ucap ibu James
"Aku juga tidak tahu ibu apa yang terjadi apalagi dokter Robby menghilang begitu saja seperti ditelan bumi, aku akan mencari cara ibu agar harta itu bisa kembali kepada kita." ucap James
"Kau memang bodoh bagaimana bisa melakukan pekerjaan untuk menyingkirkan orang saja kau tidak bisa sekarang kau ingin mencari cara apa untuk menghentikan semua ini apa kau tidak lihat tadi pengacara sudah memberikan berkas-berkas yang di mana tertera jelas semua itu adalah milik Arthur sepenuhnya dan itu disahkan oleh hukum apalagi kita tak bisa menggugat Arthur karena dia adalah cucu dari saudara kakekmu." ucap ibu James
"Coba kalau kalau kakak menuruti apa yang aku katakan untuk menyewa pembunuh bayaran dan membunuh Arthur dengan cepat dengan begitu harta itu akan menjadi milik kita." ucap Neni
"Apa kau berpikir aku tak ingin melakukan hal tersebut dengan menyewa seorang pembunuh bayaran profesional untuk menghabisinya tapi saat itu kebetulan dokter Robby menawarkan sesuatu yang lebih baik lagi tanpa aku harus mengeluarkan biaya apapun dia bersedia untuk membunuh Arthur dengan imbalan seluruh isi tubuh Arthur adalah miliknya." ucap James
"Sekarang mana dokter Robby tidak ada Dan akhirnya kita harus melihat harta itu berpindah ke tangan orang lain seharusnya kakak tak usah percaya kepada dokter Robi dan langsung mencari pembunuh bayaran profesional untuk melakukan hal tersebut." ucap Neni
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya