
"Kenapa akhir-akhir ini banyak sekali kejadian yang membuat aku jengkel, biar saja dia mati toh dia juga tidak berguna Hanya menyisakan ku saja tapi jika dia tidak ada bagaimana aku bisa menyiksanya jika sampai adiknya sakit seperti sekarang aku harus membutuhkan pelampiasan emosiku agar tidak lepas control di hadapan orang lain." ucap Ruben
Sementara itu di dalam kamar Ruben tampak neni sudah lebih baik, apalagi setelah makan Dan minum obat serta luka luarnya juga sudah di beri salep agar cepat sembuh lalu beristirahat sejak tadi siang "nyonya sudah bangun apakah nyonya baik-baik saja." tanya pelayan yang menemani Neni, Neni melihat sekelilingnya lalu mengangguk setidaknya sekarang perasaannya lebih baik dari tadi siang saat dia demam, "bibi ini jam berapa kelihatannya di luar sudah gelap." tanya Neni
"Ini tengah malam nyonya sekitar jam 12 sebaiknya nyonya makan dan minum obat kemudian nyonya kembali beristirahat agar nyonya cepat pulih." ucap pelayan tersebut , "di mana tuan ." tanya Neni, tuan sedang di ruang kerjanya sepertinya tuan beristirahat di ruang kerjanya sebaiknya nyonya jangan memikirkan apapun untuk sementara ini fokus saja pada kesehatan nyonya." ucap pelayan tersebut, Neni hanya mengangguk saja, pelayan bergegas mengambil bubur yang sudah dia siapkan lalu membantu Neni untuk makan
Sementara di sebuah gedung tampak beberapa orang mondar menjaga gedung tersebut sementara itu beberapa orang juga tampak mengawasi penjaga yang sedang lalu lalang, "tuan kapan kita akan memasukan kamera ini ke dalam jendela kecil itu." tanya seorang pria yang sedang memegang kamera kecil
"Sabar saja aku yakin sebentar lagi salah seorang penjaga akan ke kamar kecil dengan begitu kau bisa melempar kamera tersebut." ucap pria tersebut, benar saja tak berselang beberapa menit salah seorang pria tampak meminta ijin pada rekanya untuk ke kamar kecil setelah salah seorang penjaga pergi dengan cepat pria yang memegang kamera langsung melemparkan kamera kedalam lobang kecil tersebut
Sementara itu di markas Ruben tampak teriakan menggema dari sebuah ruangan entah apa yang terjadi di dalam sana tapi sepertinya ada seseorang yang mengalami penyiksaan yang terburuk dalam hidupnya, sementara itu di markas Sofia nampak para bawahan Sofia membawa James ke ruang kesehatan setelah diperiksa oleh dokter James mulai diberi perawatan, sementara itu di kediaman Arthur tampak Sofia yang sudah berpakaian rapi meninggalkan Arthur yang sedang tertidur lelap kini Sofia sudah berada di markasnya tampak Sofia sudah duduk di kursi kebesarannya dengan beberapa orang bawahannya yang duduk di kursi tak jauh darinya
"Ketua kami sudah melaksanakan perintah ketua dengan mencuri barang-barang milik wanita yang bernama Maya tapi aku juga mendapatkan barang milik pria yang bernama Ridho setelah aku memeriksa barang-barang milik Maya dan juga milik Ridho ternyata Ridho adalah salah satu bawahan Ruben dan dia adalah penanggung jawab segala macam transaksi yang berada di markas Ruben dan bahkan kami menemukan flash disk yang berisi tentang data-data jual beli yang dilakukan oleh Ruben bersama bawahannya." ucap seorang pria yang berada di hadapan Sofia
"Sejak kapan anna memiliki hubungan dengan seorang pria yang bernama Ridho jadi di mana sekarang anna dan di mana pria yang bernama Ridho itu." tanya Sofia, "untuk masalah anna orang yang selama ini mengikuti ana berkata bahwa ana pergi ke sebuah konter ponsel setelah beberapa saat kemudian dia kembali lagi ke hotel setelah hampir dua jam dia kembali lagi ke konter ponsel tersebut tapi setelah dia mengambil ponsel yang tadi dia titipkan di konter saat dia akan masuk ke dalam mobilnya tiba-tiba sebuah mobil terparkir dekat mobil anna setelah itu seorang pria langsung membius anna dan memasukkannya ke dalam mobil orang yang aku suruh untuk memata-matai anak pun langsung mengikuti mobil tersebut dan ternyata mobil itu masuk ke markas Ruben." ucap pria tersebut
"Benar ketua tebakan anda sangat tepat semua bukti yang kami temukan dan hasil identifikasi jenazah yang ada di kamar apartemen tersebut benar jasad Maya dan Ridho." ucap pria tersebut, wah luar biasa baiklah semua bukti kejahatan Ruben kau kumpulan kan bekerjasama dengan yang lainnya." ucap sofia
Baik ketua aku mengerti ucap pria tersebut lalu kembali ke tempat duduknya, tak lama seorang pria bangkit dari tempat duduknya dan berjalan lalu berhenti tepat di hadapan Sofia, "ketua aku sudah mengamankan tuan James saat ini tuan James sudah berada di ruang perawatan tapi untuk saat ini tuan James masih tak sadarkan diri ternyata tadi dia sempat hukum oleh tuan Ruben membuat tubuhnya terluka lebih parah." ucap pria tersebut
"Syukurlah James sudah berada di tangan kita apa yang di katakan dokter saat memeriksa kondisinya apakah ada sesuatu yang perlu di khawatirkan Jangan sampai di memiliki penyakit atau lukanya perlu perawatan yang lebih intensif." tanya Sofia , "kata dokter yang merawatnya untuk luka dalam tidak ada hanya luka luarannya saja yang sangat parah sepertinya ada beberapa luka yang akan meninggalkan bekas dan sepertinya dia membutuhkan seorang psikiater di lihat dari seluruh luka di tubuhnya pria tersebut nampaknya di siksa terus menerus takutnya mentalnya sedikit terganggu akibat penyiksaan yang berkepanjangan." ucap pria tersebut
"Oh astaga memang Ruben psikopat iblis, bisa-bisanya dia menyiksa seseorang seperti itu sepertinya Malika harus segera menyelesaikan misinya Agar Neni segera di bebaskan kalau semakin lama bisa-bisa Neni sudah tak bernyawa lagi" ucap Sofia
Sementara di markas Ruben tampak Anna yang sudah tak sadarkan diri akibat penyiksaan yang dia terima baik secara fisik dan mental tampak di bawa di sebuah ruangan tampak seorang dokter langsung memberikan pertolongan pada Anna terutama di mulut, tangan dan kakinya yang terus mengeluarkan darah segar, perawat dan dokter tersebut sangat santai melihat hal tersebut seolah-olah hal itu biasa terjadi di tempat tersebut, tampak tangan dan kaki anna di perban setelah selesai merawat luka Anna perawat dan dokter keluar dari ruangan tersebut tak berselang lama masuk dia orang yang kemarin menangkap Anna "ayo angkat dia lalu bawa masuk ke kapal karena sebentar lagi kapal akan berangkat agar tiba di sana semua lukanya sudah kering apalagi di kapal dia akan berada di sana Beberapa Minggu jadi biar dia naik kapal ini saja tak usah menunggu kapal berikutnya yang akan datang di Minggu lagi." ucap salah seorang pria tersebut
"Apa tidak sebaik menunggu kapal dua Minggu lagi saja dia kan baru saja mendapatkan perawatan apalagi di kapal tak ada dokter hanya perawat kalau Samapi di mati sebelum tiba bagaimana." ucap pria yang satu .
Jangan lupa like, komen vote dan hadiahnya