My Wife My Hero

My Wife My Hero
21.berkumpul



Samuel yang mendengar perkataan kakeknya bingung karena kakeknya terlihat sangat senang atas peristiwa yang terjadi antara Steven dan Anisa, setelah menelpon kakeknya


Setelah menelpon kakeknya Samuel langsung menelepon ayahnya sementara itu stuart yang sedang di ruang kerjanya bersama komandan Langsung mengangkat panggilan telepon dari putranya


"Halo Ayah aku ingin mengatakan sesuatu." ucap Samuel


"Ada apa apakah terjadi sesuatu padamu atau pada adikmu." tanya stuart


"Tidak Ayah kami baik-baik saja hanya saja Tuhan melakukan sesuatu yang fatal dia sudah melakukan hal yang tidak pantas pada Anisa dan mereka harus di nikahkan, aku sudah menyuruh Abraham dan Anisa langsung ke kediaman kita sedangkan aku dan Steven menyusul." ucap Samuel


"Oh masalah itu anak pintar dia memang mengikuti jejak ku baiklah ayah akan menunggu kalian, oh iya apa kau sudah menghubungi kakekmu." ucap stuart santai


"Sudah ayah kakek akan menelepon semua orang untuk datang ke rumah kita mungkin saja kakek sedang menuju rumah kita." ucap Samuel, "Baiklah hati-hati di jalan." ucap stuart


Samuel tampak bingung melihat reaksi kakeknya dan ayahnya tampaknya mereka sangat bahagia dengan apa yang terjadi pada Steven, setelah menelepon kakek dan ayahnya Samuel langsung menyusul Steven ke kamarnya tampak Steven sedang merapikan pakaiannya


Apakah kau sudah menelpon kakek ayah Apakah ayah dan kakek marah." tanya Steven


"Jelas aja kakek dan ayah marah padamu karena kau telah membuat sesuatu yang mempermalukan keluarga kita Ayo sekarang kita pergi." ucap Samuel saat sudah melihat Steven selesai merapikan barang-barang miliknya


Kini Steven dan Samuel sudah menuju bandara setelah sampai di Bandara Steven dan Samuel langsung menaiki jet pribadi mereka


"Aku pikir prosesnya akan lama wah ternyata sudah ada orang yang duluan menjebak mereka berdua untung saja aku belum melakukannya." ucap ayah Leo setelah menutup teleponnya, bergegas keluar lalu mencari sang istri "sayang Ada kabar gembira." ucap ayah Leo


"Apa Kikan hamil lagi." ucap ibu stuart, mana ada kikan hamil lagi lihat saja anaknya sudah besar-besar seperti itu kau tahu Steven dan Anisa akan segera menikah ucap ayah Leo


Ibu Stuart yang sedang memainkan ponselnya langsung menatap Ayah Leo "kau serius Astaga sejak kapan air dan minyak itu bersatu." ucap ibu stuart


"Tadi malam ayo cepat kau bersiap aku akan menghubungi yang lain untuk berkumpul di rumah kediaman stuart untuk membahas masalah ini


Ibu stuart menatap Ayah Leo "jangan bilang kalian sudah melakukan sesuatu sehingga Anisa dan Steven bisa menikah." ucap sambil menatap tajam ke arah Ayah Leo


"Jangan menatapku seperti tidak kami tidak melakukan apapun bahkan kami yang melakukannya kami hanya pernah berbuat eh maksudkunya kami tak pernah memikirkan hal tersebut." ucap ayah leo hampir keceplosan


Tampak semua orang mulai berdatangan di rumah keluarga stuart termasuk ayah Leo dan istrinya yang sudah duluan datang, tampak semua orang bertanya-tanya apa yang terjadi sehingga semua orang di udang datang oleh ayah Leo ke rumah stuart


kini para orang tua sudah berkumpul di rumah keluarga stuart tampak Ayah Leo dan Tuan saling mengkode, "baiklah aku sengaja mengundang kalian ke rumah Stuart karena ada sesuatu yang perlu dibahas tapi sebelum kita membahas masalah tersebut kita akan menunggu kedatangan Anisa dan Steven terlebih dahulu." ucap ayah Leo


Bima langsung melihat ke arah stuart dengan tatapan yang sulit diartikan membuat Stuart pura-pura mengalihkan pandangannya ke tempat lain


"Kenapa kita harus menunggu Steven dan Anisa memang masalah ini berkaitan dengan mereka berdua." tanya paman Jack


"Benar masalah ini berkaitan dengan Anisa dan Steven jadi kita akan menunggunya sebentar lagi mereka akan tiba." ucap Ayah Leo


Tampak pesawat yang ditumpangi oleh Abraham dan Anisa sudah mendarat sempurna di bandara Anisa dan Abraham lalu keluar dari Bandara tampak sebuah mobil sudah menunggu mereka, Anisa dan Abraham langsung masuk ke dalam mobil tersebut dan duduk di kursi penumpang "Apakah kita akan pulang ke rumah." tanya Anisa


"Tidak kita akan langsung ke kediaman Paman tuan karena semua orang sudah berada di sana." ucap Abraham mendengar perkataan sang kakak Anisa terdiam dia bingung harus berkata apa


Sementara jet pribadi yang ditumpangi oleh Steven dan Samuel juga baru saja mendarat kini kedua pria tersebut sudah naik ke mobil


Sementara itu di rumah keluarga stuart tampak ketegangan mulai tercium di antara stuart dan Bima apalagi perasaan Bima sejak semalam sudah tidak enak mengenai putrinya


Tampak suara mobil terdengar dari pekarangan rumah tak berselang lama tampak Abraham dan Anisa masuk terlihat jelas wajah Anisa yang pucat dan matanya yang bengkak, dia yang melihat putrinya langsung bangkit dan membawa putrinya ke salah satu kamar bersama kikan, sementara Abraham setelah menyimpan barang-barang miliknya dan Anisa langsung bergabung dengan keluarga yang lain tapi Abraham tidak berani menatap ayah dan kakeknya Dia hanya bisa tertunduk, Bima yang melihat putranya seperti itu yakin pasti ada sesuatu yang terjadi pada putrinya, yang tidak sabaran langsung menyeret Abraham membuat yang lain tampak melerai Bima tapi Bima yang terlihat emosi langsung memukul Abraham tanpa ampun "apa sebenarnya yang kau lakukan menjaga adikmu saja satu-satunya tidak bisa." ucap Bima setelah itu melepas Abraham tampak langsung membantu sang cucu, tampak Abraham diam tak berani melakukan apapun


"Apa yang kau lakukan Kenapa kau memukul Abraham kau sudah gila." ucap Paman Jack saat melihat cucu kesayangannya dipukul oleh Bima


Semua orang tampak bingung melihat kejadian tersebut tapi tidak dengan ayah Leo dan Stuart mereka tahu pasti saat ini Bima sangat marah tak berselang lama tampak Samuel dan Steven masuk ke dalam rumah, dengan wajah yang penuh lebam Steven tampak tertunduk saat masuk ke dalam rumah tampak semua orang menatap ke arah Steven


Bima langsung bangkit dan kembali memukul Steven sehingga Steven jatuh tersungkur Untung saja dengan sigap Stuart langsung menahan Bima "Jangan bermain kasar mari kita bicarakan masalah ini dengan memukul putramu dan putraku semua masalah tak akan terselesaikan." ucap stuart


"Apalagi yang mau dibicarakan aku yakin pasti si Playboy ini sudah melakukan sesuatu yang fatal pada putriku." ucap Bima dengan emosi, "sabar paman semua ini terjadi bukan karena Steven ataupun Anisa tapi ada seseorang yang menjebak mereka." ucap Samuel setelah semua sudah duduk di ruang keluarga .


Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya