My Wife My Hero

My Wife My Hero
189. baju



tampak Arthur dan Rendra yang sudah tiba di perusahaan langsung masuk berjalan menuju ruangannya tampak mini tak sengaja melihat Arthur yang masih mengenakan baju saat makan malam tanpa atur yang sudah di ruangannya lalu duduk di kursi kebesarannya melihat pakaian yang digunakan oleh Arthur sapa berniat ingin mengambil pakaian baru agar atur bisa mandi dan mengganti pakaiannya di dalam kamar pribadinya yang memiliki kamar mandi di balik ruangan tersebut


" Tuan aku akan mengambil baju ganti agar Tuan bisa mengganti baju Tuan." ucap Rendra,tidak perlu aku tak akan pernah Menganti baju ini bahkan setelah pulang aku tidak akan mencucinya." ucap Arthur


Rendra tampak terbelalak mendengar perkataan Arthur bagaimana mungkin Arthur yang sangat suka kebersihan tiba-tiba menjadi seseorang yang terus memakai baju yang sama dari semalam atau jangan-jangan tuanya tertukar dengan alien itu mengapa dia hilang semalam pikir Rendra


"apa Tuan baik-baik saja." tanya Rendra, mendengar pertanyaan Rendra membuat Arthur sedikit kesal atau menatap tajam ke arah Rendra "memangnya kau pikir aku tidak baik-baik saja saat ini tentu saja aku baik-baik saja sudahlah berhenti mengkhawatirkan ku dan urusi saja pekerjaan mu." ucap Arthur


"maaf Tuan aku pikir Anda tak menyukai baju yang sudah anda pakai jika lewat dari beberapa jam tapi sepertinya kebiasaan Anda tiba-tiba langsung berubah dalam semalam." ucap Rendra


"aku memang tak suka jika berpakaian lewat dari beberapa jam dan tidak menggantinya tapi baju ini berbeda baju ini meninggalkan wangi khas yang tak bisa digantikan oleh baju manapun jadi begitu aku pulang dan mandi aku akan menggantungnya dan menciumnya setiap hari kau puas sekarang keluar." ucap Arthur , mendekat melihat sorotan mata dan mendengar suara keras Arthur membuat Rendra bergegas keluar dari ruangan Arthur dan kembali ke ruangannya begitu sampai di ruangannya langsung duduk di kursi kebesarannya


"astaga apa yang terjadi pada Tuan Arthur baru semalam hilang modelnya sudah seperti itu bagaimana kalau 3 hari hilang pasti lebih parah daripada itu." ucap Rendra


sementara Noni yang tadi melihat kedatangan Arthur dengan pakaian yang sama semalam tampak masuk ke ruangan kakaknya jangan tampak James sedikit terkejut karena Noni tiba-tiba masuk sedangkan dirinya sedang bersama sang sekretaris,


"ada apa denganmu kenapa kau selalu masuk ke ruanganku secara tiba-tiba dan tanpa mengetuk pintu dulu kau tahu kan aku juga memiliki privasi." ucap James kesal karena Neni sudah beberapa kali mengganggu dirinya saat akan olahraga sedangkan sang sekretaris langsung keluar begitu melihat Noni masuk


"makanya kunci pintu atau masuk ke dalam ruangan mu di dalam sana kan ada kamar atau keluar saja pergi ke hotel, aku di mana ini kan ruangan kantormu lagi pula aku masuk kau juga tak mengunci pintu." ucap Noni lalu duduk di kursi di hadapan Jeremi


"ada apa kau datang mendadak seperti ini katakan padaku cepat lalu kau segera keluar aku sungguh besar melihatmu hari ini." ucap Jeremi sambil memijit kepalanya


"apa kau tahu tadi Arthur baru masuk ke kantor jam 11.00 siang dan kau tahu dia tak mengganti pakaiannya sama sekali dia masih memakai bajunya yang semalam itu berarti dia tidak pulang tapi menginap di hotel tersebut apa kau tahu pemilik hotel itu dia laki-laki apa perempuan." tanya Noni


"aku merasa aneh saja pasalnya saya tahu aku atur selalu memakai baju rapi dan bersih setiap hari walaupun ada rapat Dia selalu memiliki pakaian ganti di mobilnya dan di ruangannya juga memiliki kamar khusus yang lengkap dengan pakaian dan kamar mandi." ucap Noni


"terus masalahnya di mana ia suka-suka dia mau ganti baju mau tidak ganti baju itu kan urusannya bukan urusanmu sebaiknya kau cari sesuatu yang lebih berguna untukmu daripada kau harus memperhatikan baju yang Arthur pakai sebaiknya kau pikirkan saja cara bagaimana agar Arthur tertarik denganmu, kau jangan terlalu mengurusi hal-hal yang tidak penting dan tidak berfaedah." ucap Jeremi


mendengar perkataannya kakaknya Noni menjadi kesal dengan jengkel Noni membanting pintu setelah keluar dari ruangan tersebut membuat Jeremi hanya bisa menggeleng-geleng kepala melihat sang adik


sementara itu di sebuah ruangan tampak Edi yang sedang duduk bersama pamannya Baskoro, paman aku sangat kesal dengan keluarga apa mantau saudaranya Arthur mendapatkan warisan dari sang nenek dan sekarang dia menjadi pemimpin salah satu perusahaan yang sangat besar dan sedang berkembang pesat saat ini di kota di tapi tidak mendapatkan apa-apa sehingga kami tidak bisa menuntut harta tersebut untuk bayi yang ada dalam kandungan sila." ucap Edi


"Benarkah berapa banyak warisan yang diterima oleh Arthur sampai sepertinya kau benar-benar sangat kesal seperti itu pasti itu harta yang sangat banyak." ucap Baskoro


"apa Paman mengetahui seorang pengusaha yang bernama Tuan raksa." tanya Edi, "apa Tuan raksa yang baru saja meninggal beberapa bulan yang lalu itu kan yang meninggalkan sebuah perusahaan raksasa dan beberapa miliaran aset baik yang bergerak dan tidak bergerak jangan bilang bahwa saudara Smith mewarisi harta tersebut." ucap Baskoro


"dan asal paman tahu yang lebih gila lainnya lagi 50% perusahaan raksasa tersebut atas nama Arthur dan dia satu-satunya pewaris 50% saham itu bayangkan Paman 50% saham hanya untuk Arthur dengan perusahaan sebesar itu dan bahkan Smith tidak mendapatkan satu persen pun, itulah yang membuat aku sangat kesal pada keluarga Smit ."ucap Edi


"apa 50% berarti Arthur satu-satunya pemegang kuasa atas perusahaan tersebut wah sungguh luar biasa dan mendapatkan apapun bahkan namanya tak tercantum dalam pembagian harta warisan itu jangan-jangan bukan anak kandung." ucap Baskoro


"itu tidak mungkin paman aku sudah memeriksa latar belakang Smith Dan Dia memang anak pertama dari pasangan ayah dan ibunya sedangkan Arthur adalah anak kedua tapi entah mengapa nenek Arthur seperti yang lebih menyayangi Arthur daripada Smith." ucap Edi


"jadi sebenarnya apa keinginanmu menceritakan semua ini kepada paman apakah kau ingin merebut harta warisan tersebut dengan cara membuat Arthur menyerahkan sendiri semua harta warisan miliknya yang sudah diberikan oleh Tuan raksa padanya." ucap Baskoro


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya