My Wife My Hero

My Wife My Hero
241. satu kali 24 jam



Sofia tampak menarik Arthur untuk duduk di sofa yang tak jauh dari jendela di mana mereka berdiri, "terus mengapa kau tidak jujur dari awal datang identitasmu dan kau pergi begitu saja lalu kembali tiba-tiba kemudian pergi lagi itu berarti kau menyembunyikan hubungan ini dan aku yakin keluargamu tak ada yang mengetahui tentang pernikahan kita." ucap Arthur


"Maafkan aku aku sengaja menyembunyikan pernikahan kita agar kau tetap aman kau tidak mengetahui bagaimana ayah dan pamanku sangat mencintaiku mereka tak ingin ada seseorang yang menyakitiku aku melakukan semua ini hanya ingin memastikan kau aman dan mencari waktu yang tepat agar aku bisa membawa kehadapan keluargaku jujur tidak ada satupun yang mengetahui tentang pernikahanku dengan tapi sebelum aku kemari aku sempat berbicara dengan ibuku dan dia ingin bertemu denganmu." ucap Sofia


"Ibumu tahu tentang pernikahan kita terus apa yang dikatakan ibumu tentangku." tanya Arthur, "Mana aku tahu dia hanya berkata dia ingin bertemu denganmu bulan depan di kediaman kakek ku saat hari ulang tahun kakekku." ucap Sofian , "bolehkah aku bertanya sesuatu aku sedikit bingung mengapa kau mengetahui apartemenku dan dari mana kau mendapatkan kunci apartemen sehingga kau bisa masuk ke dalam sini aku selalu bertanya-tanya karena setiap bertemu denganmu kau selalu datang dan pergi secara tiba-tiba membuat aku sedikit bingung." ucap Arthur


Sebenarnya gedung ini adalah milikku dan juga beberapa gedung apartemen di sekita sini adalah milikku sendiri saat aku mengetahui kau membeli salah satu unit apartemen ini aku pun sangat senang." ucap Sofia, mendengar perkataan Sofia yang sangat polos membuat Arthur tak bisa berkata-kata apa gedung ini miliknya dan beberapa gedung apartemen mewah di sekitarnya dan itu adalah miliknya pribadi sebenarnya seberapa kaya istrinya ini asetnya saja di kota ini bukan main satu buah apartemen saja di gedung ini harganya 500 miliar bagaimana dengan satu buah gedung yang terdiri dari 60 lantai ini dan itu hartanya sendiri sedangkan tadi Sofia mengatakan beberapa gedung apartemen di sekitar sini adalah miliknya jangan-jangan dia yang memiliki semua apartemen mewah di kota ini


"Jadi gedung ini milikmu pantas saja jadi berapa banyak gedung apartemen yang kau miliki di kota ini ." tanya iseng Arthur ingin tau , sekitar 20 gedung dengan 60 lantai dan hampir 1000 unit per gedung." ucap Sofia dengan santai, Arthur menelan silvernya dengan kasar mendengar hal tersebut jangan katakan hotel di mana kita bertemu saat berbicara bisnis adalah hotel milik mu." ucap Arthur, "kakak tau itu hotel ku dan beberapa hotel mewah lainya tapi bukan aku yang mengelolanya karena aku sebenarnya seorang dokter jadi aku bekerja di rumah sakit hanya saja aku suka berbisnis." ucap santai Sofian


"Jadi kau seorang dokter umum di rumah sakit." tanya Arthur , "aku dokter spesialis penyakit dalam dan juga salah satu profesi yang ada di rumah sakit." ucap Sofia, setelah mendengar perkataan Sofia yang hanya sebagian membuat Arthur menjadi semakin rendah diri bagaimana bisa dia bersanding dengan seorang wanita seperti Sofia yang mempunyai talenta yang sangat luar biasa bahkan dia adalah seorang dokter dan dia juga seorang pebisnis yang handal, walaupun dia hanya bekerja di belakang layar


Sofia apa kau yakin ingin hidup bersamaku menjadi pasangan suami istri apakah kau tidak malu dan merasa minder dengan aku yang tak punya apa-apa dibandingkan dirimu yang punya segalanya apa kau yakin keluargamu akan menerimaku begitu saja hanya bermodalkan cinta padamu aku sangat ragu hal tersebut apalagi setelah mengetahui latar belakang aku sungguh sangat kecewa pada diriku sendiri karena belum bisa menyaingi dirimu yang merupakan seseorang dengan talenta luar biasa dan dengan latar belakang yang luar biasa pula ucap Arthur terus terang


"Astaga sayang kau tak perlu berbicara seperti itu kepadaku aku tahu bagaimana kau identitasmu bagiku tak menjadi masalah aku mencintaimu apa adanya dan siapa dirimu tak peduli apapun yang terjadi meski harus menyerahkan nyawaku padamu aku tetap akan selalu mencintaimu dan berada di sisimu kau tidak usah mengatakan hal seperti itu, aku sangat bersyukur kau mau menerimaku apa adanya tanpa melihat statusku." ucap Arthur yang tak mengerti arah pembicaraan Sofia yang dalam pikiran Arthur Sofia berkata seperti itu karena keluarganya adalah pembisnis yang sangat handal dan merupakan orang terkaya pasti banyak orang yang berniat jahat kepadanya


"Apa Kakak yakin menerima semuanya apapun yang nanti akan terjadi dan di saat kakak tahu tentang aku kakak akan menerimaku dan menerima pekerjaanku." tanya Sofia lebih jelas karena takutnya atur tak bisa menerima pekerjaannya yang merupakan seorang mafia dan merupakan wakil ketua Mafia, "sayang aku tak peduli kau seorang mafia seorang pembunuh bayaran seorang psikopat dan lain-lain bagiku kau adalah wanita yang sangat aku cintai aku akan menerima semua yang ada di dalam dirimu dan semua sifatmu baik sesuatu yang buruk maupun sesuatu yang baik jadi kau jangan khawatir." ucap Arthur yang masih berpikir positif tentang istrinya, tampak senyuman indah terbit dari wajah Sofia setelah mendengar perkataan Arthur itu berarti suaminya tak mempermasalahkan pekerjaannya baik di dunia nyata maupun di dunia mafia seperti katanya tadi walaupun dia tidak menjelaskan tentang hal tersebut Sofia berpikir suaminya pasti mengerti


"Oh iya apakah kau ingin James kembali ke negara ini aku bisa melakukannya dalam waktu satu kali 24 jam dia akan berada di hadapan dengan semua uang yang telah dia bawa kabur." tanya Sofia


Arthur tampak menatap istrinya dengan tak percaya "benarkah kau bisa melakukan hal itu walaupun aku tahu kau adalah putri dari keluarga huges tapi mendapatkan James dalam waktu 24 jam itu sangat mustahil pihak berwajib saja yang sudah beberapa hari mencarinya masih belum menemukan di mana keberadaannya sampai saat ini." ucap Arthur ragu atas kemampuan istrinya.


Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya