
"Ayah enak hanya memetik hasilnya tapi yang bekerja adalah aku jika aku tak berhasil merayu Arthur dan menjadikan dia suamiku maka aku harus merayu kakek tua itu aku sungguh jijik harus berdekatan dengannya." ucap Anna
"Sudahlah anna yang penting saat ini kau harus melakukan yang terbaik untuk merayu Arthur kalau perlu kita harus menjebak Arthur agar dia tidur denganmu dan dengan begitu aku bisa meminta pertanggungjawabannya sehingga dengan begitu kau bisa menikah dengannya dengan mudah dan dia tidak akan berani berkata tidak setelah dia meniduri mu." ucap ayah anna
Sementara itu pesawat yang ditumpangi oleh Tuan dan Kikan sudah mendarat sempurna di kediaman mereka tampak kikan dan keluar langsung masuk ke dalam rumah, tepat saat Sofia yang baru akan keluar untuk bekerja "ayah ibu ucap Sofia sambil memeluk Ayah dan ibunya, "kau akan pergi bekerja baiklah ibu dan ayah akan beristirahat oh iya kenapa kalian tidak langsung mendaratkan jet pribadi di belakang rumah tapi di bandara." tanya Stuart
"Kebetulan aku ingin singgah membeli sesuatu di jalan jadi aku menyuruh pilot untuk mendaratkan pesawat di bandara saja dan akan pulang menaiki kendaraan sendiri." ucap Sofia, setelah mendengar perkataan putrinya Stuart dan kikan langsung masuk ke dalam kamar Sofia langsung bergegas keluar menuju mobilnya untuk berangkat ke rumah sakit
Sementara itu di rumah sakit tampak semua orang sedang bergosip tentang dokter Aris yang sudah kembali bekerja sementara dokter Aris bersikap santai dan biasa saja seolah-olah dia tidak pernah mengalami "sesuatu nampak dokter Aris menyapa Dinda hai Dinda apa kabarmu ucap dokter Aris, Dinda yang hendak berjalan ke ruangannya tampak langsung tersenyum "aku baik-baik saja dok bagaimana kabar dokter Aris aku dengar beberapa bulan ini dokter sakit dan tak bisa bekerja aku sungguh sangat khawatir dan prihatin apalagi kami tak bisa menjenguk dokter karena penyakit tersebut sedikit menular." ucap Dinda
"Aku baik-baik saja mungkin saja kemarin kemarin aku sakit tak bisa bangun sehingga aku tak bisa masuk untuk bekerja tapi aku tidak mengetahui sakit apa yang aku derita aku hanya ingat aku datang ke rumah sakit dan pulang seperti biasa tapi aku tak menyangka tiga bulan sudah berlalu itu sangat aneh." ucap dokter Aris
"Tidak kemarin aku memang ingin mengajaknya tapi karena kita sudah makan siang di kantin jadi itu sudah lebih dari cukup untukku." ucap dokter Aris menyembunyikan tangannya yang sedikit gemetar dan ada rasa panik yang tak bisa diungkapkan saat mendengar nama Sofia, Dinda bingung melihat dokter Aris yang dulunya sangat gigih dan menggebu-gebu untuk makan bersama Sofia tapi saat ini seolah-olah Aris ingin menghindari Sofia, "wah sepertinya itu Sofia yang barusan datang." ucap Dinda tapi hal yang tak terduga terjadi dokter Aris langsung secepat kilat pergi dari tempat tersebut membuat Dinda kebingungan melihat kelakuan dokter Aris yang tidak seperti biasanya pada biasanya dokter Aris akan sangat senang jika tanpa sengaja bertemu dengan Sofia tapi kali ini dia langsung pergi begitu saja tanpa mengucapkan sepatah kata pun
Sofia yang baru saja turun dari mobil langsung berjalan masuk ke rumah sakit menuju ke ruangannya saat melihat Dinda yang berdiri di jalan menuju ruangannya Sofia langsung mengangkat tangan menyapa Dinda "kau sudah datang tumben kau datang lebih awal ada apa kau melihatku seperti itu seperti kau melihat setan saja." ucap Sofia, "yah tiba-tiba aku bermimpi agar datang cepat pagi ini untuk bekerja oh iya tadi dokter Aris ada di sini dia sempat menegurku tapi saat aku mengatakan bahwa kau datang dia langsung pergi begitu saja tanpa mengatakan apapun aku jadi bingung apa yang terjadi pada dokter Aris sepertinya dia takut saat mendengar namamu padahal dulu saat mendengar namamu dia sangat bahagia dan akan menunggumu." ucap Dinda
"Benarkah dia sudah masuk apakah ini sudah 3 bulan lebih setelah dia menghilang." tanya Sofia, , tampak Dinda melihat ponselnya lalu melihat tanggal dan mengingat saat kejadian hilangnya dokter Aris "ya kau benar ini sudah 3 bulan lebih dia menghilang dan dia kembali dengan keadaan yang baik-baik saja syukurlah kegilaannya tidak berkelanjutan kalau tidak Ayah dan ibunya pasti akan sangat terluka apalagi dia anak satu-satunya yang diharapkan oleh kedua orang tuanya." ucap Dinda
"Yah kau benar syukurlah baiklah aku akan pergi ke ruanganku hari ini sepertinya pasien sedikit banyak dari biasanya apalagi sejak tadi perawat yang berjaga di depan ruangan ku sudah menghubungiku katanya pasien sudah antri di depan ruanganku." ucap Sofia lalu melangkah pergi meninggalkan Dinda di depan ruangannya sementara Dinda setelah kepergian Sofia langsung masuk ke dalam ruangannya Sofia yang belum sampai ke ruangannya tampak terkejut melihat banyaknya pasien yang berada di depan ruangannya dan pasien tersebut kebanyakan pria yang biasanya pasiennya adalah ibu-ibu dan kakek-kakek dan beberapa orang pria muda tapi saat ini sepertinya pasiennya kebanyakan pria muda membuat Sofia sedikit bingung kemudian Sofia berjalan masuk ke ruangannya tampak Sofia yang merapikan tempat duduknya dan bersiap untuk menerima pasien pertama sementara perawat yang di luar sedikit bingung setelah melakukan pendaftaran kepada para pasien tersebut karena pasien tersebut rata-rata berusia 30 sampai 40 tahun dengan pekerjaan yang baik apalagi keluhan mereka tidak jelas ada yang bilang sedang sakit kepala ada yang bilang sedang flu berat ada yang bilang sakit perut tapi tampaknya mereka baik-baik saja tidak ada gejala yang seperti mereka katakan perawat akhirnya masuk untuk berbicara dengan Sofia tentang pasien yang sudah mereka datang sebelum masuk ke dalam ruangannya melihat hal tersebut membuat Sofia langsung memikirkan para pengusaha muda yang sempat bertemu dengannya di pernikahan Samuel membuat Sofia menghembuskan nafasnya kasar, akhirnya Sofia menyuruh perawat untuk memisahkan pasien yang memang sakit dengan pasien yang pura-pura sakit saja hanya untuk bertemu dengannya dengan liciknya Sofia menyuruh perawat agar para pria yang hanya sekedar datang untuk melihat Sofi dialihkan kepada Dinda yang sedang santai di ruangannya sambil mengobrol dengan sang kekasih karena pasiennya hanya beberapa orang saja.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya