
Tampak Dion tersenyum manis, saat melihat seorang wanita yang mengaku sebagai teman dari Steven tapi resepsionis menghentikan yang saat masuk karena dia belum ada janji dengan Tuan Steven, Dian yang melihat hal tersebut berniat untuk membalas dendam kepada tim tuannya karena sudah membuatnya hampir saja putus hanya karena sebuah foto yang tidak jelas membuat dion langsung mendekati wanita tersebut, "ada apa nona apakah nona mencari Tuan Steven." tanya Dion pura-pura
"Benar aku teman lamanya kemarin aku tanpa sengaja bertemu Steven dan istrinya di rumah sakit dan kebetulan aku adalah dokter kandungan dari istrinya." ucap Tiara meyakinkan takutnya jika dia tak mengatakan hal tersebut dia di larang untuk bertemu dengan Steven
"0h anda nona Tiara, tuan Steven pasti sangat senang bertemu dengan anda mari ikut saya, saya akan langsung mengantarkan Anda ke ruangan Tuan Steven." ucap Dion
Sementara itu Steven tampak Sendang memeriksa pekerjaannya di ruangannya tanpa mengetahui bahwa sebentar lagi akan ada badai di ruangan tersebut tiba-tiba ketukan pintu mengalihkan pandangan Steven tapi saat pintu terbuka tampak depan langsung terbelalak melihat siapa yang masuk ke ruangannya Steven langsung bangkit, "kau kenapa kau bisa ada di sini dan siapa yang mengantarmu sampai ke sini." tanya Steven bingung karena tadi dia sudah berkata kepada resepsionis agar jangan membiarkan siapapun datang ke ruanganku kalau datang untuk masalah pribadi sebelum ada janji dengannya
Tiba-tiba Dion muncul di belakang Tiara "oh maaf tuan aku tadi bertemu dengan nona Tiara di lobby dan dia mengatakan bahwa dia ingin bertemu anda karena anda adalah teman lamanya." ucap Dion sambil tersenyum penuh arti
"Oh apakah aku mengganggu maaf aku datang ke kemari aku hanya ingin berbicara denganmu sebentar saja bolehkah aku masuk terlebih dahulu untuk duduk aku hanya sebentar, aku hanya ingin berbicara denganmu aku mohon." ucap Tiara membuat Steven serba salah karena tidak mungkin dia langsung mengusir tiara keluar dari kantornya tanpa mengetahui apa penyebabnya
"Baiklah silahkan masuk Dion kau tetap di dalam dan ikut kami duduk aku tak ingin ada salah paham." ucap Steven, mendengar perkataan Steven membuat Tiara mengerti semua ini adalah untuk menjaga perasaan istrinya
Tampak ketiga orang tersebut sudah duduk di sofa tapi Dion diam-diam mengirimkan pesan kepada Anisa membuat Anisa yang masih berada dalam kamarnya sedang ngemil sambil menonton Drama Korea langsung tersulut emosi karena perempuan tersebut berani datang di kantor sang suami apalagi hormat ibu hamilnya membuat Anisa semakin mudah emosi Anisa langsung bangkit kemudian berpakaian rapi menyuruh sopir untuk mengantarnya ke kantor Steven
Sementara itu di kantor Steven tampak Tiara menatap Steven penuh arti "apakah kau tak senang bertemu kembali denganku." tanya Tiara
"Maaf Tiara aku bukannya tak senang bertemu denganmu sebagai teman hanya saja kali ini semua telah berbeda aku telah memiliki pasangan yang aku sangat cintai dialah istriku yang pernah kau temui di rumah sakit yang saat ini sedang mengandung anak kami aku takut istriku akan salah paham apalagi saat ini dia sedang hamil dan perasaannya mudah berubah-ubah." ucap Steven jujur
"Kau mencintai istrimu kita barusan berpisah beberapa bulan dan terakhir aku dengar kau berpacaran dengan seorang model tapi aku lihat istrimu bukanlah seorang model karena tubuhnya tidak tinggi dan aku belum pernah melihatnya menjadi seorang model siapa istrimu apakah kau baru bertemu dengannya atau kau sudah lama bertemu dengannya aku ingin tahu kenapa kau tak bisa jatuh cinta padaku sedangkan kau mencintai wanita yang baru saja kau temui dan langsung menikahinya." tanya Tiara
Belum juga Tiara menjawab pertanyaan tersebut tiba-tiba pintu langsung terbuka lebar tampak Anisa dengan perut buncitnya dengan mata melotot melihat ke arah steven membuat Steven sangat terkejut, "sayang kenapa kau bisa berada di sini apa kau baik-baik saja." ucap Steven sambil bangkit lalu berjalan mendekati istrinya
Steven yang baru saja tiba di hadapan Anisa langsung di gigit tangannya oleh Anisa Steven hanya mampu menahan rasa sakitnya tidak berani menjerit di saat istrinya sedang marah seperti itu bahkan bagus Steven dan pipinya sampai luka akibat keganasan Anisa Tiara yang melihat hal tersebut tampak sangat terkejut
"Aduh sayang sudah hentikan, rasanya sakit sekali aku benar-benar melakukan apapun lihat di situ ada Dion kok bisa bertanya padanya dan dia pasti mereka semua percakapan kami dan di sini ada CCTV yang tersambung di komputer ku kamu bisa melihat apa yang terjadi dan mendengar percakapan kami." ucap Steven
Mendengar perkataan suaminya Anisa langsung menuju kursi kebesaran langsung tanpa laptop masih menyala Anisa langsung mengutak-atik laptop tersebut sementara Steven tepat di sampingnya
Sementara Tiara yang melihat hal tersebut membuat dadanya sesak walaupun Steve terang-terangan mengatakannya tadi tapi melihat Steven memperlakukan istrinya seperti ratu dan takut kehilangannya membuat Tiara sangat iri, Tiara bergegas bangkit dan Keluar dari ruangan tersebut sementara Dion tampak menghembuskan nafasnya kasar karena sepertinya Anisa akan luluh setelah mendengar pembicaraan antara Tiara dan Steven , benar saja Anisa langsung memeluk Steven dengan manja seolah-olah tak pernah terjadi sesuatu
"Kakak aku sangat terharu mendengar perkataan Kakak aku tak percaya akulah cinta pertama Kakak bahkan aku pikir kakak membenci ku." ucap Anisa , sementara Dion hanya bisa keluar tak ingin menyaksikan adegan selanjutnya pasangan suami istri itu
Sementara Tiara yang berada di dalam mobilnya tampak menangis "aku sengaja meninggalkan mu agar kau merasa kehilangan diriku dan kembali padaku aku tapi apa yang terjadi kau pergi begitu saja tanpa mempedulikan ku apa di hatimu tak ada aku sedikitpun." ucap Tiara sambil terus mengemudikan mobilnya
Sementara itu Abraham yang sudah selesai melakukan pemeriksaan di hotel bergegas ke rumah Sofia untuk menjemput Dinda, sementara itu di kediaman Sofia tampak Dinda yang tertidur karena kelelahan makan coklat pemberian dokter Aris, astaga anak ini bisa-bisanya dia tidur dengan masih ada coklat di mulutnya ." ucap Sofia lalu mengambil tisu untuk melap bibir Dinda yang belepotan coklat
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya