My Wife My Hero

My Wife My Hero
268.izin



Tampak Emily yang sedang menyiapkan barang-barangnya tampak lupa menanyakan apakah Sofia sudah mengatakan hal itu pada Samuel bagaimanapun Samuel adalah suaminya dia harus meminta izin pada Samuel mengambil ponselnya lalu menghubungi Samuel setelah berbicara beberapa menit tampak senyuman indah Emily terpancar sangat jelas karena Samuel langsung setuju


Sementara itu Anisa yang berada di kediaman tampak memukul jidatnya karena lupa mengatakan hal tersebut pada sang suami tampak Anisa mengambil ponselnya tapi sebelum dia menghubungi suaminya Steven sudah duluan menghubunginya "halo sayang apakah kau sudah bersiap-siap kabari aku jika kau akan pergi." ucap Steven


"Oh jadi kakak sudah tahu aku akan diajak berlibur oleh Sofia Ke villa miliknya, aku sangat senang Kakak terima kasih." ucap Anisa dia tak ingin berbicara panjang lebar apalagi bertanya alasan Steven menyetujui dia pergi berlibur ke villa milik Sofia yang penting soalnya sangat susah mendapatkan izin Steven jika ingin keluar


Sementara itu Steven yang ada di perusahaan tabrak geleng-geleng kepala karena istrinya tak mengatakan apapun bahkan tak bertanya dari mana dia mengetahui semua itu sementara itu dia yang baru saja masuk ke ruangan Steven tampak senyum sendiri sambil berjalan ke arah Steven "maaf tuan ada apa tuan memanggilku." tanya dion yang sudah berada di hadapan Steven


"Kau sudah datang aku ingin berlibur beberapa hari tapi aku akan tetap masuk ke perusahaan jika ada sesuatu yang penting jadi kau akan bertanggung jawab untuk perusahaan ini." ucap Steven, "baik tuan aku mengerti." ucap Dion


Tapi sebelum dia meninggalkan ruangan tiba-tiba sebuah pesan dari Sheila masuk ke ponselnya salah mengajak Dion untuk berlibur di villa Sofia bersama yang lainnya, tampak Dion berbalik melihat ke arah Steven dengan wajah yang sedikit kesal dan sedikit memohon bagaimana tidak dia yakin Tuhan pasti tahu bahwa sila dan yang lain akan berada di villa milik Nona Sofia tapi dia sengaja membuatnya bekerja untuk menjaga perusahaan


"Ada apa kau melihatku Jangan berpikir macam-macam aku tak pernah melakukan itu semua itu murni karena urusan pekerjaan kau adalah asistenku jadi Sudah sewajarnya kau menjaga perasaan selama aku tidak berada di perusahaan." ucap Steven yang tahu betul arti tatapan asisten


"Tuan kan memiliki wakil mengapa harus aku yang memegang tanggung jawab itu seharusnya kan wakil tuan yang melakukannya aku seharusnya menemani Tuan di manapun Anda berada karena aku adalah asisten pribadi Tuan yang selalu siap satu kali 24 jam bersama Tuan." ucap Dion


jangan sok mendramatisir keadaan kau tahu kan wakilku hanya sebagai jabatan saja sementara kau tahu kau adalah orang yang paling aku percaya jadi Sudah sepantasnya kau menjaga perusahaan kau tak pernah memikirkan kekasihmu aku akan menjaganya agar dia tidak melirik ke pria lain terutama pada tamu Samuel karena sepertinya ada dua orang pria tamu dari Samuel yang akan bergabung dengan kami keduanya pria tampan dan merupakan pengusaha dan asistennya." ucap Steven memanas-manasi Dion


Tampak Dion meremas tangannya karena kesal pada Steven" tuan tenang saja kekasihku adalah wanita setia aku yakin dia tak akan melirik pria lain selain diriku lagi pula pasti aku lebih tampan di mata sela daripada pria manapun di dunia ini." ucap Dion


Sementara itu Sofia dan Dinda tampak sedang berkemas dan keluar menuju parkiran di mana mobil mereka berada tampak Sofia langsung masuk ke dalam mobilnya begitupun Dinda mobil milik Sofia melaju menuju kediaman Anisa, sementara itu di luar kediaman Anisa dan Steven tampak beberapa orang pria sedang mengawasi rumah tersebut dari dalam sebuah mobil yang terparkir tidak jauh dari pintu gerbang, tampak mobil yang dikemudikan oleh Sofia sudah masuk ke dalam kediaman Steven


Sementara itu Anisa yang sudah berkemas-kemas tampak tersenyum girang menunggu kedatangan Sofia di ruang tamu dengan barang bawaannya begitu mengetahui Sofia sudah berada di pekarangan tampak Anisa bergegas menyuruh pelayan membawakan barang-barang miliknya untuk dimasukkan ke mobil Sofia tampak Anisa yang keluar menyambut Sofia karena dia sangat tenang akhirnya bisa keluar berjalan-jalan dan bersenang-senang di villa milik Sofia


"Astaga kakak ipar Apa yang kau lakukan kenapa kau sangat terburu-buru pelan-pelan saja kau jangan khawatir Steven tidak akan merubah pikirannya tapi kakak ipar Apa yang kau bawa sebenarnya mengapa barangmu sangat banyak tidak sekalian kau membawa lemarimu ke villa milik ku." ucap Sofia melihat kakak iparnya yang tampak sedikit tergesa-gesa keluar dari kediamannya dan dengan koper yang sangat besar seolah-olah dia akan tinggal di villa selama 1 bulan, tampak Anisa cengengesan mendengar perkataan adik iparnya tapi dia tak menggubrisnya dan langsung masuk ke dalam mobil sementara barang yang dibawa oleh Anisa langsung dimasukkan pelayan ke bagasi mobil milik Sofia


Sementara itu dari jauh tampak mobil yang sedang terparkir melihat apa yang terjadi di pekarangan mereka tersenyum penuh arti karena mangsa yang mereka tunggu-tunggu akhirnya keluar dari kediaman tersebut apalagi keduanya adalah wanita tanpa pengawalan apapun dari siapapun tentu saja itu merupakan peluang besar bagi mereka untuk bisa menyakiti wanita yang telah menjadi sasaran dari perintah orang yang membayar mereka mahal


"Kalian bersiaplah itu target kita sepertinya mereka akan keluar dan sepertinya tak ada penjaga yang menjaga mereka ternyata tugas ini sangat mudah kita tidak perlu bersusah payah untuk melawan siapapun karena yang kita akan habisi hanya seorang wanita hamil dan seorang wanita cantik mungkin kita bisa menikmati tubuh wanita tersebut Lalu membunuhnya seperti wanita hamil tersebut ucap pria yang berada di dalam mobil para pria yang lainnya tampak tertawa senang mendengar." ucapan pria tersebut


"Aku pikir tugasnya akan sulit karena wanita rsebut mengatakan bahwa tugas ini sulit itulah mengapa dia membayar kita mahal ternyata tugasnya begitu mudah hanya menghabisi wanita yang sedang hamil dan bahkan kita mendapatkan bonus seorang wanita cantik yang bisa kita jadikan pemuas nafsu kita." ucap pria lainnya


sementara itu Sofia dan Anisa yang sudah duduk di jok depan tampak sedang bersiap-siap untuk melajukan kendaraannya keluar dari kediaman Steven, "Apa kakak ipar yakin tidak melupakan apapun lagi karena kita akan menginap di villa ku." tanya Sofia kepada sang kakak ipar


"aku sudah membawa semuanya bahkan aku membawa beberapa cemilan ku dan juga buah-buahan yang sering aku makan sebagai bekal perjalanan karena kita kan akan singgah menjemput Emeli." ucap Anisa dengan wajah lugunya .


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya