
Sementara itu di sebuah perusahaan tepatnya di ruangan seorang pria tampak pria tersebut tertawa terbahak-bahak melihat isi chat pribadi milik istrinya dia bingung apa isi otak istrinya selalu sangat santai menanggapi apapun, sementara itu wanita hamil yang berada di rumah Tampak santai melihat ponselnya apa orang zaman sekarang tak memiliki pekerjaan mengirim pesan kepada seseorang terus menerus tersebut lalu menyimpan ponselnya begitu saja melanjutkan kegiatannya menonton drama dan memakan cemilan
Sementara itu wanita yang menghubungi karena selalu gagal memprovokasi Anisa wanita tersebut tampak mengambil ponsel pribadi miliknya lalu menghubungi seseorang "lakukan rencana B pantau wanita itu jika ada kesempatan culik dan habis itu dia aku tidak peduli dia sedang hami, Apa yang kau dapat Sudah beberapa hari kau di sana kau bahkan belum pernah melihat wanita itu keluar dari rumah sekarang gunakan kesempatan jika memang dia berada di luar rumah lakukan apa yang aku perintahkan." ucap wanita tersebut
"Baik nona kamu mengerti kami akan menghabisinya jika memang dia keluar dari kediamannya seseorang dari balik telepon
Sementara itu di tempat lain tampak Samuel keluar dari mobil sementara itu orang pria yang menjaga villa milik Sofia langsung mendekati Samuel dan Abraham lalu memberi hormat kemudian memberikan kartu kunci pintu villa milik Sofia kepada Abraham"Tuan ini kunci villa para pelayan sudah membersihkan villa tersebut seperti instruksi nona Sofia." ucap penjaga tersebut
Sementara itu kartu yang juga keluar dari mobil bersama Kevin tampak melihat sekelilingnya melihat villa yang ada di hadapannya membuat atur sangat takjub begitupun Kevin pemandangan yang indah villa mewah dan dijaga ketat oleh beberapa orang, Mari Tuan Arthur kita langsung saja masuk ke dalam agar anda bisa beristirahat ucap samuel lalu berjalan masuk diikuti oleh Arthur dan Kevin sementara Abraham yang membuka pintu tampak berada di depan pintu menunggu sambil dan yang lain masuk ke dalam villa
Tampak Arthur dan Kevin semakin tercengang saat melihat film milik Sofia villa itu begitu luas dengan taman dan kolam renang yang begitu besar di dalamnya serta semuanya tertata rapi dan indah
Sementara itu Sofia yang sudah menyelesaikan pekerjaannya di rumah sakit tampak memanggil Dinda untuk datang ke ruangannya tampak Dinda yang merapikan barang-barangnya dan langsung pergi ke ruang kerja Sofia "ada apakah Sofia memanggilku." tanya Dinda, "aku akan mengajakmu serta sila Emily dan Anisa untuk berlibur bersama di villa milikku selama beberapa hari jadi tugasmu adalah menghubungi Sheila sedangkan aku akan menghubungi emeli dan Anisa begitu kalian semua sudah siap kita akan langsung ke villa." ucap Sofia
Dinda langsung melihat ke arah Sofia "apakah Steven mengizinkan Anisa untuk berlibur di villa bukannya Steven sedang mengkhawatirkan Anisa karena sebentar lagi Anis akan melahirkan." ucap Dinda
"Oh iya aku ingin mengatakan sesuatu padamu pria yang pernah aku ceritakan sedang ada villa milikku dia diundang oleh Samuel mereka adalah rekan bisnis." ucap sofia, "oh astaga apa yang terjadi aku sangat deg-degan kau yang memiliki suami aku yang merasa jantungan apakah kau yakin Samuel dan tidak akan mencurigai hubungan kalian oh aku tidak sabar melihat pria itu pasti dia sangat tampan dan berbakat sehingga kau sangat menyukainya." ucap Dinda centil
"Jelas saja mereka pasti akan curiga tapi aku tak mungkin menyimpan rahasia ini selamanya hai berhenti bersikap centil di sana juga ada Abraham." ucap Sofia
"Terserah padamu saja Dinda tapi ingat kau jangan pernah mendekati suamiku atau menyentuhnya walaupun aku tahu kau tak bermaksud apapun tapi aku sangat benci seseorang menyentuh suamiku kau hanya bisa melihatnya tapi tidak untuk menyentuhnya." ucap Sofia
"Oh astaga si gadis posesif dan pencemburu pasti kau sangat mencintai suamimu sehingga kau tak ingin dia disentuh oleh siapapun ternyata keluarga huges semua sama saja tidak laki-laki tidak perempuan sangat posesif pada pasangannya aku tidak tahu apa yang akan terjadi pada seorang wanita jika dia sampai menyentuh suamimu mungkin saja kau akan mematahkan semua tulang yang ada di tubuhnya." ucap Dinda
Sofia mengangguk" sepertinya." ucap Sofia membuat Dinda langsung melotot padanya "kau serius oh Tuhan aku akan menjaga jarak dari suamimu aku tak mau semua tulangku dipatahkan olehmu." ucap Dinda bercanda
"Sudahlah kau jangan terlalu mendramatisir keadaan sekarang hubungi Shila dan katakan padanya untuk bersiap-siap kita akan berlibur aku akan menghubungi Emeli dan Anisa." ucap Sofia tampak setia mengambil ponselnya lalu menekan nomor Emily sementara itu Emily yang sedang berada di apartemen sangat gundah gulana bagaimana tidak sejak keluar dari rumah dia tak pernah keluar dari apartemen dan Samuel selalu saja mencari alasan agar dia tidak pergi kemana-mana mendengar ponselnya berdering Emily dengan malas mengangkatnya karena berpikir panggilan tersebut dari sang suami tapi setelah melihat panggilan tersebut dari sang adik ipar Emily bergegas mengangkat panggilan tersebut
"Halo Sofia ada apa kau menghubungiku semoga ini adalah berita baik." ucap emeli seolah-olah dia memang menanti sesuatu, "halo kakak iparku tersayang sepertinya tebakan yang benar aku akan aku ingin mengajakmu untuk berlibur selama beberapa hari di villa milikku jadi kemasi pakaian yang ingin kau bawa aku akan menjemputmu setelah pulang dari rumah sakit." ucap Sofia
"Oh astaga benarkah kau memang adik ipar penyelamat baiklah aku akan merapikan barang-barangku ucap Emily kegirangan lalu mereka memutuskan panggilan telepon bersama tanpa email langsung menyimpan ponselnya dan masuk ke kamarnya untuk merapikan barang-barang yang akan dia bawa ke villa sementara itu Sofia yang berada di rumah sakit tanpa geleng-geleng kepala melihat ponselnya setelah itu Sofia tampak menghubungi Anisa "halo kakak iparku tersayang tercinta yang sedang mengandung keponakanku apakah kau baik-baik saja hari ini aku ingin mengajakmu berlibur ke villa milikku aku harap kau bersiap dan jangan lupa bikini." ucap Sofia
Sementara itu Anisa yang sedang santai sambil menonton dan memakan cemilan tanpa gerangan setelah mendapatkan panggilan telepon dari Sofia apalagi dia diajak untuk pergi berlibur di villa milik Sofia Dia sangat senang saat berendam "oh astaga baru saja aku mendapat cobaan dengan orang menyebalkan yang mengirimkan pesan tidak jelas padaku aku sudah mendapat berkahnya dengan adik iparku mengajakku untuk berlibur ke villanya." ucap Anisa lalu bangkit dari tempat duduknya memanggil salah seorang pelayan untuk membantunya berkemas.
Jangan lupa like, komen vote dan hadiahnya