My Wife My Hero

My Wife My Hero
5.carla vs Anisa



Tampak carla dengan penuh percaya diri berjalan menuju ke ruangan Steven, Tapi saat dia akan tiba di ruangan Steven seorang wanita menghadang dirinya "maaf nona anda ingin bertemu dengan siapa dan ada urusan apa ." tanya Anisa


Carla cukup terkejut melihat Anisa yang berada di meja sekretaris, "Jangan katakan kau adalah sekretaris baru Steven tapi pilihannya kali ini lebih baik daripada yang lalu." ucap Carla sombong


"Ya aku sekretaris baru Tuan Steven sekarang katakan Anda ingin ke mana dan ada urusan apa." tanya Anisa


"Aku adalah kekasih Steven dan aku ingin bertemu dengannya." ucap Carla


"Maaf jika ini mengenai masalah pribadi sebaiknya Anda bertemu di luar saja." ucap Anisa


Carla menatap Anisa dengan tatapan yang sulit diartikan "Apa maksudmu berani beraninya kau mengatakan hal seperti itu kau hanya seorang sekretaris." ucap Carla


"Silakan kembali dan hubungi tuan Steven lalu bertemu di luar setelah jam kantor atau aku akan memanggil keamanan untuk mengusir anda." ucap jelas Anisa


Carla langsung mengambil ponselnya dan menelepon Steven sementara Steven yang sedang bekerja tampak melihat ponselnya lalu mengangkatnya "ada apa Sayang kenapa kau menghubungiku." ucap Steven


"Aku ada di luar ruangan mu dan sekretaris barumu mengusirku." ucap Carla, Steven menepuk jidatnya dia baru ingat ada Anisa di luar yang saat ini menjadi sekretarisnya "sayang sebaiknya kau menungguku di restoran aku akan ke sana sebentar lagi." ucap Steven lalu Mematikan ponselnya, sontak saja Carla sangat kesal karena Steven bukanya keluar dari ruangannya tapi menyuruhnya menunggu di restoran tempat mereka biasa makan apalagi Steven langsung menutup teleponnya


"Kau awas kau aku akan membuat perhitungan dengan mu." ucap Carla lalu berbalik menuju lift, semua orang melihatnya begitupun resepsionis Carla melangkah dengan cepat keluar dari perusahaan dia sangat malu karena di usir oleh seorang sekertaris


Kini sofia dan Dinda di dalam mobil milik Sofia yang melaju ke sebuah restoran "oh iya kak aku dengar Anisa bekerja di kantor Kakak Steven menjadi sekretarisnya." ucap Dinda, sontak saja hal tersebut membuat Sofia mendadak mengerem mobilnya, membuta Dinda langsung terjungkal ke depan untung saja Dinda memakai sabuk pengaman


"Asataga benarkah ha ha ha ha." tawa Sofia membuat Dinda sedikit bingung, "ada apa kenapa kakak tertawa seperti itu." tanya Dinda


"Wah ini berita yang sangat baik Ayo kau cepat hubungi Anisa bilang kakak mengajaknya untuk makan siang di restoran." ucap Sofia, Dinda langsung mengambil ponselnya dan menghubungi Anisa setelah berbicara beberapa saat Dinda langsung menutup teleponnya "bagaimana." tanya Sofia


"Anisa akan langsung menuju restoran saat jam makan siang." ucap Dinda


Sementara itu di perusahaan tampak Kevin melihat jam di tangannya yang menunjukkan waktunya jam makan siang lantas Steven keluar melihat Anisa dengan tatapan yang sulit diartikan "kau jangan membuat kekacauan Aku akan pergi makan siang." ucap Steven dengan jarak yang agak jauh dari Anisa entah mengapa Steven takut pada Anisa, Anisa hanya tersenyum dan menunduk hormat tanpa berkata apapun membuat Steven semakin dongkol karena jika dia yang berbicara Tak akan ada reaksi dari Anisa dan begitu pun masalah pekerjaan jika berbicara Anisa sangat singkat padat dan jelas serta tanpa ekspresi seperti ayahnya Bima tanpa rasa bersalah


Setelah kepergian Steven, Anisa merapikan barangnya Karena dia sudah membuat janji dengan Sofia dan Dinda di sebuah restoran


Sementara ayah Leo yang sudah keluar dari tadi dari perusahaan Steven tampak berada di sebuah restoran bersama paman Jack dan ayah dokter intan


"Rasanya sangat nyaman setelah pensiun apalagi ada cucu yang di harapkan." ucap ayah leo


"Tuan benar aku bersyukur bisa hidup damai seperti saat ini bebas dari semua beban hidup." ucap paman Jack


"Oh iya aku dengar ke dua cucumu menjadi asisten, cucu tuan Leo ." ucap ayah intan


"Ya sepertinya mereka mewarisi tradisi dari kakek sampai ke cucu." ucap paman Jack sambil tertawa


"Sebenarnya aku yang memaksa anak bungsu Bima untuk menjadi sekretaris cucuku Steven soalnya Steven selalu membuat ibunya pusing membuatku harus menemukan seseorang yang bisa membuatnya tak berkutik dan Anisa adalah satu-satunya orang yang tak bisa membuatnya berkutik dari kecil hingga dewasa, untung saja Anisa sudah lulus kuliah." ucap ayah Leo


"Hahaha aku pikir Steven takkan takut pada siapapun apalagi gadis tapi aku bingung hanya Steven yang berbeda dia sangat ramah dan sedikit Playboy." ucap ayah intan


"Entah apa yang terjadi pada anak itu mungkin dia pernah di khianati wanita sampai dia bersikap seperti itu, padahal aku ataupun ayahnya tak seperti itu." ucap Ayah leo


"Aku jadi penasaran kenapa tidak Anisa dari kecil sampai dewasa." tanya ayah intan


Ayah Leo dan Paman langsung tertawa terbahak-bahak mengingat apa yang terjadi di masa lalu


"Kau pasti akan tertawa terbahak-bahak jika mendengar cerita kau tahu kan saat Steven dan Abraham hanya dua bulan berselang dua tahun kemudian Anisa lahir dan yang membuat Bima bahagia adalah karena Anisa wajahnya sangat mirip dengannya dengan wajah yang mirip tentu saja sifatnya agak mirip saat Anisa berumur satu tahun Steven bermain-main dengan Anisa tapi saat itu gigi Anisa sedang tumbuh dan gatal membuatnya ingin menggigit apapun jadi Steven bermain-main dengannya tanpa sengaja Anisa menggigit jari Steven yang dekat dengan mulutnya dan tak ingin melepaskannya membuat Steven menangis tak karuan karena Anisa menggigitnya sampai jari Steven itu bengkak semenjak itu Steven sangat takut pada Anisa." ucap ayah Leo sambil tertawa


"Astaga Apa mungkin karena gigitan jari Anisa membuat Steven menjadi playboy karena merasa tersakiti oleh seorang wanita." ucap ayah intan sambil bercanda


Ayah Leo dan Paman Jack saling melihat tapi mungkin saja jadi obat untuk Steven hanya satu yaitu Anisa." ucap ayah Leo


"Bagaimana bisa cucuku Annisa adalah obat untuk Steven sedangkan Steven itu doyan wanita seksi dan cantik, aku yakin ayahnya pun tak akan setuju pada Steven yang sudah terkenal sebagai Playboy." ucap paman Jack


"Kau jangan terlalu berpikir sempit cucuku tidak seperti itu walaupun dia terkenal Playboy tapi dia tak pernah sampai tidur dengan para wanita itu dia hanya sekedar mentraktir makan malam dan icip-icip sedikit saja." ucap Ayah Leo


"Aku tak yakin dia hanya icip-icip sedikit namanya juga pria kalau dikasih mana mau Mereka menolak." ucap paman Jack


"Sudahlah berhenti membahas mereka kita ke sini untuk makan siang bersama dan melepas rindu serta saling menceritakan apa yang ingin kita lakukan, Kalau memang mereka berjodoh mereka pasti akan bersama kalaupun tidak berjodoh diusahakan agar berjodoh." ucap ayah intan.


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya