
Mendengar perkataan sang kekasih membuat pria tersebut terdiam setelah berpikir baik-baik betul juga jika memang kekasihnya memiliki hubungan dengan pria itu pasti wanita itu akan menariknya masuk ke dalam kamar melewati pria tersebut "benarkah sayang kau tak mengenal pria itu dan tak berniat untuk meninggalkanku, aku sangat mencintaimu sayang aku tak ingin kau sampai berdekatan dengan siapapun apalagi sampai tanganmu dipegang oleh orang lain, tapi siapa pri itu memegang tanganmu aku harus membuat perhitungan dengannya." ucap pria tersebut
"Jangan sayang dia tidak bersalah dia juga cepat terkejut tadi apalagi dia tamu kak Sofia Apa kau ingin berusaha dengan kak Sofia kau tidak inginkan urusan dengan kak Sofia ucap wanita tersebut, "kau benar sayang apalagi ini villa milik Sofia, ayo mari kita keluar untuk makan malam bersama dan untuk memperlihatkan pada semua orang bahwa kita baik-baik saja." ucap pria tersebut lalu mereka keluar dari kamar menuju meja makan
Sementara itu di ruang makan tampak dan yang lainnya sudah ada di meja makan tampak sofia yang duduk di kursi utama disusul Samuel dan istrinya kemudian Steven dan istrinya kemudian yang lain duduk di kursi yang ada di meja makan tak berselang lama muncul Dion dan Sheila yang baru saja keluar dari kamar, "baiklah sebelum kita makan bagaimana kalau kita saling mengenal agar tidak terjadi kesalahpahaman kenalkan dia adalah Arthur rekan bisnis dari kakak Samuel dan sekaligus tamu di villa ku, sementara itu pria yang di sampingnya adalah asistennya yang bernama Kevin, untuk dan ini adalah kakak iparku yang bernama Anisa istri dari kakak Samuel sedangkan yang ini adalah Emily istri dari kakak Steven, sementara dua orang wanita ini adalah Dinda dan Sheila mereka adalah keluarga begitupun Abraham yang pasti kalian sudah kenal sebagai asisten Samuel dan yang satunya adalah Dion di asisten Steven." ucap Sofia saling memperkenalkan mereka semua yang berada dalam ruangan tersebut
Tampak Arthur dan Kevin berdiri lalu menyapa semua orang yang ada di meja tersebut begitupun yang lain memberikan reaksi dengan menghormati Arthur dan Kevin, sementara Anisa hanya fokus pada makanan yang ada di hadapannya dia tidak peduli dengan hal lain jadi sekarang kita boleh makan kan ucap Anisa lalu memakan makanannya tanpa mengatakan apa-apa lagi hanya bisa tersenyum dan mengangguk pada istrinya
Makan malam pun dimulai dengan suasana yang tak terlalu banyak aktivitas selain makan mungkin karena mereka belum saling mengenal satu sama lain sehingga tak banyak yang bisa mereka bicarakan apalagi Samuel dan Steven adalah tipe pria pencemburu yang tak bisa melihat istrinya berbicara dengan pria manapun begitupun Abraham dan Dion, kini semuanya telah selesai makan Mereka tampak sedang duduk di teras sambil melihat pemandangan laut "sepertinya kita duduk begini sedikit membosankan bagaimana kalau kita membuat sebuah permainan." ucap Steven
"Permainan seperti apa." tanya Samuel, bagaimana kalau kita mengadakan beberapa lomba yang tentu saja bisa menghibur kita semua dan bisa membuat kita lebih asik untuk menghabiskan waktu di villa ini." ucap Steven, "bagaimana kalau bermain catur dan kartu." ucap Abraham, tampak Anisa yang tadinya diam lalu tersenyum ke arah semua orang membuat beberapa orang di sana sedikit takut melihat senyum manisnya tersebut karena tidak biasanya ibu hamil itu mengeluarkan idenya, "aku punya sesuatu yang bagus bagaimana jika kita melakukan beberapa perlombaan seperti lomba merias lomba joget dan lomba menyanyi dan terakhir lomba berkata jujur atau tantangan." ucap Anisa , tak ada yang berani menolak perkataan ibu hamil tersebut karena dia sedang hamil cucu pertama dari keluarga huges tampak semua orang saling melirik "ah seperti itu ide yang bagus tak ingin kakak iparnya merasa kecewa, tampak para pelayan langsung mempersiapkan semua yang dibutuhkan untuk perlombaan
Kini semua orang sudah berada di depan villa milik Sofia di mana ada sebuah tenda besar serta sebuah panggung dan beberapa kursi dan meja yang sudah disediakan seperti sebuah tempat acara, "baiklah karena Anisa sedang hamil besar jadi dia tidak bisa mengikuti perlombaan yang diadakan dia hanya akan menjadi penonton yang akan bermain saat ini adalah berjumlah 10 orang jadi bagaimana kalau kita membagi dua kelompok." ucap Samuel
"Bagaimana kalau kau saja yang menjadi jurinya dan kami akan berpasang-pasangan untuk memenangkan perlombaan ini." usul Sofia, tampak Anisa berpikir sejenak kemudian dia mengangguk setuju baiklah tapi aku yang akan memilih kalian akan berpasangan dengan siapa." ucap Anisa, semua mengangguk setuju baiklah Steven akan berpasangan dengan Kevin sementara Sofia dengan Arthur dan Samuel dengan istrinya Emeli, Abraham dengan Dinda sementara Dion dengan Sheila." ucap Anisa
Mengapa aku harus berpasangan dengan Kevin mengapa aku tidak berpasangan dengan Sofia saja biar Kevin bersama Arthur ucap Steven mengeluarkan protesnya , Steven benar mengapa Sofia harus berpasangan dengan Arthur biarkan Arthur berpasangan dengan asistennya biar Steven saja yang berpasangan dengan Sofia." ucap Samuel Kedua saudara itu sepertinya tak ikhlas bila Sofia berdekatan dengan Arthur walaupun itu hanya dalam perlombaan
Anisa melihat kedua orang pria yang wajahnya bagai pinang dibelah dua "jadi kalian tak terima apa yang aku katakan jadi kalian protes baiklah aku tidak akan mencampuri lagi acara ini aku akan pergi menelepon Ayah Stuart untuk menjemput ku karena kalian berdua menindas ku di sini." ucap Anisa mengancam akan menelepon sang mertua, kontak saja kedua pria itu tak berani lagi membuka mulutnya setelah mendengar perkataan Anisa yang lain tampak menyembunyikan senyum mereka mendengar perkataan Anisa apalagi melihat muka kedua orang pria yang saat ini tidak menerima semua yang terjadi tapi mau tidak mau mereka harus menerimanya
"Jadi kalian masih akan protes atau melanjutkan permainan ini aku capek berbicara baiklah karena sudah tidak ada yang protes lagi kita akan melakukan permainan pertama yaitu menutup mata pasangan kita dengan kain lalu mereka akan mulai merias wajah kita dengan makeup."ucap Anisa, tampak para pelayan langsung membawakan alat untuk merias wajah kini mata pasangan yang akan merias sudah di tutup, tampak Arthur menutup Mata Sofia agar dia bisa meriasnya begitupun pasangan yang lainnya sementara itu Steven dan Kevin, Kevin lah yang akan merias wajah Kevin, acara pun dimulai tampak Sofia, Emily, Steven, Dinda dan Sheila berusaha merias wajah orang yang ada di hadapan mereka .
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya