
"Oh astaga sayang sejak kapan kau ngidam mengapa aku tidak tahu pantas saja aku tak pernah merasakan ngidam atau apapun Sampai ibu bingung aku tak merasakan apapun ternyata selama ini kau yang merasakannya terus kenapa kau tak pernah cerita padaku kalau kau menginginkan sesuatu atau merasakan sesuatu saat aku hamil." tanya Sofia
"Sebenarnya sejak beberapa minggu terakhir ini aku merasa pusing dan mual tapi aku selalu menahannya di hadapanmu dan akan mengeluarkan yang sudah berada di perusahaan dan aku selalu ingin makan sesuatu yang di luar nalar tiba-tiba saja aku ingin memakannya tapi walaupun makanan itu menurut orang tidak enak tapi jika sudah aku makan rasanya sangat enak." ucap Arthur
"Pantas aja aku sering melihat memakan secara diam-diam aku pikir kau memang kelaparan dan memang kau terbiasa makan seperti itu aku tak pernah berpikir bahwa kau sedang mengidam." ucap Sofia, "tapi aku bersyukur sayang karena aku yang merasakan semua ini aku tak ingin kau merasakan sakit apapun saat mengandung anak kita." ucap Arthur, mendengar perkataan Arthur membuat Sofia sangat bahagia
Sementara itu Ruben yang sedang memikirkan cara bagaimana agar bisa bertemu dengan Malika tampak tersenyum memikirkan sesuatu dia berencana menyuruh neni untuk mengajak Malika berbelanja dengan begitu dia bisa membawa malaika pergi untuk berbicara dengannya, sepertinya itu ide yang baik dengan begitu tak akan ada orang yang curiga padaku aku akan diam-diam mengikuti di mana Neni dan Malika pergi lalu aku akan membawa Malika pergi untuk berbicara dengannya." ucapan sambil tertawa menemukan solusi untuk bertemu Malika
Di tempat lain tempatnya di markas Ruben tampak biar pria yang memakai penutup wajah berada di dalam sebuah ruangan kerjanya tampak pria tersebut sedang memeriksa data-data yang ada tak beberapa lama seorang pria masuk ke ruangan tersebut, "Tuan sepertinya kita kekurangan stok gadis yang akan kita jual Apa tidak sebaiknya kita mencuri beberapa gadis lagi." ucap pria tersebut
"Di mana ridho aku belum melihatnya saya lihat ini bukankah dia keluar untuk bertemu dengan kekasihnya." ucap pria yang mengunakan penutup wajah, aku juga tidak tahu tuan belum ada orang yang melihatnya kembali ke markas padahal seharusnya dia sudah kembali beberapa jam yang lalu." ucap pria tersebut
"Bagaimana bisa dia belum kembali ke markas dia harus mengirim beberapa senjata dan para gadis-gadis itu ke tempat penjualan apalagi dia yang memegang semua transaksi yang akan kita lakukan cepat cari dia." ucap pria yang mengunakan penutup wajah
"Baik Tuan kami akan segera mencarinya." ucap pria tersebut lalu keluar dari ruangan tersebut meninggalkan pria yang menggunakan penutup wajah sendiri di dalam ruangan
Sementara itu ana yang merasa tempat tinggalnya saat ini sudah tidak aman lagi bergegas mengambil semua barang-barang berharga milik Maya dan berencana untuk mengosongkan apartemen ini setelah mengepak semua barang-barangnya anna bergegas keluar dengan kopernya menuju ke dalam mobil miliknya dia akan tinggal beberapa hari di hotel sebelum membeli sebuah rumah dengan uang yang sudah dihasilkan selama ini dari para pria-pria tersebut tampak mobil ana sudah keluar dari tempat parkir apartemen melaju membelah jalan sementara itu pria yang keluar dari ruangan pria yang menggunakan penutup wajah tampak mengambil ponselnya lalu berusaha menghubungi ridho tapi ponselnya tidak aktif sama sekali membuatnya sedikit bingung "kalian berdua kemarin apa kalian tahu di mana kediaman kekasih ridho." tanya pria tersebut, keduanya tampak saling memandang kemudian menggeleng
"Apa kalian tahu di mana kediaman kekasih ridho kalau kalian tahu cepat pergi ke kediaman kekasih ridho dan cari dia di sana Tuhan ingin dia melakukan pekerjaannya malam ini." ucap pria tersebut, "setahu kami wanita itu tinggal di apartemen tapi untuk alamatnya kami tidak begitu yakin tapi sepertinya apartemen tersebut berada di pusat kota karena aku pernah diajak ridho untuk melihat apartemen tersebut dari jauh." ucap pria yang baru datang
"Baiklah pergilah ke apartemen tersebut dan tanyakan apa benar kekasih ridho tinggal di sana jika memang benar pajak mereka apakah benar ridho pernah datang ke apartemen tersebut jika memang pernah segera tanyakan nomor apartemen kekasih ridho dan cari Rido di sana karena ponselnya tidak aktif." ucap pria tersebut, pria yang tadi dipanggil langsung menunduk hormat bergegas keluar dari tempat tersebut dan masuk ke dalam sebuah mobil sementara penjaga yang tadi dipanggil tanpa kembali di tempat jaganya
Sementara ana yang sudah tiba di hotel tampak langsung memesan sebuah kamar ini anak sudah berada di kamarnya Dan meletakkan tasnya lalu berbaring di ranjang "sebaiknya aku jangan dulu kembali ke apartemen tersebut biar saja apartemen itu kosong sampai tulang-belulang itu nanti aku singkirkan jika waktunya tepat untuk saat ini sepertinya aku hanya harus menyimpan tulang-belulang itu dengan baik, astaga aku sampai lupa kalau aku membawa dompet dan beberapa barang yang ada pada pria yang merupakan kekasih Maya " ucap Anna bangun dan memeriksa tas miliknya dan mengeluarkan sebuah tas yang di dalamnya terdapat barang-barang milik kekasih Maya
Sementara itu dua orang pria tampak sudah tiba di sebuah gedung apartemen tanpa keduanya masuk setelah berbicara beberapa menit dengan penjaga apartemen keduanya langsung menaiki lift naik ke atas setelah tiba di unit apartemen yang mereka cari keduanya tampak menekan bel tapi tidak ada jawaban dari dalam apartemen bagaimana "apakah kita harus kembali dan mengatakan bahwa penghuninya tidak ada." tanya pria yang menekan bel
"Sebaiknya kita menunggu dulu di sini beberapa saat atau kita awasi saja gedung apartemen ini dari rumah makan di sebelah jika sampai besok tak ada ridho yang keluar ataupun masuk maka kita akan masuk secara diam-diam ke dalam apartemen untuk memeriksa sesuatu siapa tahu saja ridho sudah kabur bersama hasil penjualan senjata dan para wanita yang kita culik." ucap pria yang satunya
"Kau benar aku akan menghubungi tuan dan mengatakan hal tersebut Ayo sebaiknya kita pergi dari tempat ini dan menuju ke restoran depan untuk memantau daerah ini." ucap salah seorang pria tersebut lalu mereka berjalan keluar dari gedung apartemen menuju warung makan di sebelah gedung apartemen.
Jangan lupa like komen vote dan hadiahnya