My Wife My Hero

My Wife My Hero
155.mantan Steven



"Kenapa dokter memaksa untuk memeriksa istri saya dokter suka sama istri saya dokter jangan macam-macam ya jangan melihat istri saya kenapa sih rumah sakit sebesar ini dokter kandungannya laki-laki, yang kemarin perempuan mana." ucap Steven dengan nada kesal, sementara dokter tersebut tampak terkejut mendengar perkataan pria yang duduk di samping pasien yang rencana akan diperiksanya "maaf Tuan aku hanya menawarkan." ucap dokter tersebut


"Sayang kan kakak sudah bilang lebih baik kita panggil dokter pribadi untuk memeriksa kandungan mu di rumah sakit biar mereka yang membawa alat-alatnya di rumah jadi kau tak perlu keluar ke sana kemari apalagi ke rumah sakit, karena kandunganmu sudah sangat besar kau pasti susah berjalan kalau kemarin-kemarin kau masih leluasa berjalan." ucap Steven lembut berbanding terbalik saat berbicara dengan dokter yang ada di hadapannya


"Tapi kakak aku pengen diperiksa di rumah sakit ini karena aku suka melihat-lihat rumah sakit ini apalagi saat dokter Dewi yang memberitahu Tentang kandungan ku dia sangat ramah dan cantik aku sangat menyukainya." ucap Anisa


"Sayang jika memang kau ingin ke rumah sakit ini kau tinggal mengatakan padaku tunggu sebentar, Dion beli rumah sakit permata untuk istriku dia menginginkannya." ucap Steven saat melakukan panggilan telepon lalu menutupnya sontak saja dokter tersebut langsung terbelalak melihat pria yang ada di hadapannya sementara Anisa wajahnya tampak cemberut sedangkan ibu Nadia tampak hanya geleng kepala melihat ulah menantunya


"Kakak kenapa rumah sakitnya dibeli aku kan hanya menyukainya saja tidak mengatakan kata harus memberinya." ucap Nisa, "sudahlah sayang aku memang sengaja membelinya agar kau nyaman saat melahirkan walaupun rumah sakit milik nenek tempat baik untuk kau melahirkan tapi karena kau kurang menyukai tempat itu jadi kau melahirkan di sini saja lagi pula rumah sakit ini sudah menjadi milikmu jadi kau bisa mengatur sesuka hatimu siapa yang akan menjadi perawat dan dokter mu saat kau melahirkan." ucap Steven


"Aku bukannya tidak suka di rumah sakit nenek untuk periksa maupun melahirkan tapi rumah sakit nenek sedikit jauh dari kediaman kita dan kak tahu apa penyebabnya aku tak mau ke sana kakak terlalu membesar-besarkan persoalan kasian dokter di sana kadang terlihat takut saat memeriksa kandungan ku, bagaimana bisa dokter di sana memeriksa dengan baik kalau sedikit-sedikit Kakak selalu mempermasalahkan apa yang di lakukan dokter, apa KK ingat saat Dinda ngambek dan menyuruh kakak memeriksa kandungan ku karena kakak terlalu cerewet." ucap kesal Anisa


Tiba-tiba kepala dan pemilik rumah sakit masuk ke ruangan dokter kandungan tersebut membuat dokter kandungan tampak lebih terkejut lagi "oh tuan Steven maafkan aku yang tak mengetahui keberadaanmu aku sangat bangga saat mengetahui bahwa anda mau membeli rumah sakit kecil kami ini yang tak sebanding dengan rumah sakit milik keluarga anda." ucap pemilik rumah sakit


"Terima kasih tuan sudah menjual rumah sakit ini kepadaku ini semua atas keinginan istriku dia ingin diperiksa dan melahirkan di tempat ini tapi aku sedikit memiliki masalah di sini karena dokter kandungan yang biasanya memeriksa istriku entah ke mana dan digantikan dengan dokter yang merayu istriku di hadapanku." ucap Steven


"Oh maafkan aku Tuan dokter Dewi memang memiliki masalah keluarga yang cukup berat sehingga dia memutuskan untuk cuti selama beberapa bulan maksud anda dokter Wawan sudah merayu istri anda." tanya pemilik rumah sakit


Mama Nadia menghembuskan nafasnya kasar melihat kelakuan sang menantu "Dia adalah seorang dokter wajar jika dia bertanya kepada istrimu sudahlah jangan memperpanjang masalah seperti itu jika memang kau tak menyukai dokter pria ini yang memeriksa istrimu sudah ganti saja dokter yang lain tak usah merusak karir seseorang, dokter sebaiknya kau mencari dokter kandungan yang lain dan ingat harus berjenis kelamin perempuan." ucap mama Nadia


"Tuan Steven tenang saja aku sudah memanggil kak dokter wanita yang tepat untuk merawat istri tuan dia adalah dokter kandungan yang baru kami rekrut dari luar negeri." ucap pemilik rumah sakit


"Oh astaga apa yang harus aku lakukan kalau sampai Tiara mengatakan sesuatu tentang hubunganku dengan dia pada istriku bisa-bisa aku digigit oleh Anisa dari ujung kepala sampai ujung kaki lalu disuruh tidur di sofa ruang tamu belum lagi mertua laknatku yang akan mencibirku setiap melihatku." ucap Steven mengingat istri dan mertuanya


"Halo Tuan Steven apa kabarmu aku tak menyangka bisa bertemu denganmu dalam keadaan seperti ini." ucap Tiara membuat Anisa menatap horor ke arah Steven


"Hai Tiara aku baik, apa kabarmu aku tak menyangka kau akan kembali ke mari setelah beberapa tahun tinggal di luar negeri." ucap Steven


"Oh rupanya Tuan Steven dan nona Tiara sudah saling mengenal itu ada adalah hal yang baik dengan begitu nona Tiara bisa berkomunikasi dengan baik pada Tuan Steven dan istrinya." ucap pemilik rumah sakit


Raut wajah Tiara berubah saat dokter mengatakan istri Steven sementara Anisa tampak mencubit pinggang Steven membuat Steven meringis tapi dia berusaha menahan Mimin wajahnya, "kakak aku ingin pulang ke rumah hari ini aku sedang malas untuk diperiksa." ucap Anisa


"Baiklah sayang mari kita kembali ke rumah terlebih dahulu baiklah Tiara dan Tuan kami akan kembali pulang terlebih dahulu nanti kami akan menghubungi jika istriku ingin melakukan pemeriksaan lagi." ucap Steven lalu ikut bangkit saat Anisa bangkit begitupun Nadia bangkit hanya tersenyum lalu keluar mengikuti Anisa yang sudah berjalan duluan sementara Tiara dan pemilik rumah sakit tampak sedikit menunduk untuk menghormati Steven


Kini Steven sudah berada di dalam mobil bersama dengan Anisa tampak wajah Anisa kesal dengan mulut yang sudah maju 5 cm ke depan, "katakan di mana kakak mengenal dokter Tiara jangan-jangan dokter Tiara adalah salah satu mantan pacar kakak." ucap Anisa


"Sayang kakak akan menjelaskan begitu sampai di rumah kakak tak memiliki hubungan apa-apa dengan dokter Anisa dia hanya teman lama kau jangan marah ingat kau sedang mengandung itu tidak baik untuk kesehatan anak-anak kita." ucap Steven .


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya