My Wife My Hero

My Wife My Hero
285. kediaman mertua Stuart



"Cukup Stuart sekarang kau sudah sangat berubah kau lebih mementingkan ambisimu daripada putrimu sepertinya aku dan kau tak sependapat dalam hal apapun saat ini jadi silakan kau pulang terlebih dahulu biarkan aku disini bersama putrimu atau kau ingin aku membawa putrimu bersamaku ke rumah ayahku." ucap Kikan mengancam


"Sayang mengapa kau masih keras sangat keras kepala aku melakukan semua ini demi Putri kita ambisi apa yang kau katakan aku hanya tidak suka seorang pria menikahi putriku dengan cara yang sangat licik seperti itu harusnya jika memang putriku kehilangan ingatannya dia akan bisa merawatnya hingga sembuh tapi kenapa dia memilih untuk menikahinya di saat situasi seperti itu." ucap Stuart


"Sudahlah Stuart semuanya sudah terjadi sekarang putrimu sudah menikah dan itu kenyataannya aku tidak ingin lagi berdebat denganmu mengenai persoalan ini aku akan kembali ke kamar terserah kau mau melakukan apapun asalkan Jangan menggangguku atau putriku." ucap kikan lalu berjalan masuk ke kamarnya meninggalkan sekuat bersama kedua orang tuanya


Tuan Leo melihat ke arah Stuart, "kau tidak bisa memaksa istrimu ataupun putrimu mengikuti setiap keinginanmu mereka mempunyai keinginan dan pemikiran sendiri mengapa kau tak mencoba untuk merestui putrimu bersama pria itu bukankah itu lebih baik dengan begitu kau bisa melihat putrimu bahagia dan kikan pun bisa kembali ke kediaman bersama, ingatlah dulu kau juga menikah dengan kikan secara licik kau menikahi kikan di saat dia sedang,." ucap tuan Leo


"Itu masalah yang berbeda Ayah sebelum kikan, kami sudah sempat tidur bersama dan hal itu tidak disengaja karena seseorang menjebak ku, itu secara sadar menikah dengan putriku, Ayah putriku masih terlalu muda untuk menikah apalagi Ayah tahu musuh yang selama ini menghilang bisa saja muncul kapan saja dan aku tidak tahu mungkin saja para bawahanku bisa mengkhianati ku kapan saja jadi aku tidak ingin terjadi sesuatu pada putriku dengan menikahi pria yang salah." ucap Stuart


Tuan leo menghembuskan nafasnya kasar Stuart jodoh itu sudah diatur dan kematian pun sudah diatur." ucap tuan Leo, "aku tahu hal itu Ayah tapi aku benar-benar tak bisa merestui Sofia dan pria itu baiklah Ayah aku akan pergi aku akan kembali lagi menemui istri dan putriku." ucap Stuart lalu pergi dari kediaman tersebut


Tampak Stuart melajukan kendaraannya keluar dari kediaman menuju sebuah hutan lebat di pinggir kota tampak Stuart masuk ke dalam hutan tersebut di dalam hutan tampak sebuah markas besar gerbang terbuka secara perlahan-lahan mobil yang ditumpangi oleh Stuart langsung masuk ke dalam dan gerbang kembali ditutup, di dalam sebuah ruangan tampak Stuart sudah duduk di kursi kebesarannya dengan beberapa orang yang ada di hadapannya." katakan padaku ada apa." tanya Stuart


"Tuan kita pasti belum bisa menembus untuk memantau keadaan kediaman mertua tuan karena sepertinya para bawahan Mr D ikut bergabung dengan Mr D untuk mengamankan tempat tersebut." ucap seorang pria , "ingat kalian hanya memantaunya saja jangan berani mendekati rumah itu aku tidak ingin mertuaku salah paham dan berpikir bahwa aku mengawasinya." ucap Stuart


"Stuart menghembuskan nafasnya kasar lalu melihat pada pria tersebut gunakan jebakan seperti biasa agar mereka bisa langsung ditangkap tanpa melakukan perlawanan, aku yakin kewaspadaan mister di akan berkurang dan saat ini dia melindungi seseorang pasti dia akan melakukan kesalahan yang bisa membuatnya terjebak beritahu komandan agar dia yang menyiapkan jebakan tersebut." ucap Stuart ,"baik Tuan aku mengerti aku yakin Mr D tak akan lolos jika komandan turun tangan." ucap pria tersebut lalu berjalan keluar dari ruangan tersebut


sementara itu di kediaman kaki Sofia tampak Arthur sudah mulai pulih bahkan memarnya sudah memudar tubuhnya pun sudah semakin sehat tampak atur melihat profesor Abdullah yang sedang menyiapkan obat untuknya "maaf tuan bisakah aku mengetahui siapa anda agar aku bisa berterima kasih pada anda dengan setulus hati karena telah menyelamatkanku." ucap Arthur


"kau tak usah memanggilku Tuan panggil saja aku kakek kau tak usah berterima kasih atau melakukan apapun karena aku melakukan semua ini untuk cucuku." ucap profesor Abdullah, atur sedikit bingung dengan pria yang ada di hadapannya tapi saat dia mengatakan cucu mungkinkah dia adalah kakek Sofia tapi dia bukanlah Tuan Leo yang merupakan ayah dari tuan-tuan atau mungkin dia adalah kakek dari ibu Sofia


"Maafkan aku Kakek sudah merepotkan mu dan maafkan atas apa yang terjadi." ucap Arthur, sudahlah sudah dari tadi kau minta maaf terus memangnya kau melakukan kesalahan apa aku hanya bisa membantumu mengobati lukamu dan memberimu tempat untuk beristirahat memang menantu ku itu agak sedikit gila tapi berkat dirinya aku bisa bertemu dengan putriku, aku tidak tahu akan memberimu solusi bagaimana yang bisa membantumu hanya dirimu sendiri dan Sofia tapi anak itu terlalu mencintai ayahnya sehingga dia kadang tak mampu untuk menghadapi ayahnya sendiri untuk mengutarakan keinginannya, sebenarnya ayahnya hanya cemburu saja saat ini karena ada seseorang pria yang dicintai oleh Sofia." ucap profesor Abdullah


"aku mengerti kakek aku juga bersalah karena tidak meminta izin padanya sebelumnya setelah aku mengetahui identitas Sofia harusnya aku datang padanya dan meminta Sofia secara baik-baik untuk menjadi istriku." ucap Arthur


"Apa katamu kau ingin datang pada Stuart tanpa mengatakan pada siapapun bahwa kau sudah menikah dengan putrinya dan meminta izin padanya Apa kau gila dia takkan pernah melepaskanmu jika kau datang dan melakukan hal tersebut aku saja yang hanya makan malam bersama Sofia sudah diikuti terus apa lagi kau berniat untuk mengambil putrinya Untung saja semua orang membelamu saat ini sehingga di tidak berani melakukan apapun padamu Apa kau tidak tahu para bawahannya sedang berjaga di sekitar sini tapi mereka tidak berani mengusik tempat ini karena tempat ini adalah rumah mertuanya dia hanya akan takut pada istrinya dan putrinya serta kedua orang tuanya dan tentu dengan ayah mertuanya selain daripada itu baginya mereka hanya butiran debu, ini adalah cara terbaik yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan hidupmu dan untuk membuatmu bersatu dengan Sofia karena Stuart harus diberikan pelajaran terlebih dahulu sebelum dia mengalah dan menyadari kesalahannya." ucap Mr D .


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya