My Wife My Hero

My Wife My Hero
143.akibat foto



Makan siang pun telah selesai tampak Sofia dan yang lain sedang berkumpul di ruangan tengah di mana tempat tersebut adalah ruang keluarga yang selalu di tempati jika keluarga datang untuk sekedar bercerita


Kini mereka sudah duduk Dengan posisi yang saling berhadapan satu dengan yang lain, oh iye Abraham aku pikir model tadi sepertinya suka padamu." ucap Samuel sambil tersenyum jahil ke arah Abraham


Abraham yang sedang curi-curi pandang pada Dinda langsung mengalihkan pandangannya dengan sorot mata yang tajam pada Samuel "apa yang kau katakan bukanya model itu hanya melakukan tugasnya dengan menyapa saja." ucap Abraham


Sementara raut wajah Dinda sudah mulai berbeda yang tadinya seluruh tubuhnya di selimuti warna pink sekarang tampak ada awan mendung di sekelilingnya, "benarkah tapi sepertinya tidak seperti itu semenjak tanda tangan kontrak baru dengan perusahan kita dia selalu mencuri-curi pandang padamu bahkan kalian sempat saling menukar kontak pribadi bagaimana apa kalian saling mengirimkan kabar." ucap Samuel


Dengan susah payah Abraham menelan silvernya mendengar perkataan Samuel dia yakin Samuel tau bahwa Dinda dan dirinya sedang menjalin hubungan dasar bos laknat "aku tak pernah ada komunikasi secara pribadi dengan wanita manapun yang bekerjasama denganku." ucap Abraham


"Benarkah tapi dia baru saja mengirimkan sebuah gambar yang di ambil di kantor milik mu katanya dia sangat senang bekerjasama dengan perusahaan kita berkat dirimu yang sangat baik dan sopan apa kau mau aku kirimkan foto kalian sepertinya kalian sangat serasi lihatlah bertapa serasinya kalian di foto ini." ucap Samuel dengan senyuman licik


Dinda langsung berdiri begitu saja dari tempat duduknya dengan wajah kesal Karana cemburu, melihat hal tersebut Abraham langsung ikut berdiri membuat Steven langsung menatap bingung ke arah dia orang yang sudah keluar dari ruangan tersebut


"Apa yang terjadi benarkah kau memiliki foto Abraham bersama seorang wanita aku sangat penasaran ingin melihatnya siapa tahu foto itu sama saat Dion berfoto dengan seorang klien kami yang baru saja menandatangani kontrak kemarin dia wanita cantik dan seksi." ucap Steven sambil memperlihatkan foto milik Dion yang sengaja dia foto saat Dion memberikan berkas kerjasama dengan duduk saling berdampingan karena di depan mereka Steven duduk di kursi tunggul


"Benarkah coba kita lihat bersama ke dua saudara kembar tak ada akhlak itu langsung sama-sama memperlihatkan ponsel milik mereka, Sheila yang melihat foto tersebut menatap tajam ke arah Dion sementara Dion menghembuskan nafasnya kasar bosnya benar-benar membuatnya frustasi padahal Steven yang menyuruhnya duduk di samping klien padahal dia sudah menolak dan ingin berdiri sambil memberikan berkas


Sheila yang kesal langsung memukul ponsel milik Steven lalu keluar begitu saja membuat ponsel Steven terjatuh, apa yang kau lakukan kenapa memukul ponselku." ucap Steven sambil memandang Sheila yang keluar dari ruangan tersebut sementara Dion tak bergeming sedikitpun sementara Sofia, Anis dan Samuel yang melihat hal tersebut langsung menatap Dion yang terlihat tenang tidak seperti Abraham padahal dalam hati Dion dia juga ingin menyusul dan menjelaskan tapi dia tak ingin melakukan hal tersebut apalagi ini adalah kediaman keluarga huges jika Abraham dia adalah bagian dari keluarga huges sementara dirinya hanya orang luar


"Apa kau tak ingin menyusul Sheila Dion sepertinya dia sangat kesal saat ini sebaiknya kau menyusul dirimu atau bunga yang akan mekar di antara kalian akan layu hari ini juga ucap Sofia, Dion langsung melihat kearah Sofia dia tak menyampaikan ada yang mengetahui kedekatannya dengan Sheila walaupun dia jug tanpa sengaja jatuh hati padah Sheila saat di taman


"Kalian berdua benar-benar payah bisa-bisanya kalian sengaja melakukan hal tersebut untuk membuat dinda dan Sheila cemburu kakak Steven tidak perlu berpura-pura tidak tau sejak kapan kalian ketinggalan informasi seperti itu." ucap Sofia menggeleng melihat dua saudara kembar beda menit tersebut


"Oh adiku sayang aku hanya mau melihat adegan darama hari ini nanti kau juga akan mengerti, sementara itu di sebuah sudut bangunan tampak Abraham sedang berdebat dengan Dinda, "oh jadi kakak suka berfoto dengan model, kakak saja tak pernah berfoto denganku tapi sekarang kakak bahkan mempunyai foto dengan seorang model ." omel Dinda


"Astaga Dinda itu hanya foto rekan kerja saja aku tak bisa menolak saat pihak agensi mengatakan ingin membuat dokumentasi untuk perusahan mereka, kau jangan marah dan cemburu aku benar-benar tak ada hubungan apapun dengan wanita manapun aku bahkan tak tertarik dengan mereka selain dirimu." ucap Abraham


"Apa cemburu kau bilang aku cemburu aku tak cemburu kau jangan berkata sembarangan mana ada aku cemburu Dengan seorang wanita kurus kering tak memiliki payu darah dan pantat, aku hanya penasaran saja." ucap Dinda gengsi tak kau mengakui bahwa dia cemburu


Abraham hanya bisa mengangguk dasar kaum wanita tak mengaku cemburu tapi wajahnya seperti akan memakan seseorang yang berada di hadapannya, "baiklah kau tak cemburu terus kenapa kau pergi begitu saja tadi ruangan." tanya Abraham


Sontak pertanyaan Abraham tambah membuat Dinda kesal "kau ini dasar tidak peka sebagai seorang pria." ucap Dinda Lalau berjalan untuk pergi dari tempat tersebut, Abraham meraup wajahnya Dengan kasar oh astaga kenapa semua yang keluar dari mulut ku selalu salah di telinganya, oh tuhan ini coban apa lagi, bagaimana cara seorang wanita berpikir aku bingung katanya tak marah tapi langsung pergi dengan wajah kesal seperti itu ucap Abraham dalam hati sambil menyusul Dinda


Tampak Dinda berpapasan dengan Sheila saat Dinda hendak menyapa, Dinda melihat Dion sehingga Dinda pura-pura terus berjalan dengan Abraham yang berusaha mengejarnya, Abraham juga sedikit terkejut melihat Sheila dengan Dion yang mengikutinya, Abraham yang sudah pusing langsung membekap mulut Dinda dan mengangkatnya Lalau dengan cepat melangkah ke sebuah kamar yang pernah dia tempati untuk sementara waktu saat di kediaman Stuart, sementara Dinda berusaha memberontak tapi tubuh Abraham yang kekar tak merasakan apapun kini mereka berdua sudah berada di dalam kamar Abraham langsung mengunci pintu


"Apa yang kau lakukan kenapa kau membawaku kemari kau jangan berbuat aneh-aneh." ucap Dinda, " duduklah dulu kita berbicara dengan kepala dingin, aku menyukai mu kita sudah saling mengenal sejak kecil kau juga tau bagaimana Samuel dia orang yang sangat jahil jadi aku harap kau jangan mudah terpancing kau bisa bertanya padaku tentang semuanya aku tak akan berbohong padamu aku sungguh serius menjalin hubungan dengan mu walaupun aku tau siapa yang akan menjadi penghalang kita tapi aku pasti akan berjuang." ucap Abraham meyakinkan Dinda.


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya