My Wife My Hero

My Wife My Hero
288.sifat Sofia



Setelah panggilan telepon tersebut berakhir tiba-tiba ketukan pintu terdengar seorang pria langsung masuk ke dalam ruangan Stuart "maaf Tuan ada pergerakan dari kediamannya mertua anda sepertinya mertua anda akan pergi keluar." ucap pria tersebut


"Awasi saja jangan melakukan apapun jika mertuaku ada bersama mereka." ucap Stuart, pria tersebut langsung memberi hormat dan pergi dari ruangan tersebut, sementara Stuart bergegas keluar


Di kediaman profesor Abdullah tampak tuan Abdullah bersiap-siap, begitupun Arthur yang sudah berpakaian rapi kini ke tiganya berada di ruangan tamu, "aku sebagai Kakek Sofia ingin yang terbaik untuk Sofia begitupun Mr D apa kau tau siapa Mr D." tanya profesor Abdullah


Maaf kakek aku tidak begitu jelas yang aku tau Mr D telah membantu ku menyelamatkan hidup ku, dia bisa di bilang ayah angkat dan guru Sofia kasih sayangnya pada Sofia sama besarannya dengan kasih sayang kami semua jika bukan karena Sofia dia tak akan pernah menentang orang yang sudah menyelamatkan hidupnya." ucap profesor Abdullah, tampak Arthur melihat ke arah Mr D yang terharu dengan


"Tuan sudahlah jangan menceritakan hal seperti itu sebaiknya kita bergegas pergi ke kediaman tuan Leo." ucap Mr D, "aku harus menjelaskan sesuatu pada anak muda ini Mr D kau tenang saja tak akan ada yang berani menyerang kita di luar sana terkecuali Stuart sudah gila dan ada penghianat di klan kalian ." ucap profesor Abdullah


Tuan aku hanya merasa ini bukan saat yang tepat untuk bercerita dan jangan mengucapakan kata terakhir dia sepertinya tak mengetahui apapun tentang kami bisik Mr D, profesor Abdullah melihat ke arah Arthur lalu melihat ke arah Mr D "jangan katakan Dia tidak tau siapa istri dan mertuanya sebenarnya." ucap profesor Abdullah


"Ada apa kakek dan Paman apakah ada yang salah." tanya Arthur dengan polosnya, tampak profesor Abdullah menghembuskan nafasnya kasar lalu meraup wajahnya dengan kasar "Apa yang kau ketahui tentang Sofia." tanya profesor Abdullah, tampak Arthur tersenyum seperti orang bodoh, dia wanita yang sangat cantik dan mempesona dia wanita yang hebat , serta baik,lembut dan bagiku dia sangat istimewa dia adalah sosok wanita penyayang." ucap Arthur saat mengingat Sofia


Sementara kedua orang yang ada di hadapannya tampak menganga dan melotot melihat Arthur yang melukiskan semua sifat Sofia yang lemah lembut dan terbaik, tapi siapa yang tidak mengenal Sofia di dalam keluarga itu seorang wanita keras kepala tidak bisa diatur tak segan-segan untuk menghabisi musuhnya jika dia tak suka pada sesuatu dia akan menghancurkannya bahkan sifat Sofia lebih parah dari sang ayah jika dia sedang kesal, penyayang mungkin maksudnya penyayang binatang yang dia pelihara yaitu seperti buaya harimau ular piton dan berbagai macam binatang buas dan satu hal lagi Sofia adalah wakil pemimpin mafia yang Cukup di segani, "oh Tuhan apa Sendang bercerita dongeng tentang Sofia." ucap profesor Abdullah dengan suara tidak terlalu besar membuat Arthur kurang mendengarnya sementara Mr D tampak tertawa mendengar perkataan profesor Abdullah


"Ada apa kakek apakah kakek mengatakan sesuatu pasti kakek juga mengetahui semua sifat Sofia dia wanita yang sangat baik penyayang ." ucap Arthur


Tampak profesor Abdullah dan Mr D saling memandang untuk kesekian kalinya sepertinya pria di hadapan mereka ini sangat lugu dan berpikiran bahwa semua orang di muka bumi ini baik hanya segelintir kecil yang jahat dan semua masalah pasti terselesaikan secara baik-baik tanpa konflik yang membuat seseorang bisa terluka atau bahkan mati


"Apakah kau pernah melihat Sofia menghajar seseorang satu kali saja." tanya Mr D, tampak Arthur berpikir lama dia mengingat Sofia pernah menghajar Ruben walaupun hanya sekali tendangan setelah itu Ruben langsung pingsan "ya pernah saat dia menghajar seorang pria di kantorku yang bernama Ruben Dia menendang yang sampai pingsan aku tak menyangka bahwa Sofia juga memiliki ilmu bela diri tapi aku sangat menyukai wanita yang seperti itu saat dia melakukannya Dia sangat berkelas." ucap Arthur


Keduanya tampak lega saat mendengar perkataan Arthur setidaknya Arthur mengetahui sisi lain dari Sofia itu akan membuat nyawanya aman jadi dia tidak akan sembarangan melakukan sesuatu hal yang bisa membuat Sofia sakit hati, "baiklah yang penting kau sudah tahu bagaimana Sofia kami hanya berharap kau baik-baik saja jika memang ada sesuatu yang ingin kau bicarakan sebaiknya kau menghubungi kami." ucap profesor Abdullah


"Aku pasti akan menghubungi kakek dan Paman untuk menceritakan jika memang aku memiliki masalah dengan tapi aku yakin Sofia adalah wanita yang baik dia tidak mungkin memiliki masalah apapun, apalagi pekerjaannya tidak berbahaya walaupun memang aku takut kadang jika sampai dia diculik oleh seseorang karena mereka mengetahui bahwa Sofia adalah Putri dari seseorang yang kaya raya ." ucap Arthur


Mendengar perkataan Arthur hampir saja membuat mr D dan profesor Abdullah tertawa terbahak-bahak bagaimana tidak mendengar perkataan lugu dari Arthur membuat mereka tak bisa menahan rasa lucunya siapa yang akan berani menculik Sofia menculik Sofia sama saja membunuh diri sendiri akhirnya tawa profesor Abdullah dan Mr D langsung keluar membuat Arthur menjadi bingung mengapa keduanya tertawa seperti itu seolah-olah ada yang hal yang lucu, "ada apa paman Kakek apakah ada sesuatu yang lucu sehingga paman dan kakek tertawa seperti itu." tanya Arthur


"Oh tidak kami hanya mengingat Sofia saat kecil Dia anak yang lucu dan menggemaskan bahkan beberapa orang pengawal hampir mati karena hal tersebut ." ucap Mr D, padahal dalam hatinya dia melanjutkan kata-kata pengawal hampir mati karena diracuni oleh Sofia karena Sofia jengkel binatang peliharaannya di pukul oleh kedua pengawal tersebut saat mereka mengurunya padahal sudah jelas-jelas tuar mengatakan bahwa jangan memukul binatang yang mereka pelihara tapi kedua pengawal tersebut sepertinya hendak mencari permainan dengan memukul binatang tersebut tanpa sepengetahuan siapapun tapi Sofia kecil melihat semuanya membuatnya sangat jengkel pada kedua pengawal tersebut akhirnya dengan muka lucu dan manisnya Sofia menawarkan kepada keduanya cemilan yang dia bawa dan tanpa merasa curiga keduanya mengambil cemilan tersebut Lalu memakannya beberapa menit kemudian keduanya kejang-kejang Untung saja mereka tidak mati karena saat itu profesor Abdullah ada di kediaman Stuart Dan racun tersebut ternyata diambil Sofia dari tas sang Kakek di situlah profesor Abdullah mengetahui bahwa Sofia menyukai obat-obatan di mana profesor Abdullah langsung gue minta izin agar Sofia bisa sesekali datang ke kediamannya untuk belajar.


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya


Maaf kalau akhir-akhir ini jarang up Karen kadang capek sampai sakit kepala