My Wife My Hero

My Wife My Hero
300.hadiah



"Baiklah karena pernikahan ini sudah sah secara hukum dan agama silakan ditandatangani berkasnya tapi sebelumnya silakan mencium mempelai wanitanya." ucap pak penghulu, tampak Sofia dan Arthur menandatangani surat nikah dan mendapatkan buku nikah yang baru


Pernikahan antara Sofia dan Arthur berjalan dengan lancar tampak semua keluarga berkumpul semua orang sekarang sedang merayakan acara pernikahan tersebut sampai-sampai Kevin meneteskan air mata bahagia karena Tuannya mendapatkan pasangan yang sempurna semua orang memberi ucapan selamat kepada Arthur dan Sofia Kevin langsung mendekat ke arah Arthur "selamat tuan semoga anda berdoa selalu bahagia." ucap Kevin sambil menghapus air matanya


Acara pernikahan telah selesai semua orang sudah pulang ke kediaman mereka masing-masing tampak Sofia sudah masuk ke dalam kamar begitupun para wanitanya hanya tinggal pria yang berada di luar sedang bercerita tampak Stuart bersama rekan-rekannya di meja berbeda dengan Samuel Steven Bima Dion dan Kevin serta Arthur


Sementara di dalam kamar pengantin tampak Sofia Sheila, Dinda, dan Emily sedang berkumpul Mereka ingin berbicara dengan Sofia sebelum mereka kembali ke kediaman mereka "aku tak menyangka bahwa kak sofia akan menikah secepat ini aku pikir diantara kita semua kak Sofia yang akan lama untuk menikah mengingat kau tidak suka berbasa-basi dengan siapapun dan tidak menyukai pria apalagi ayahmu sangat menakutkan." ucap Sheila


"Kau benar Sheila aku juga tak menyangka hal itu aku pikir aku yang angkat terlebih dahulu menikah daripada dirinya tapi lihat apa yang terjadi Dia sudah menikah bahkan sekarang dia sedang hamil, oh iya emeli bagaimana apakah sudah ada tanda-tanda kehamilan." tanya Dinda, Emeli menggeleng "aku tidak tahu aku tidak merasakan apapun lagi pulang aku belum terlambat datang bulan jadi aku rasa aku belum hamil." emeli


"Kau tenang saja aku yakin kau sebentar lagi akan hamil seperti yang lainnya mungkin kau lebih butuh proses sedikit lebih lama daripada yang lain, oh iya bukankah kalian memberikan aku hadiah di mana hadiah yang akan kalian berikan." tanya Sofia


Ketiga orang wanita tersebut langsung saling memandang kemudian tersenyum "kami memberikan kau ini tapi kau harus membukanya setelah kami pergi dulu kau tidak boleh membukanya sekarang." ucap emeli, apa ini kenapa kotaknya besar sekali." tanya Sofia


"Nanti juga kau akan mengetahuinya sekarang simpan dulu hadiah itu aku ingin bertanya kepadamu bagaimana saat pertama kali kau melakukannya dengan." Arthur tanya Dinda, "untuk apa kau bertanya seperti itu nanti jika kau menikah dengan Bima kau bisa merasakannya." ucap Sofia, "kata Emily yang pertama sangat sakit dia bahkan sampai berteriak dan menggigit Samuel tapi setelah beberapa kali rasa sakitnya hilang dan tinggal rasa enaknya." ucap Dinda


"Jangan katakan bahwa Kakak ipar ceritakan semua yang dia tanyakan Dinda pada kakak ipar Jangan mengatakan hal seperti itu kepada Dinda dia ini otaknya mesum bisa-bisa sebelum menikah dia sudah memperkosa Bima duluan." ucap sofia, semua orang langsung tertawa


"Terima kasih kakak ipar atas hadiahnya tapi aku akan kembali dulu ke perusahaan dan melihat Apa yang terjadi lagi pulang sahamku lebih besar daripada pemilik Ruben walaupun dia sudah mendapatkan adik sepupuku dan juga pamanku." ucap Arthur, wah kau memang pria yang luar biasa aku sangat kagum padamu baiklah jika kau membutuhkan sesuatu kau tinggal menghubungiku saja, tapi ingat jika setelah kembali dalam satu minggu dan Ruben masih menjadi CEO perusahaan aku sendiri yang akan menarik semua investasiku di perusahaan tersebut." ucap Samuel


"Aku akan melakukan yang terbaik untuk perusahaan dan agar kakak ipar tidak menarik kembali investasi yang sudah kakak ipar berikan kepada kami." ucap Arthur, oh iya kau ingin hadiah apa dariku tapi sudahlah aku sudah memberikan hadiah di kota D sebuah sebuah hotel mewah di tengah kota aku membeli hotel itu karena kesal dengan pelayanannya jadi aku iseng-iseng membelinya tapi karena aku tidak terlalu menyukai hotel tersebut dan hotel tersebut berada di kota D mas aku memberikannya padamu sebagai hadiah pernikahan tapi seperti ucapanmu pada ijab kabul kau memberikan semua hartamu kepada adikku Sofia jadi hotel itu atas nama Sofia." ucap Steven


"Terima kasih kakak ipar aku memang sejak awal sudah memberikan semua hartaku kepada Sofia Karena bagiku dia adalah hartaku sementara harta yang kumiliki tak sebanding dengan dirinya jadi aku memberikan semua yang aku punya untuknya Karena aku tahu semua yang aku miliki hanya secuil dengan apa yang dia miliki saat ini jadi saat dia meninggalkanku aku tak akan memiliki apapun selain nama." ucap Arthur


"Wah kau memang pria yang luar biasa sangat menarik aku terkesan dengan apa yang kau berikan pada adikku pantas saja ternyata kau pria sederhana yang tulus adalah sahabat saat mereka masih muda." ucap Samuel, "aku juga tidak tahu kakak ipar bawah kakiku mengenal tidak pernah mengatakan apapun tentang keluarga huges." ucap Arthur


"Apakah kau sudah tahu bahwa dia telah kembali sepertinya dia masih ingin menetaskan di dalam lama terhadapmu aku tidak tahu siapa yang dia incar saat ini tapi saat ini dia bersembunyi yang entah di mana sepertinya dia sudah menyusun rencana beberapa tahun ini untuk kembali menyerang dirimu." ucap Bima


"Aku bingung kenapa dia sedendam itu padaku padahal kejadian itu sudah 30 tahun yang lalu saat itu kita masih sekolah dan saat itu aku tidak mengerti apa yang terjadi aku bahkan tidak tahu jika wanita itu adalah kekasihnya aku pun hanya menghindari wanita itu karena ingin menyentuhku kau tahu aku paling benci di sentuh oleh wanita, mengapa di saat ini dia mau datang untuk membalas dendam itu aku rasa ini bukan masalah itu masalah ini tidak sesederhana apa yang kita pikirkan selama ini." ucap Stuart


"Kau memang menghindari wanita itu tapi karena kau menghindarinya wanita itu terjatuh dan kepalanya terbentur dan wajahnya tergores sangat dalam membuatnya harus dilarikan ke rumah sakit dan mendapatkan beberapa jahitan yang membekas di wajahnya membuat wanita itu sangat frustasi karena dia merasa wanita tercantik di sekolah tapi harus berakhir seperti itu ia pun mengurung diri di kamar walaupun bekas itu bisa tersamarkan dengan operasi plastik tapi sayangnya operasi tersebut gagal membuat cacat di wajahnya bertambah pada akhirnya dia pun mengakhiri hidupnya itulah mengapa dia sangat marah padamu dan sudah lama sebenarnya dia ingin membalas dendam padamu tapi kau tidak bisa disentuh." ucap Bima .


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya