
Steven langsung mengalihkan pandangannya ke arah Samuel setelah mendengar bahwa villa milik Samuel terbakar sontak saja Steven baru menyadari kalau adiknya Sofia sedang marah pada kakaknya Samuel pasalnya tak akan ada yang berani membakar villa keluarga huges selain Sofia, oh astaga Samuel apa yang sudah kau lakukan kau tahu kan bagaimana adik perempuan kita kau masih saja mencari masalah dengannya
"Maaf tuan Arthur sepertinya anda tidak bisa menginap di villa pasalnya vila milikku tiba-tiba terbakar dan sampai sekarang aku belum tahu siapa pelakunya." ucap samuel
"Bagaimana kalau kita bertiga menginap di villa milik Sofia saja kebetulan aku juga ingin berlibur ." ucap Steven berusaha mencairkan suasana
"Kalian semua boleh menginap di villa milik ku tapi tidak dengan kakak Samuel terserah dia mau menginap di mana ." ucap Sofia sambil terus melahap makanannya Abraham yang mendengar hal tersebut sontak kegirangan karena dia bisa ikut menginap tadi dia pikir Sofia juga akan melarangnya
"Terima kasih Nona Sofia ." ucap Abraham, Samuel langsung menatap sinis ke arah Abraham, maaf kakak Samuel kali ini aku tidak bisa membantumu aku tidak tahu apa yang terjadi tapi sepertinya kau sudah membuat kesalahan pada princess kita
Arthur yang merasa tidak enak karena yang mengundangnya adalah Samuel "Nona Sofia maafkan aku tapi bisakah Tuhan Samuel juga ikut ke villa bersama kita ucap Arthur membuat semua orang terdiam sambil melihat reaksi Sofia dalam hati Steven sedikit terkejut karena Arthur berani meminta hal seperti itu kepada Sofia
tampak Sofia menghentikan makannya lalu melihat ke arah Arthur dengan tatapan yang sulit diartikan baiklah jika memang Tuan Arthur ingin seperti itu Kak Samuel boleh ikut menginap di villa ucap Sofia sontak saja perkataan Sofia membuat Steven terkejut begitupun Samuel karena sepertinya Sofia menuruti apa permintaan Arthur
"terima kasih nona Sofia, aku sangat senang bisa berbincang-bincang dengan Tuan Samuel itulah mengapa aku pasti akan merasa kesepian jika Tuan Samuel tidak ikut di villa." ucap Arthur
Steven yang sedikit penasaran langsung menatap ke arah Arthur "maafkan aku Tuan Arthur apakah kau sudah lama mengenal adikku Sofia." tanya Steven
"aku baru beberapa waktu mengenal Tuan Arthur sudahlah sebaiknya kita jangan membahas masalah itu sekarang aku akan kembali untuk bekerja karena ini sudah waktunya kakak samuel aku harap kau mengerti apa maksud dari semua ini dan sebaiknya jangan banyak pertanyaan tentang urusan pribadi orang lain itu akan membuatkan Arthur tidak nyaman, ayo kita pergi bukannya Kak Steven hanya ini makan siang denganku dan setelah itu kembali ke perusahaan." ucap Sofia lalu hendak bangkit dari kursinya untuk pergi dari restoran
"baiklah sayangku kau jangan khawatir oh iya aku akan langsung mengantarkan Tuhan atur ke villa milik mu bisakah kau mengatakan pada penjaga villa-mu tentang hal itu." ucap Samuel
"baiklah aku akan mengatakan pada penjaga villa milikku Tuan Arthur aku duluan semoga Anda menyukai villa milikku." ucap Sofia
"ah kau benar sayang baiklah Tuan Arthur kak Samuel aku aku masih ada urusan di perusahaan setelah mendengar kata-kata Sofia yang memperingati Samuel jelas saja saat ini dia membutuhkan bantuan Sofia untuk melindungi istrinya
setelah kepergian Sofia dan Steven Samuel menghembuskan nafasnya kasar lalu menutup matanya sesaat Dia sedang memikirkan cara bagaimana mengetahui tentang hubungan Arthur dan Sofia tapi tanpa diketahui oleh Sofia karena dia tak bisa bermain-main dengan Sofia apalagi villa miliknya sudah terbakar jika sampai dia tambah membuat marah Sofia bisa-bisa perusahaannya juga ikut terbakar
tampak Abraham berbisik kepada Samuel "tuan sebaiknya Tuan jangan berbuat lebih jauh lagi dan mempertanyakan hubungan Tuan Arthur dan Nona Sofia aku yakin suatu saat nanti kita akan mendapatkan celah untuk mengetahui hubungan mereka bukankah hal yang bagus jika Kita menginap di villa Nona Sofia dan mengadakan acara di sana siapa tahu saja Tuan bisa mendapatkan informasi secara tidak sengaja tentang hubungan nona Sofia dan Tuan Arthur." bisik Abraham
mendengar bisikan Abraham Samuel tampak berpikir sejenak benar juga apa yang dikatakan oleh Abraham daripada dia mencari gara-gara dan rugi lebih besar dari saat ini lebih baik dia mencari celah dan berusaha berdamai dengan Sofia, "Tuan Arthur maafkan aku atas ketidaknyamanan yang terjadi villa ku terbakar tepat saat anda akan menginap di sana aku yakin itu pasti kesalahan penjaga villa milik ku, baiklah bagaimana jika aku langsung mengantar Anda ke villa milik adikku Sofia." ucap Samuel
"jika itu tak merepotkan aku bersedia terima kasih Tuan Samuel karena sudah mengundang ku ke kota A bahkan sekarang aku bisa melihat villa milik Saudara anda dan aku ikut berduka atas apa yang terjadi pada villa anda aku bingung siapa orang yang begitu tega membakar villa milik Tuan." ucap Arthur
"jangan khawatir masalah perilaku itu hal biasa pasti parah pekerja sudah bekerja untuk memperbaiki villa tersebut agar bisa kembali seperti semula baiklah ayo kita jalan." ucap Samuel, ke empat orang tersebut tampak keluar beriringan dari restoran lalu masuk ke dalam mobil mereka masing-masing tampak sopir milik Samuel langsung melaju ke jala. Di ikuti mobil yang di tumpangi oleh Arthur
dampak sosial sudah kembali ke rumah sakit lalu langsung masuk ke dalam ruangannya setelah dia sudah duduk di kursinya Sofia langsung mengirimkan pesan pada seseorang "kenapa kau tak mengatakan bahwa kakakku mengundangmu ke kota A." isi pesan Sofia
maafkan aku sayang undangan itu juga tiba-tiba dan akan tidak enak jika aku menolak undangan kak Samuel apalagi selain dia sebagai investor di perusahaan dia juga adalah kakakmu dan kakak iparku, bukankah kau mengatakan aku tidak boleh menghubungi mu terlebih dahulu apapun yang terjadi aku sudah menunggu mu untuk menghubungiku tapi sudah beberapa hari ini kau tak pernah menghubungiku sehinga aku tak bisa mengatakan hal tersebut." balasan dari Arthur
Sofia menghembuskan nafasnya kasar betul juga apa yang dikatakan oleh suaminya sudah perjanjian bersama bahwa Arthur tak akan pernah mengirimnya pesan kecuali dia mengirim pesan terlebih dahulu, "baiklah sayang maafkan aku beberapa hari ini aku sangat sibuk ada beberapa operasi yang harus aku lakukan dan setelah semuanya selesai hari sudah malam waktunya aku kembali ke rumah sehingga aku tak sempat untuk mengabari mu." ucap Sofia yang tahu kali ini dia yang salah.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya