My Wife My Hero

My Wife My Hero
296.topeng monyet



"Maaf tuan bolehkah aku tahu Apa hukumannya dan apa hadiahnya." tanya Arthur membuka suara, "oh benar kita harus menjelaskan tentang peraturan yang ada dan hadiah serta hukuman yang akan diberikan hadiahnya adalah kau boleh minta satu permintaan yang akan aku kabulkan sementara hukumannya wajahmu Akan dilukis indah mungkin oleh pemenangnya dan kau boleh memilih hukuman dilukis atau digantung di tiang di dekat taman, bagaimana Apa kau masih memiliki pertanyaan lagi kalau tidak kita bisa memulai permainannya." ucap Stuart


Permainan pun dimulai dengan permainan catur tampak Arthur bermain cukup baik dalam melawan Stuart karena saat Arthur sakit dia selalu bermain catur di dalam kamarnya itulah mengapa dia sangat pandai bermain catur tapi tiba-tiba Samuel mendekat ke arah Arthur sebagai sesama satu tim "kau jangan mencoba menang dari ayah atau kau tak akan bisa melangsungkan pernikahanmu besok karena dia akan terus mengulang permainan ini sampai subuh dan lalu melakukan berbagai macam alasan agar kau tak jadi menikah." bisik Samuel di telinga Arthur


Mendengar perkataan Samuel membuat Arthur kembali sadar bahwa dia tidak boleh mengalahkan sang mertua dalam kondisi apapun walaupun dia harus digantung tapi dia akan memilih dilukis saja wajahnya daripada harus digantung di tiang ronde pertama akhirnya dimenangkan oleh Stuart membuat Stuart sangat senang "baiklah katakan kau ingin dihukum apa dilukis wajahmu apa digantung." tanya Stuart


"Dilukis aja tuan." ucap Arthur "baiklah kau sendiri yang meminta hukuman ini ya bukan aku yang memaksamu untuk menerima hukuman ini, sekarang tutup matamu aku yang akan melukis wajahmu." ucap Stuart lalu beberapa orang membawa sebuah spidol hitam dan beberapa spidol lainnya tampak Arthur yang sedang menutup mata mulai dulu ke wajahnya oleh Stuart, sementara Samuel dan Steven tertawa melihat lukisan sang ayah di wajah Arthur "bodohnya Arthur mendingan dia digantung selama 1 jam di tiang di dekat taman daripada harus dilukis wajahnya lihat sana wajahnya sudah dilukis seperti anak anjing apalagi besok dia akan menikah tak akan ada yang mengenali wajahnya jika seperti itu." ucap Samuel


"Kau benar oh kasihan sekali dia pasti semua orang akan tertawa melihat wajahnya apalagi spidol itu di pesan ayah khusus yang tak akan hilang selama satu minggu." ucap Steven sambal keduanya terkekeh bersama-sama sementara Arthur dengan otak polosnya berpikir bahwa itu hanya spidol biasa yang jika dicuci akan terhapus tampak luar dengan penuh semangat melukis wajah Arthur dengan berbagai warna yang dicampur kan ke wajah Arthur membuat wajah Arthur seperti topeng monyet "baiklah lukisannya sudah jadi sekarang kau jauh lebih tampan dari biasanya, sekarang mari kita lanjutkan permainan tapi permainan ini berbeda dengan main catur dan aturannya pun berbeda hukumannya kali ini adalah minum." ucap Stuart, lalu mereka semua pun melanjutkan permainannya


Tanpa terasa pagi sudah menyapa Kevin baru saja tiba di bandara setelah perjalanan yang cukup panjang sebuah mobil sudah menjemput Kevin tampak Kevin langsung masuk ke dalam mobil tersebut sementara di kediaman Leo tampak semua orang heboh melihat calon pengantin yang wajahnya seperti topeng monyet sementara itu Stuart Steven dan Samuel sudah kembali ke kediaman mereka masing-masing meninggalkan Arthur sendiri tidur di taman karena semalam Arthur kalah terus dalam permainan yang di ciptakan Stuart


"Astaga Arthur apa yang terjadi pada wajahmu dan mengapa kau tidur di taman seperti ini kakek baru saja akan berolahraga di taman agar terlihat bugar tapi melihatmu tidur di bangku taman membuat kakek terkejut." ucap tuan Leo


Tampak Arthur keluar dari kamar mandi dengan lesu menutup wajahnya dengan handuk dari kamar mandi, begitu sampai di taman dimana kakek Leo berada tampak Arthur langsung menghabiskan air madu yang ada di meja taman kakek Leo tampak melihat ke arah Arthur yang minum sambil menutup wajahnya dengan handuk, "ada apa denganmu kenapa wajahmu jangan bilang coretan di wajahmu tidak bisa terhapus." ucap tuan Leo lalu menarik handuk dari tangan Arthur yang dia gunakan untuk menutupi wajahnya


kakek coretan spidol Di wajahku tidak bisa "menghilang aku sudah menggosok dengan sangat keras ucap Arthur dengan wajah yang terlihat sedih sementara Stuart yang sedang tertidur tampak jatuh dari tempat tidur Karen ketika Kikan bangunan, Kikan langsung menendang Stuart hingga jatuh kenapa kau tidur di sini kau Bau dan jelek membuta aku jengkel saja pagi pergi kau dari kamar ini awas saja jika kau masih ada di kamar setelah aku mandi ." ucap Kikan lalu bangkit menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya


"Aduh sayang kenapa kau Setega itu padaku padahal semalam saat aku masuk dan tidur kau memelukku dengan sangat erat." ucap Stuart, " kau memang selalu mengunakan kesempatan dalam kesempitan kau tau aku sedang tidur jadi kau mengunakan kesempatan tersebut untuk tidur denganku dasar pria licik jelek." ucap Kikan sebelum masuk kamar mandi, Stuart langsung bangkit dan keluar dari kamar menuju kamar sebelah untuk mandi


Sementara Arthur Tampak sedang berusaha membersihkan wajahnya, sementara Kevin yang baru tiba di kediaman tuan Leo sangat terkejut saat mobil yang dia tumpangi masuk ke sebuah pekarangan rumah mewah bak istana, "permisi pak sopir apa tidak salah alamat pak aku ke sini untuk bertemu dengan Tuan arthur." ucap kevin, "maaf tuan aku sudah membawa anda di alamat yang tepat tuan Arthur memang ada di dalam kediaman tuan." ucap sopir


Mendengar perkataan sang sopir Kevin terdiam kini mobil yang di tumpanginya sudah terparkir sempurna sang sopir langsung keluar dan membuka pintu, Kevin pun keluar dari mobil tampak Kevin membawa tasnya dan berdiri di teras seorang pelayan langsung menghampiri Kevin maaf tuan anda tuan Kevin mari ikut saya tuan Arthur menunggu anda." ucap pelayan tersebut lalu masuk bersama Kevin ke dalam rumah tampak Kevin kagum dengan pemandangan di dalam rumah tersebut.


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya