My Wife My Hero

My Wife My Hero
272.kesal



Mobil yang ditumpangi oleh Sofia Anisa dan Emeli sudah masuk di dalam pekarangan villa milik Sofia tampak beberapa orang penjaga dan pelayan langsung menyambut mobil tersebut tampak Sofia keluar dari mobil disusul oleh Anisa dan Emily penjaga villa yang sudah menunggu langsung memberi hormat begitu melihat Sofia yang berada di depan mobilnya "selamat datang nona Sofia Nyonya Anisa." ucap penjaga villa


"Malam ini buatkan makanan istimewa aku ingin mejamu tamu bagaimana tamu yang dibawa oleh kakakku apakah mereka sudah menempati kamar mereka masing-masing." tanya Sofia sebelum masuk ke dalam sementara itu Emily dan Anisa sudah terlebih dahulu masuk ke dalam bersama beberapa orang pelayan dan penjaga yang membawa tas mereka, karena di villa Sofia tersebut di siapkan sebuah rumah yang khusus disiapkan untuk para pelayan villa


"Semua sesuai dengan perintah Nona aku sudah melakukan pembersihan sejak pagi dan aku juga sudah mengatakan pada Tuan Samuel mana kamar yang khusus untuk tamu tapi karena Nona ingin kamar tamu ini tidak terlalu jauh dengan kamar Nona maka aku membawanya ke kamar tamu di lantai atas." ucap penjaga villa


"Baiklah kau sudah mengatur kamar untuk kakak iparku yang sedang hamil kamar di lantai bawah." tanya Sofia, sudah nona dan beberapa barang khusus wanita hamil sudah aku siapkan." ucap penjaga villa tersebut, baiklah lakukan tugasmu aku akan masuk terlebih dahulu ucap Sofia lalu berjalan masuk ke dalam villa, di dalam tampak Samuel dan Abraham yang duduk di ruang tamu bersama Emeli dan Anisa


Tampak Anisa yang langsung memeluk Abraham mumpung sang suami pencemburu sedang di perjalanan menuju ke villa sementara Abraham tampak santai memeluk sang Adik walaupun Abraham terlihat dingin tapi dia sangat menyayangi Anisa


Sementara Emeli yang tak mengetahui hubungan Anisa dan Abraham tampak menatap bingung ke arah Abraham dan anisa sementara suaminya terlihat Santai, sementara itu Steven yang baru saja tiba di villa tampak santai masuk ke dalam villa melihat sang istri yang sedang berpelukan dengan seorang pria yang dia tahu jelas merupakan kakaknya tampak Steven langsung menarik Abraham dengan kasar dan melemparnya ke sofa lain beraninya "kau mengambil kesempatan dalam kesempitan di saat aku tidak ada kau memeluk istriku." ucap Steven


Emeli semakin tegang karena berpikir Anisa mempunyai hubungan gelap dengan Abraham dan Steven marah pada mereka sontak saja Emeli mengengam tangan Samuel lebih kencang, "kakak apa yang terjadi cepat bantu Abraham nanti dia dipukul oleh kakak Steven ucap Emily terlihat khawatir "santai saja sayang Steven tidak mungkin memukul Abraham dia bisa ditendang keluar dari kamar miliknya jika sampai dia memukul Abraham." ucap Samuel "tapi kakak Lihatlah dia menarik Abraham dengan kasar lalu melemparnya di sofa." ucap Emeli sedikit panik karena berpikir mereka akan bertengkar sementara Sofia yang baru selesai dari kamarnya untuk menyimpan beberapa barang pribadinya "kau sudah datang." tanya Sofia dari tangga


"ya aku baru saja datang dan melihat pemandangan yang sangat membuat aku frustasi berani-beraninya laki-laki satu ini memeluk istriku tercinta." ucap Steven, sudahlah kakak kau jangan terlalu berlebihan." ucap sofia lalu duduk bersama mereka , sementara Anisa cek saja melihat apa yang terjadi karena hal itu biasa terjadi baik saat bersama kakaknya maupun saat bersama ayahnya tapi bedanya jika bersama ayahnya Steven tidak terlalu berani tapi jika bersama kakaknya di lebih berani , "Kakak jangan membuatku kesal aku datang kemari untuk menikmati suasana villa milik Sofia jika sekali lagi kau membuatku kesal dengan menarik tetap seperti itu kau akan merasakan akibatnya." ancam Anisa


tampak Emily melotot saat Anisa buka suara sekarang dia tahu Apa hubungan Abraham dan Anisa mereka adalah saudara pantas saja Anisa berani memeluk Abraham, "maaf sayang kakakmu yang terlebih dahulu membuat aku kesal lihatlah dia memelukmu terus-menerus aku saja hari ini belum memelukmu sama sekali." ucap Steven seperti anak kecil


sementara itu di dalam kamar tampak Arthur sedang beristirahat begitupun dengan Kevin Karena perjalanan cukup melelahkan bagi mereka berdua, kini mobil yang ditumpangi Dinda dan Sheila sudah berada di pekarangan villa tanpa keduanya sudah masuk di dalam rumah melihat semua orang berkumpul di ruang tamu tampak mereka langsung tersenyum saat mata Sheila melihat Steven "Kenapa kau membiarkan kekasihku mengurus perusahaan makan kan sudah tahu aku sedang berlibur bersama yang lain seharusnya Kakak membiarkannya dia berlibur juga bukannya menjaga perusahaan." ucap Sheila


"aku sudah mengajaknya untuk pergi berlibur dengan kita tapi dia lebih mementingkan perusahaan sebagai bentuk pengabdiannya kepada perusahaan itulah mengapa aku pun memberikan dia kelonggaran agar bisa pulang dengan cepat dari perusahaan sehingga bisa datang kemari pada sore hari dan dia bisa pergi ke kantor pagi-pagi sekali." ucap Steven bohong


kakak tidak bisa dipercaya aku tahu Kakak tak mungkin melakukan itu pasti kakak yang menyuruhnya untuk menjaga perusahaan." ucap Shila lalu pergi masuk ke kamar yang biasa dia tempati dengan Dinda, "awas aku ingin ke kamar aku ingin beristirahat." ucap Anisa lalu bangkit dari tempat duduknya kemudian masuk ke dalam kamar yang sudah disiapkan oleh Sofia


melihat orang satu persatu sudah pergi dan masuk masuk ke dalam kamar untuk beristirahat akhirnya emeli melakukan hal yang sama meninggalkan Steven Samuel Abraham dan Sofia di ruang tamu, "Abraham Apa kau tak akan pulang mengambil pakaianku." tanya Samuel setelah tadi dia bertanya kepada Emily ternyata benar saja emili bahkan tak mengingat pakaian untuk dirinya


"aku heran padamu kau sudah memiliki istri tapi selalu saja merepotkan aku cukup adik mu yang tak tahu diri itu yang suka membuat aku kesal tidak usah dengan kau yang menjadi atasanku." ucap Abraham lalu bangkit dan keluar menuju mobilnya


"Untung saja kau sahabatku dari kecil jika tidak akan mencekik lehermu di sini." teriak Samuel setelah Abraham pergi dasar "Kakak ipar laknat bisa-bisanya dia mengatakan kesal melihatku justru aku yang kesal melihatnya." ucap Steven menambahkan, "dasar kalian berdua memang gila membuat Abraham sampai Saya kesal itu pada kalian berdua Abraham adalah seorang pria yang tidak pernah kesal pada apapun selain pada kalian berdua aku bingung sebenarnya kalian terbuat dari apa padahal kita sama-sama dilahirkan dan dibesarkan." ucap Sofia.


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya