
Sofia menyimpan buku yang dia baca lalu berbalik melihat ke arah Arthur "tidak aku hanya ingin menunggumu siapa tahu kita bisa mengobrol sebelum tidur." ucap Sofia
Arthur nampak tersenyum melihat sofia tumben tumben istrinya mau mengobrol sebelum tidur dengannya "baiklah aku akan membersihkan tubuhku dulu setelah itu kita bisa mengobrol di ranjang." ucap Arthur lalu bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya
Tampak Sofia yang sudah berada di ranjang sedang duduk sambil membaca buku melanjutkan yang dia baca tadi di kursi tak berselang lama tidur tampak Arthur langsung duduk di ranjang dengan sesuatu di tangannya, Sofia berbalik lalu menyimpan buku tersebut di samping di meja lampu tidur, "sayang aku ingin bertanya padamu bisakah kau menoleh kemari ucap Arthur saat." Sofia sedang menyimpan buku
"Iya ada apa katakan saja aku mau menyimpan buku ini dulu." ucap Sofia sambil mukanya menghadap arah samping di mana buku itu berada Sofia juga hendak menyalakan lampu tidur
"Tadi Roy datang menemui Ku dan memberikan ini kepadaku dia bertanya bagaimana cara menggunakannya apakah seperti ini." ucap Arthur sambil memencet tombol
Sofia terbelalak saat akan berbalik dan mengambil benda tersebut Arthur sudah menekan benda tersebut Sofia segera akan menutup hidungnya tapi terlambat serbuk itu sudah dia hirup tanpa sengaja, mata Sofia melebar "Apa yang kau lakukan kenapa menekannya sekarang keluar dari kamar." ucap Sofia berusaha bangkit hendak mencari penawar tapi atur langsung menarik tangan Sofia lalu mencium Sofia dengan penuh gairah, sementara Sofia masih berusaha memberontak untuk mencegah Arthur melakukan hal tersebut tapi atur langsung menindis tubuh Sofia dan menguncinya membuat Sofia tak bisa berbuat apa-apa apalagi dia tak pernah membayangkan bahwa dia akan terkena senjatanya sendiri yang dia buat khusus untuk orang lain lama-kelamaan obat yang dihirup Sofia semakin banyak membuat dirinya semakin melemah dan akhirnya obat tersebut sudah menguasai badan Sofia tampak pisang ambon milik Arthur sudah memberontak melihat dua gundukan yang sudah terbuka apalagi mengingat ada lubang istimewa di bawah sana siap membuatnya timbul tenggelam membuat si pisang ambon semakin memberontak, satu persatu baju Sofia ditinggalkan oleh Arthur kini keduanya sudah polos tak sama memakai memakai benang sehelai pun menikmati proses pembuahan yang akan terjadi
Sementara itu Roy yang tampak sedih berada di salah satu asrama para pengawal tampak dihibur oleh para rekan-rekannya "ada apa kau semenjak menikah bukannya kau bahagia mendapatkan istri yang cantik kenapa kau malah sedih." tanya salah seorang teman Roy
"Bahagia apanya berjumpa menikah ada istri di rumah tapi tak bisa melayani suami entah kapan aku bisa melepas keperjakaanku ingin memperkosanya aku seorang pria yang baik dan suami yang sangat pengertian." ucap Roy
"Apa jadi kau belum malam pertama sampai saat ini kasihan benar nasibmu Apa kau sudah mencoba merayunya atau membelikannya sesuatu mungkin saja dia akan berubah pikiran." ucap teman Roy
"Semua itu sudah aku lakukan aku merayunya dengan berbagai cara tapi semuanya tidak berhasil aku pusing saat ini mana tadi dia habis menamparku." ucap Roy, "kenapa kau tak memberinya obat perangsang agar dia mau melakukan hubungan suami istri denganmu bukankah itu cara yang paling efektif dan efisien kau tidak perlu merayunya dia sendiri yang akan membuka bajunya untukmu." ucap salah seorang teman Roy
Roy nampak berpikir sejenak kemudian melihat temannya "tapi jika aku membeli bubuk obat perangsang Dia takkan minum atau makan apa yang aku berikan jadi bagaimana caranya agar dia bisa terkena obat perangsang." tanya Roy
"Bukannya dia memiliki air minum tersendiri yang berpisah denganmu di dalam kamarnya kenapa kau tak masukkan obat perangsang di dalam botol air minumnya saja begini saja kau pura-pura memanggilnya keluar dari kamarnya tapi ingat kau harus membuka jendela aku akan memasukkan obat perangsang tersebut ke botol minumannya lalu keluar dari jendela." ucap teman Roy
"Benarkah Apa kalian mau membantuku baiklah aku akan kembali ke rumah dan membuka jendela kalian bisa melakukannya setelah aku memberi kode dengan menekan menelepon dirimu lalu mematikannya." ucap Roy
Kini Raya sudah sampai di kediamannya tampak Roy melihat Ratih yang sedang makan sambil nonton di dalam kamar miliknya "Ratih aku ingin berbicara sesuatu padamu kemarilah." ucap Roy
Ratih menatap tak suka pada Roy karena memanggilnya tapi dia tetap bangkit dan berdiri keluar dari kamar "ada apa cepat katakan aku tak ingin berlama-lama berdiri di sini apalagi duduk sambil melihat wajahmu." ucap Ratih
"Mulai malam ini kau akan tidur ke kamar denganku tak ada lagi acara pisah kamar kau adalah istriku ku." ucap Roy, "aku tak mau tidur denganmu melihatmu saja aku sudah tidak mau apalagi sampai tidur di samping." ucap Ratih
Di saat Roy dan Ratih masih berdebat di luar tampak dua orang teman Rey masuk ke dalam kamar Ratih yang jendelanya memang masih terbuka setelah mencampurkan minuman roti dengan obat perangsang mereka langsung keluar secepat mungkin tanpa disadari oleh Ratih
"Aku tak ingin mendengar penolakan aku akan menunggu masuk ke kamarmu dan ambil barang yang kau butuhkan lalu datang ke kamarku." ucap Roy lalu pergi begitu saja kembali ke kamarnya
Sementara itu di kediaman Hughes tepatnya di kamar milik ketua dan Kikan tampak tua tiba-tiba terbangun jantungnya berdetak kencang "sayang kenapa ya aku sangat mengkhawatirkan Sofia seolah-olah terjadi sesuatu padanya." ucap Stuart keceplosan
Kikan yang berada di samping Stuart juga ikut terbangun "ada apa sayang kau mengkhawatirkan Sofia bukannya kau mengatakan dia baik-baik saja sekarang sedang melakukan tugasnya sebagai dokter sebenarnya apa sih yang kau sembunyikan sudah beberapa malam ini aku melihat tidurmu sangat tidak tenang kau bahkan terlalu bermimpi tentang Sofia." tanya Kikan
"Tidak bukan begitu sayang tapi sesuatu yang sangat berbeda entahlah ini mungkin perasaanku saja karena sangat merindukannya sekarang kau tidurlah aku akan ke ruang kerja." ucap Stuart, lalu mulai bangkit dan berjalan memakai pakaiannya kemudian keluar menuju ruang kerjanya sementara Kikan tampak melanjutkan tidurnya
"Tampak Stuart duduk di kursi kebesarannya di dalam ruang kerjanya di mana kau sayang ayah sangat merindukanmu ayah tahu kau berada di luar sana dan baik-baik saja cepatlah kembali sayang." ucap Stuart sambil membelai foto Sofia , tampak Stuart bangkit dan melihat ke arah jendela
Kini jam telah menunjukkan pukul 04.00 subuh tampak Sofia terbangun dengan tubuh polosnya Sofia bangkit tertatih lalu masuk ke dalam kamar mandi setelah membersihkan tubuhnya Sofia tampak memakai pakaiannya kemudian melihat ke arah luar yang sedang terlelap Sofia mengambil sebuah cincin lalu diletakkan di meja dengan sebuah pesan kemudian Sofia membelai wajah Arthur lalu mengecupnya" aku harus meninggalkanmu seperti ini tapi ini lebih baik agar kau tak terancam aku akan kembali jika semua misiku telah selesai." ucap Sofia lalu pergi begitu saja.
Jangan lupa, like, komen, vote dan hadiahnya