My Wife My Hero

My Wife My Hero
382. tidur



Tania yang melihat Kevin menatapnya dengan tatapan seperti itu langsung menatap balik Kevin dengan tetapan jahatnya "Kenapa kau melihatku seperti itu balik badan sana Jangan melihatku aku memakai baju ini karena kepanasan bukan sengaja untuk memperlihatkan tubuhku kepadamu." ucap Tania


Kevin langsung menoleh ke tempat lain setelah mendengar perkataan Tania dalam hati Kevin "untunglah aku sudah pernah merabanya dan memegangnya jadi ya aku bisa merasakannya sedikit walaupun aku tak bisa menikmatinya." ucap kevin


Sementara itu di ruang kerjanya tampak Ruben melihat ponselnya lalu menelepon bawahnya yang dia perintahkan untuk menculik Neni dan kedua orang tuanya, tapi tak ada jawaban dari para bawahannya, "ada apa ini apa yang terjadi kenapa mereka mengabaikan panggilan telepon ku ." ucap Ruben


Sementara sofia setelah kepergian Arthur tadi langsung ke tempat di mana Denis sedang di rawat untuk menghilangkan racun yang sudah menyebar ke seluruh tubuhnya Untung saja sofia sudah sangat ahli dalam pembuatan racun dan penawarnya, tampak salah seorang profesor mendekati Sofia yang baru saja masuk ke dalam ruangan tersebut , selamat siang nyonya "kami sudah memberikan obat yang anda berikan sesuai dosis yang ada dan hasilnya sangat mengejutkan racun yang ada di tubuh tuan Denis semakin berkurang jika racun itu bisa hilang dengan cepat itu akan membuat kita bisa segera mengoperasi Deni untuk memperbaiki saluran pencernaan yang sedikit tertutup akibat racun dan beberapa bagian dalam tubuh tuan Denis yang harus di bersihkan langsung takutnya ada racun yang mengendap tanpa kita ketahui dan juga agar sistem kesehatan tubuhnya lebih optimal." ucap profesor tersebut


"Selamat siang profesor itu hal yang baik aku juga memikirkan hal yang sama kita harus memeriksa tubuhnya secara teliti setelah racun di tubuhnya sudah hilang dengan membedah tubuhnya dan membersihkan organ tubuhnya." ucap Sofia setelah keduanya berbicara Sofia masuk kedalam ruangannya sementara profesor yang berbicara dengannya tampak masuk ke sebuah ruangan di mana profesor yang lain sudah menantikan hasil diskusi profesor tersebut dengan Sofia


"Bagaimana apakah nyonya Sofia setuju dengan yang akan kita lakukan stelah racun yang ada di tubuhnya sudah hilang." tanya salah seorang pria di ruangan tersebut , nyonya sangat setuju dengan ide tersebut jadi kita harus mempersiapkan diri untuk operasi pembersihan tersebut." ucap profesor yang berbicara dengan Sofia sementara yang lain hany mengangguk mengerti


sementara itu Ruben yang sudah sangat gelisah di ruangannya menanti kabar dari para bawahannya yang dia tugaskan menculik Neni dan keluarganya tampak langsung mengambil ponselnya dan menelepon salah seorang bawahannya untuk memeriksa apa yang terjadi di kediaman Neni dan mengapa orang-orang suruhannya belum juga memberikan kabar, setelah menghubungi bawahannya dan memberikan perintah tersebut Ruben kemudian mematikan panggilan telepon lalu bangkit hendak pergi ke kamarnya untuk berendam karena merasa sangat gerah


sementara itu Arthur yang sudah tiba di kediamannya tampak tersenyum saat melihat profesor Abdullah sedang bersantai sambil membaca koran "kakek sudah bangun bagaimana istirahat Kakek apakah nyaman." tanya Arthur yang baru saja masuk ke dalam kediaman miliknya


"aku baru saja menghadiri pernikahan Kevin asistenku yang tadi membuat masalah untungnya dia bertanggung jawab dan menikahi wanita yang sudah dilecehkan mungkin Sofia sedang pergi untuk memeriksa keadaan Denis." ucap Arthur yang sudah duduk di hadapan profesor Abdullah


"syukurlah Dia adalah lelaki yang bertanggung jawab dan langsung menikahi wanita tersebut oh iya benar juga apa yang kau katakan pasti Sofia ke sana oh iya bukankah ini waktunya kita bersantai bagaimana kalau kita main catur sepertinya taman di belakang itu sangat cocok untuk kita bertanding." ucap profesor Abdullah


iya kakek aku bersyukur akhirnya dia bisa menikah dengan wanita sungguhan aku pikir dia akan menjadi pencipta lato-lato setelah tahu bahwa wanita yang diincar adalah wanita jadi-jadian, wah ternyata kesukaan kita sama Kakek ayo kita main aku akan menyuruh pelayan menyediakan semuanya lalu kita akan bermain kakek baiklah kakek tapi aku akan mengganti pakaian ku terlebih dahulu." ucap Arthur lalu bangkit dan bergegas ke kamar setelah menyuruh pelayanan menyiapkan catur di taman belakang dan berbagai macam minum dan cemilan


sementara Ruben yang sedang berendam tampak sedang menikmati wangi aroma terapi yang sengaja dia teteskan di bak mandi di mana Dia sedang berendam sementara itu bawahan Ruben tampak sedang memeriksa rumah neni dari jauh, tampak pria tersebut menautkan alisnya saat melihat penjagaan di rumah nenek sangat ketat dan tidak ada tanda-tanda orang-orang yang diutus Ruben datang ke tempat tersebut bahkan rumah itu terlihat biasa saja seolah-olah tidak pernah ada sesuatu yang terjadi padahal jelas-jelas utusan Ruben tersebut membawa senjata untuk menculik keluarga tersebut tidak mungkin mereka datang tanpa perlawanan jika pun mereka bertarung dari pintu gerbang pasti pintu gerbang tersebut akan rusak dan sebuah kotak kaca yang berada di pintu gerbang pasti akan rusak, setelah memeriksa dari jauh kediaman ini dan tak mendapatkan hasil apapun tampak pria tersebut langsung kembali ke markas karena dia berniat untuk menceritakan hal tersebut kepada Ruben dan setelah itu dia berniat untuk masuk secara diam-diam untuk memeriksa ke dalam kediaman Neni


tampak Ruben yang sudah selesai berendam lalu mengenakan pakaian santai kemudian mengambil ponselnya tampak Ruben menelepon pria yang disuruh untuk melihat situasi kediaman ini setelah berbicara dengan pria tersebut beberapa menit semakin bingung dengan apa yang terjadi karena menurut informasi dari pria tersebut terjadi apapun di kediaman ini dan tidak ada tanda-tanda bahwa bawahannya pernah datang di kediaman tersebut tampak Ruben mematikan panggilan telepon lalu duduk dengan bingung di ruang kerjanya "sebenarnya apa yang terjadi di mana mereka Kenapa mereka bisa menghilang begitu saja tanpa ada yang mengetahui apa yang terjadi sebaiknya aku tunggu kabar aku yakin setelah dia masuk ke kediaman ini untuk mencari tahu apa yang terjadi semua pasti ada penjelasannya." ucap Ruben


sementara itu di dalam kamar di sebuah apartemen tampak Kevin dan Tania, tampak Tania sedang melirik kevin dengan tatapan permusuhan apalagi Tania sedang berada di tempat tidur ingin beristirahat tapi karena kamar sangat panas membuatnya susah untuk tertidur sementara itu Kevin yang biasa tidur di mana saja tampak tertidur pulas Di sebuah sofa karena merasa kelelahan apalagi bekas pukulan balik tadi masih membuatnya sedikit sakit kepala "bisa-bisanya laki-laki itu tidur dengan nyenyak di sofa." ucap Tania kemudian melihat ke arah lain tampak Tania yang melihat jam sudah pukul sepuluh malam .


Jangan lupa like komen vote dan hadiahnya