My Wife My Hero

My Wife My Hero
158.coklat



"Ada apa dengan Tiara kenapa dia menghubungiku di waktu yang tidak tepat bukankah seharusnya dia menunggu aku menghubunginya untuk masalah istriku dia bisa mendatangkan bencana untukku lebih baik aku memblokir nomornya dan memberikan nomornya kepada Dion agar diam saja yang berkomunikasi dengan Tiara jika sampai Anisa tahu aku masih berkomunikasi dengan Tiara apalagi masih menyimpan nomornya bisa-bisa mertua laknat ku akan membuat Anisa jauh dariku." ucap Steven lalu memblokir nomor ponsel Tiara


Sementara di rumah sakit tepatnya di dalam ruangan Tiara tampak Tiara sangat terkejut saat memblokir nomor teleponnya ada apa dengan Steven "kenapa dia langsung memblokir nomor teleponku dia sungguh sangat tidak sopan apa dia takut sama istrinya segitu cintanya kah dia pada istrinya sampai harus memblokir nomorku, aku tidak boleh menyerah aku harus menemuinya di kantornya besok." ucap Tiara


Sementara itu Samuel dan Abraham tampak sedang memantau CCTV yang sudah Abraham pasang tanpa sepengetahuan siapapun


Sementara itu di bandara tampak raja Arjun beserta rombongannya sudah tiba di bandara kini mereka semua sudah naik ke dalam mobil yang disiapkan oleh pihak hotel yang menyelenggarakan acara tersebut, tampak para raja-raja yang datang untuk pertemuan sangat kagum dengan hotel milik Steven yang sangat mewah seperti sebuah kerajaan tak terkecuali kakek Emeli dan bibinya "wah hotel ini sangat indah ayah bahkan lebih indah dari istana kita." ucap Bibi Emeli


"Kau benar sayang Dan aku dengar pemiliknya seorang pria muda yang tampan dan merupakan sebuah pewaris perusahaan besar, tapi sepertinya umurmu dan umurnya sepertinya sama hanya saja kau menikah di usia muda yaitu 18 tahun." ucap Kakek Emeli


"Benarkah seandainya aku menikah dengannya pasti saat ini aku sudah bahagia dengan memiliki banyak harta yang berlimpah serta suami yang tampan tidak seperti suamiku sekarang yang hanya menjadi beban untukku apalagi dia tak bisa memberikan aku keturunan." ucap bahwa bibi Emeli


"Kau benar sayang tapi semua itu adalah pilihanmu kau yang memaksa aku dan ibumu untuk menyetujui pernikahanmu dengan suamimu kau bahkan mengatakan bahwa kau tak ingin seperti ibumu mencintai seorang pria yang telah memiliki pasangan sehingga kau lebih memilih untuk menikah di saat ada pasangan yang tepat untuk , apalagi katamu kalian saling mencintai dan dia dan dirimu berasal dari keluarga yang setara." ucap kakek Emeli


"Saat itu aku kan masih muda ayah namanya wanita di saat dia jatuh cinta pasti dia akan kehilangan akal sehatnya, sepintar-pintarnya pintarnya wanita jika sudah jatuh cinta otaknya tak berfungsi lagi, jadi jangan salahkan aku tapi memang suamiku memiliki latar belakang sepertiku dan sangat tampan saat pertama bertemu tapi sekarang dia terlihat tua dan ayahnya juga seorang raja walaupun dia terlahir dari selir, tapi aku sangat kesal padanya karena dia tak mau merebut kekuasaan untuk menjadi raja padahal dia adalah salah satu pewaris kerajaan yang memiliki hak yang sama dengan ke dua saudaranya ." ucap bibi Emeli


Kini rombongan raja Arjun sudah dibawa ke tempat mereka masing-masing tampak Emily tepat di samping kamar raja Arjun sementara kakek dan bibinya saling berhadapan dengan kamar mereka


"Ayah apakah ayah ingin keluar atau ingin melakukan sesuatu di kota ini jika tidak aku akan beristirahat." tanya raja Arjun


"Tidak kami juga ingin beristirahat." ucap kakek Emeli lalu masuk ke kamarnya begitupun sang bibi, setelah berbicara dengan sanga ayah raja Arjun menoleh kearah putrinya yang berada di depan pintu kamarnya."sayang sebaiknya kau istirahat terlebih dahulu jika kau menginginkan sesuatu kau bisa mengatakan pada ayah atau pada Paman Robin dia akan mencarikan apa yang kau inginkan." ucap raja Arjun


Sementara itu Samuel yang berada di kantornya tampak tersenyum kuat setelah mendapatkan laporan dari Abraham bahwa seluruh seluruh peserta acara sudah menempati kabar mereka masing-masing dan saat ini mereka sedang beristirahat karena baru saja tiba, Samuel yang sudah lelah karena sejak kemarin dia belum beristirahat langsung merapikan barang-barangnya kemudian kembali ke kediamannya sementara Abraham masih berada di hotel untuk memastikan sesuatu


Sementara itu Sofia yang juga akan pulang sedikit terkejut saat dokter Aris tiba-tiba mencegahnya "ada apa dokter Aris." tanya Sofia, "maaf Sofia ini adalah beberapa coklat yang aku pesan oleh temanku yang baru saja datang dan coklat ini hanya ada di satu negara saja rasanya sangat enak." ucap dokter Aris


Entah dari mana tiba-tiba saja Dinda datang dari arah belakang lalu mengambil coklat tersebut "astaga dokter Aris ini coklat kesukaanku dan hanya ada di satu negara jika sudah sampai di sini harganya sangat mahal terima kasih atas pemberianmu dokter Aris aku akan memakannya dengan penuh perasaan terimakasih dokter Aris."ucap Dinda lalu masuk ke dalam mobil tanpa rasa bersalah sementara itu dokter Aris tampak terkejut karena kejadian itu begitu cepat sementara Sofia tempat menahan tawanya karena kelakuan Dinda


"Baiklah dokter Aris terima kasih atas coklatnya kami akan kembali dulu." ucap Sofia lalu masuk ke dalam mobil di mana Dinda sudah ada di dalamnya, tapi sebelum mobil akan pergi tiba-tiba dokter Aris mengetuk jendela tanpa dokter Aris membungkuk mensejajarkan kepalanya dengan kaca mobil lalu ke melihat dalam mobil "Dinda tolong kau jangan memakan semua coklat itu berikan juga kepada Sofia biar dia mencoba coklat tersebut." ucap dokter Aris


"Astaga dokter Aris tidak tahu ya kak Sofia kan alergi pada coklat, sehingga Sofia tak pernah menerima coklat dari siapapun." ucap Dinda, benarkah oh maafkan aku Sofia aku tidak tahu bahwa kau alergi coklat ucap dokter Aris lalu berdiri tegak tampak mobil Sofia sudah melaju keluar dari halaman rumah sakit.


sementara Dinda tampak melihat coklat yang berada di tangannya sepertinya dokter Arif itu tidak tahu bagaimana ayahmu sangat memanjakan mu dan menyayangimu coklat seperti ini adalah cemilanmu yang selalu berada di kamarmu dari kau kecil sampai kau dewasa seperti ini karena coklat adalah salah satu makanan favoritmu sehingga ayahmu tak pernah melupakan hal tersebut, bahkan salah satu perusahaan coklat ini adalah milikmu." ucap Dinda


"Itulah mengapa kalian suka sekali datang ke kamarku dan memakan coklatku sampai tak tersisa membuat pelayan harus mengisinya lagi setiap kalian kembali pulang." ucap Sofia


"Ha ha ha kau tahu kak Sofia Anisa dan aku bahkan kadang sengaja datang mengunjungimu hanya untuk makan coklat mu saja." ucap Dinda


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya