
Tampak Carla yang baru saja keluar dari mobilnya langsung masuk ke perusahaan Steven tampak sang resepsionis langsung bertanya karena sesuai dengan instruksi Steven bahwa Carla tak di perbolehkan ke ruangannya
"Selamat pagi Nona Carla Maaf saya harus menahan anda untuk tidak langsung naik ke atas itu semua atas perintah Tuan Steven." ucap reception
"Apa maksudnya aku tak boleh naik ke atas untuk bertemu Steven Aku ingin berbicara penting dengannya katakan padanya ada sesuatu yang ingin aku bicarakan." ucap Carla karena Steven sudah memblokir semua nomor Carla sehingga Carla tak bisa menghubungi Steven
"Sebaiknya Anda mengirim pesan pada Tuan Steven jika memang dia bersedia bertemu Anda Anda boleh naik ke atas tapi jika tidak silakan anda kembali." ucap sang resepsionis senior
Sementara Steven di ruangannya Dia sedang senyum-senyum tidak jelas karena sangat bahagia Apalagi setelah melihat wajah istrinya, sementara Anisa juga tampak senyum-senyum sambil memakai cincin yang pas di jari manisnya
Sementara di lantai bawah Tampak Carla sangat kesal karena tak bisa bertemu Steven apalagi semua pesan yang dikirimkan pada Steven diabaikan oleh Steven, akhirnya Carla mengalah dia berniat menunggu Steven di mobil miliknya
Steven yang sedang bekerja di dalam ruangannya tampak mengehentikan aktivitasnya begitu pintu di ketuk dan asisten Steven masuk membawa beberapa berkas dan di ikuti oleh pengacara perusahan selamat pagi tuan berkas yang anda minta sudah kami siapkan tinggal nyonya menandatangani semuanya." ucap Dion setelah mengatakan hal tersebut Dion dan pengacara lalu berjalan dan duduk di sebuah kursi sofa setelah Steven memberi kode menunggunya
Tampak Steven bangkit dari kursi kebesaranya lalu keluar untuk memanggil Anisa, kini Anisa sudah berada di ruangan Steven dan duduk di sofa bersama Steven dan yang lain, tampak pengacara sedikit terkejut tapi tidak dengan Dion apalagi dia juga ikut saat kejadian yang menimpa Steven dan Anisa
"Jadi mana berkas yang akan di tanda tangani oleh istriku." tanya Steven
"Maaf tuan ini berkas-berkas yang harus nyonya tanda tangani ." ucap pengacara tersebut sambil menyodorkan berkas-berkas tersebut ke arah Anisa
"Untuk kalian berdua ingat tak boleh ada yang membocorkan tentang pernikahan ku, karena istriku tak ingin ada gosip di kantor." ucap Steven, "baik tuan." Jawab mereka serentak
Anisa membuka berkas yang ada di hadapannya matanya terbelalak saat melihat apa saja yang di berikan Steven padanya sebagai mas kawin, kakak kau memberikan ku villa yang ada taman bunganya itu." ucap Anisa kegirangan terlihat jelas kebahagiaan di wajah Anis membuta Steven langsung tersenyum sumringah baginya senyuman istrinya adalah yang terindah
"Iya aku tau kau sangat menyukai villa itu sejak kau melihatnya di jual di media sosial jadi aku membelinya." ucap Steven
Anisa tersenyum malu "terimakasih." ucap Anisa, silahkan nyonya tanda tangan di bagian di mana nama nyonya berada." ucap pengacara tersebut mengehentikan adegan romantis antara Steven dan Anisa membuat Steven menatap tajam pengacara tersebut padahal dia menunggu Anisa memeluk dan menciumnya karena bahagia tapi karena pengacara tersebut memenbuat anisa langsung menunduk dan melihat berkas yang ada di hadapannya
"Dasar pengacara bodoh apa kau tak bisa menunggu sampai istriku sendiri yang mau bertandatangan." ucap Steven
membuat sang pengacara langsung menelan silvanya dengan kasar, sedangkan Dion hanya bisa melihat atasnya yang bucin habis
"Maaf tuan dan nyonya." ucap pengacara tersebut, Steven tak menggubris perkataan pengacara tersebut
"Iya tidak apa-apa aku akan tanda tangan ." ucap Anisa, setelah menandatangani semua berkas Anisa langsung keluar meningalkan ke tiga orang tersebut
"Baik tuan maafkan aku." ucap pengacara tersebut lalu permisi untuk kembali ke ruangannya, tampak pengacara menunduk hormat saat melihat Anisa si meja sekertaris
"Tuan hari ini ada rapat di hotel berlian dengan tuan rames kita sudah membuat janji sejak satu bulan yang lalu." ucap Dion
"Benarkah aku sebenarnya kurang senang bertemu tuan rames apalagi dia suka menawarkan sekertarisnya, dan sekarang aku memiliki istri bisa di gantung oleh Anisa jika aku sampai terlihat duduk dengan wanita seperti itu." ucap Steven
"Bagaimana kalau tuan mengajak nyonya sekalian tuan melihat ruang yang tuan beli untuk nyonya." ucap Dion
"Baiklah siapakan semuanya kita akan pergi ke sana lima menit lagi." ucap Steven lalu bangkit dan kembali ke kursi kebesaranya sementara Dion keluar menuju ruangannya untuk mempersiapkan berkas yang akan dia bawa
Tampak Steven langsung mengambil telepon yang ada di mejanya setelah berbicara Steven langsung menutup telepon tak beberapa menit Steven keluar dari ruangannya tampak Dion dan Anisa sudah bersiap ke tiga orang tersebut keluar dari perusahaan menuju mobil tapi saat akan masuk ke dalam mobil tiba-tiba Carla menarik Steven
"Steven aku mohon maafkan aku, aku benar-benar menyesal aku akan meminta maaf pada wanita itu jika memang itu akan membuat kau memaafkan ku." ucap Carla
Steven langsung menghempaskan tangan Carla "apa yang kau lakukan aku sudah bilang kita tak ada urusan apapun lagi." ucap Steven
Sementara Anisa hanya melihat saja tak ingin ikut campur, bagaimana jika aku meminta maaf pada sekertaris mu." ucap Carla berniat mendekati Anisa tapi Steven langsung menghalangi Carla jangan pernah mendekatinya apalagi menyentuhnya." ucap Steven, sontak saja Carla terkejut dengan sifat Steven yang sangat overprotektif ke pada sekertaris barunya tersebut
Carla langsung mundur ke belakang lalu melihat Steven yang saat ini menutupi tubuh Anisa, Carla tersenyum kecut saat melihat ke arah Steven
"luar biasa sekarang aku tau dia bukan hanya sekertaris mu tapi juga kekasih baru mu pantas saja kau sangat melindunginya dari awal." ucap Carla menatap penuh dendam
" kau pergi sekarang atau kau akan menyesalinya, Dion panggil penjaga keamanan untuk mengusir wanita ini." ucap Steven, tak berselang beberapa menit petugas keamanan datang untuk mengamankan Carla yang mengamuk saat Steven mengabaikan dirinya dan pergi begitu saja bersama Anisa dan Dion
kini Anisa dan Steven sudah berada dalam mobil mereka berdua duduk di jok belakang "Sayang kau Jangan berpikir macam-macam tentang apa yang terjadi tadi aku sudah lama berpisah dengannya saat pertama kali kau bertemu dengannya bahkan aku sudah memperingatinya berulang kali untuk menjauhiku." ucap Steven jujur
Anisa mengehembuska nafasnya kasar dia tak ingin berdebat dengan suaminya di depan orang lain, " sudahlah kk aku mengerti seharusnya kakak lebih tegas lagi." ucap Anisa
"Aku mengerti sayang." ucap Steven lalu mengambil ponselnya mengirim pesan pada seseorang
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya