
"Mohon maaf Tuan aku sungguh-sungguh hanya ingin mengucapkan terima kasih saja walaupun Anda tak mengenalku tapi aku sangat mengenal anda karena anda sudah bersedia menolongku." ucap Bibi emeli menahan rasa malunya
"Baiklah nyonya aku menerima ucapan terima kasihnya." ucap Samuel cuek, baiklah Tuan aku pergi dulu semoga kita bisa bertemu lagi ucap bibi Emeli lalu keluar dari restoran tersebut
"Apakah Tuan mengenalnya bukankah dia adalah Putri dari kerajaan taruna yang anda ingin tolong dengan mengeluarkan investasi sebesar 50 triliun apakah karena dia." tanya Abraham
"Apa aku sudah gila mengeluarkan 50 triliun hanya untuk menarik perhatian barang rongsokan seperti itu kau tidak perlu tahu apa yang aku inginkan yang penting kau harus mempersiapkan segalanya begitu kita sampai di kerajaan taruna aku ingin memeriksa situasinya dan memeriksa semua laporan yang ada dan biarkan Robi ikut dia akan menjadi asistenku dan juga yang akan tinggal di kerajaan taruna sebagai pengawas." ucap Samuel
"Syukurlah aku pikir wanita tadi yang menarik perhatianmu karena sifat mu sedikit berubah setelah berakhirnya pertemuan tersebut aku pikir kau sudah menemukan wanita yang bis membuat jantung mu berdetak ." ucap Abraham
"Ternyata kau sangat memperhatikanku tapi maaf wanita itu bukan levelku lagi pula dia wanita yang bermutu." ucap Samuel, Abraham menjadi bingung setelah mendengar kata bermutu apa maksudmu dengan bermutu maksudnya wanita itu menurut pandanganmu baik tapi kau tak menghinanya." ucap Abraham
"Mau ini kampungan sekali kau tahu tidak butuh dia bermuka tua apa kau tahu umurnya sama denganku tapi lihat penampilannya seperti seorang ibu-ibu saja dan bahkan kerutanya sudah mulai tampak sepertinya dia terlalu banyak memakai berbagai macam produk bedak sehingga membuat kulitnya rusak." ucap Samuel
"Astaga Tuan kau ini ada-ada saja dia masih cantik kok walaupun memang sedikit agak tua tapi lumayanlah sebagai pemanasan." ucap Abraham
Tak ada kata yang keluar dari bibir Samuel dia hanya melihat berkas-berkas yang dibuat oleh Abraham sebagai kontrak yang nanti akan diajukan dan beberapa poin yang harus disetujui oleh raja Arjun
Sementara Wulan setelah keluar dari hotel dan masuk ke dalam mobilnya tampak wajahnya sangat masam karena baru kali ini dia ditolak terang-terangan oleh seorang pria apalagi dia ditolak di depan umum "sepertinya dia tidak memiliki rasa pada seorang wanita aku secantik ini bahkan dia tak melirikku sekalipun, apa aku kurang cantik atau wajahku sudah berbeda." ucap Wulan sambil melihat wajahnya di cermin tidak aku masih tetap cantik seperti biasanya baiklah pulang dari kota aku akan pergi dokter langgananku untuk memperkencang lagi wajahku pikir wulan
"Kau buatkan kartu identitas baru wanita itu aku sudah mengirimkan fotonya ke nomor ponselmu yang sama persis dengan kartu identitas yang dia miliki." ucap Samuel, tampak Abraham langsung mengambil ponselnya dan melihat sebuah gambar wanita yang sepertinya pernah dilihatnya tapi dia lupa "siapa wanita ini apakah dia kekasih." tanya Abraham
"Lakukan saja apa yang aku perintahkan tidak usah banyak bertanya nanti kau akan tahu jika sudah waktunya." ucap Samuel
"Memangnya siapa pri ini ayah sepertinya aku tak begitu tahu tentang dirinya." tanya Sofia, "dia adalah seorang pengedar narkoba dan pedagang wanita anak kecil itu adalah keponakannya sedangkan wanita yang dipangku adalah ibunya, beberapa hari yang lalu ibunya mengirimkan pesan kepada Mr D karena dia takut pria tersebut akan membunuh putranya hanya demi harta suaminya yang telah meninggal dibunuh oleh pria tersebut." ucap Sofia
"Apakah ayah dan Paman mengenal siapa wanita ini sampai dia bisa mengirimkan pesan kepada paman." tanya Sofia, "dia adalah adik dari teman paman selama ini dia mencoba untuk menghubungi paman tapi selalu tidak berhasil untungnya beberapa saat yang lalu dia berhasil mengirim pesan teks dan selembar foto." ucap Mr D
"Apakah ini adalah misi selanjutnya atau ini hanya tugas biasa seperti biasanya." tanya Sofia, "ini hanya tugas biasa yang kau lakukan sementara misi selanjutnya akan aku pertimbangkan." ucap Stuart
"Baiklah ayah aku mengerti minggu depan aku akan ke kota D untuk melaksanakan misi tersebut." ucap Sofia
"Oh iya sejak kau datang sampai sekarang aku tak pernah melihatmu menggunakan cincin inisial SH yang selama ini kau pakai dan menjadi kebanggaan setiap keluarga huges, kau tahu kan cicing itu sangat penting karena di cincin itu ada lambang keluarga kita dan hanya kita yang bisa memakainya yang merupakan anggota keluarga huges." ucap Stuart
"Aku mengerti ayah baiklah ayah aku pamit dulu." ucap Sofia lalu berjalan keluar dari ruangan sang ayah biasa sementara itu di dalam ruangan tampak Stuart dan Mr D saling menatap "kenapa kau sangat mempermasalahkan hanya persoalan cincin bisa saja kan cincin itu hilang saat Sofia kecelakaan." ucap Mr D
"Entahlah perasaanku mengatakan bahwa Sofia menyembunyikan sesuatu dan cincin itu sangat berarti untuk Sofia apalagi itu dibuat khusus untuk keluarga cincin itu lebih berharga daripada uang dan bahkan emas, apa kau tidak lihat tadi mimik wajahnya saat aku bertanya tentang cincin itu dia sepertinya melindungi sesuatu entah apa yang dilindungi." ucap Stuart
"Kau jangan terlalu berpikiran seperti itu kau takkan Sofia bukan wanita yang mudah tertarik dengan seorang pria." ucap Mr D, "sejak kapan aku mengatakan bahwa ada seorang pria dalam persoalan ini aku juga tahu bagaimana Sofia." ucap Stuart
Sementara itu Sofia yang berjalan setelah keluar dari ruang kerja sang ayah tampak melihat ibunya yang sedang duduk di taman sambil bersantai melihat bunga-bunga miliknya Sofia tampak berjalan ke arah sana ibu begitu sampai Sofia langsung duduk tepat di sebelah sang ibu, Kikan tampak sedikit terkejut saat melihat putrinya Sofia sudah duduk dengan lesu di sampingnya membuat kita sedikit bingung apa yang terjadi tidak biasanya putrinya berjalan mendekatinya dan langsung duduk seperti itu
"Ada apa sayang apakah ada sesuatu yang terjadi atau ayahmu melakukan sesuatu yang membuatmu sedih tapi itu tidak mungkin ayah yang sangat mencintaimu bahkan dia lebih mencintaimu daripada mencintai ibu jadi ceritakan ada apa sayang." tanya kikan .
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya