
Setelah kepergian Abraham tampak Samuel langsung mengambil remote tirai jendela begitu menekan tombol tidak langsung terbuka Samuel sedikit kecewa karena wanita yang tadi menari sudah tak ada lagi, sepertinya dia sudah kembali ke kamarnya sebaiknya aku juga pulang ini sudah mau hampir jam makan malam ucap Samuel lalu merapikan barang-barang miliknya kemudian turun menuju ke tempat parkir
Sementara itu bibi Emily yang baru saja selesai berbelanja tampak keluar dari mobilnya tapi saat hendak berjalan menuju sebuah pintu tapi tiba-tiba bibi Emeli sedikit terpeleset membuatnya hampir saja terjatuh untung saja pria langsung menolongnya dengan sedikit menarik baju milik bibi Emeli membuat bibi Emily langsung terpesona pada pria tersebut setelah membantu bibi Emeli pria tersebut tampak langsung melangkah pergi tampa melihat ke belakang, sementara itu bibi Emeli tampak terpesona dengan pria tersebut karena sangat tampan dan keren sampai di terpaku, saat kesadaran bibi Emeli mulai terkumpul dia berniat untuk mengejar pria tersebut tapi sayangnya mobil pria tersebut sudah melesat keluar dari tempat parkir tersebut, " sial harusnya aku mengucapkan terima kasih padanya sekalian berkenalan sepertinya dia pria kaya raya terlihat dari pakaian dan mobil yang digunakannya, aku harus mencari tahu pria tersebut aku ingin mengucapkan terima kasih sekalian mengajaknya makan malam." ucap Bibi Emeli sambil tersenyum terbayang wajah pria tersebut
"Ada apa dengan wanita zaman sekarang jalan saja mereka bisa sampai hampir jatuh ah mungkin saja karena dia sudah terlihat tua sehingga tubuhnya kurang fit." ucap Samuel sambil mengendarai mobilnya menuju kediaman orang tuanya
Sementara itu Emeli yang berada di kamarnya tampak sangat gembira karena mendapatkan kabar bahwa ayahnya akan mengajaknya untuk berjalan-jalan di salah satu pertokoan terbesar di kota A
Sementara itu di rumah sakit tampak Sofia dan Dinda yang sedang makan cemilan sambil bercerita di ruangan Sofia, "oh ya kak Sofia aku lupa bertanya padamu saat kau pergi selama satu bulan lebih apakah ada sesuatu yang terjadi sepertinya kau kadang terlihat melamun semenjak kau kembali dari sana." ucap Dinda
Sofia tersenyum memang Dinda selalu memperhatikan orang sekitarnya tanpa terkecuali "tidak aku hanya merasa suasananya berbeda saja saat aku kembali dari sana sehingga aku mungkin sering memikirkan sesuatu membuat aku kadang melamun." ucap Sofia
"Di mana dokter Aris ini katanya dia akan melanjutkan jaga mu setelah urusannya selesai tapi sampai jam 10 dia belum juga muncul apa mungkin dia tak berencana kembali ke rumah sakit." ucap Dinda
"Sabarlah sedikit mungkin saja dia melakukan sesuatu sebelum kemari lagi pula kan dia mengatakan jam 10.00 lewat ini baru mau jam 10.00." ucap Sofia
Sementara itu di gudang di mana dua pria tadi bertemu tampak dokter Aris sedang menunggu seseorang setelah mendapatkan kode dari sebuah mobil dokter Aris langsung masuk ke dalam mobilnya kemudian kedua mobil tersebut melaju beriringan menuju rumah sakit begitu sampai di rumah sakit tampak mobil dokter Aris langsung masuk ke dalam parkiran rumah sakit sementara mobil satunya tampak berada di luar sakit
Tampak dokter Aris bergegas masuk ke dalam rumah sakit setelah masuk ke dalam ruangannya dan memakai baju kebesarannya dokter Aris keluar dari ruangannya lalu menuju ke ruangan Sofia tampak dokter ruang kerja Sofia yang berselang lama Dinda membuka pintu tersebut tampak dokter Aris tersenyum, "maaf aku tak membawa apapun tadi aku sedikit terburu-buru karena berpikir kau pasti ingin segera pulang ke rumah." ucap dokter Aris
"kak Aris akhirnya kak Aris datang juga aku pikir ke Arista akan datang sudah tidak apa-apa yang penting kak Aris datang kami memang berencana untuk pulang." ucap Dinda sementara Sofia hanya mengangguk
"Tidak aku hanya ingin mengantar kalian ke depan sebagai permintaan maaf ku karena tak membawa apapun setalah meminta tolong pada kalian." ucap dokter Aris beralaskan
"Untuk apa dokter Aris as melakukan itu bukannya seharusnya aku yang berterima kasih pada dokter Aris karena mau melanjutkan jaga ku yang seharusnya aku di rumah sakit sampai besok pagi tapi karena dokter Aris aku hanya beberapa jam di rumah sakit lalu bisa pulang dan tidur." ucap Sofia
Itu tidak masalah untukku ayo aku antar sampai ke depan ucap dokter Aris lalu berjalan di belakang Sofia yang sudah berjalan duluan keluar dari ruangannya setelah itu Dinda mengunci pintu ruangan Sofia lalu berjalan mengejar Sofia lalu menggandeng tangannya kini mereka sudah berjalan menuju ke parkiran sementara itu orang suruhan dokter Aris tampak terus melihat ke arah pintu utama rumah sakit setelah menunggu beberapa saat tampak dua orang wanita dan dokter Aris di belakangnya tampak dokter Aris memberi kode kiri pada pria yang berada di dalam mobil bawah wanita yang ingin diculik yang berjalan di sisi kiri
Tempat Sofia dan Dinda langsung masuk ke dalam mobil setelah berpamitan dengan dokter Aris kini mobil Sofia sudah melaju keluar dari rumah sakit sementara mobil parah penculik mulai melaju membuntuti mobil Sofia, sementara itu dokter Aris tampak tersenyum sua puas sambil melambaikan tangannya begitu kedua mobil tersebut melesat pergi
Sementara itu di dalam mobil tampak Sofia sedikit bingung karena ada sebuah mobil yang mengikutinya "ada apa mobil itu mengikuti kita." ucap Sofia membuat Dinda langsung melihat ke arah spion tengah, "entahlah apa yang merasuki mobil tersebut sehingga dia berniat mengikuti mobil kita atau mereka adalah penculik atau perampok." ucap Dinda
"Mungkin saja itu penculik atau perampok karena plat mobilnya tidak ada bagaimana kalau kita bermain-main dengan mereka sepertinya seru." ucap Sofia , "bagaimana kalau kau serahkan ini padaku biarkan aku dan Abraham yang memainkan peran pangeran menyelamatkan putri kebetulan sudah ada penjahatnya." ucap Dinda
Mendengar perkataan Dinda membuat Sofia langsung tertawa terbahak-bahak "apa kau sudah gila bermain pangeran berkuda putih di saat seperti ini memangnya Abraham akan langsung datang kemari jika kau menyuruhnya datang." tanya Sofia
"Ayolah kak Sofia aku kan ingin juga ada adegan tersebut dalam kisah cintaku kalau aku menyelamatkan diriku sendiri itu sama saja bohong aku kan juga ingin merasakan bagaimana saat diselamatkan oleh pria yang aku cintai." ucap Dinda.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya