
Tampak mobil yang akan menjemput Malika sudah masuk ke halaman kediaman Arthur tak berselang beberapa menit tampak malaikat keluar lalu masuk ke dalam mobil tersebut ini mobil tersebut sudah keluar dari kediaman Arthur kembali ke kediaman Ruben, sementara aturan Kevin sudah tiba di perusahaan dengan malah Kevin mengikuti langkah arthur ke ruangan menunggu perintah penting yang akan dikatakan oleh Arthur
ini Arthur sudah masuk ke dalam ruangannya bahkan sudah duduk di kursi kebesarannya sementara Kevin selalu mengikutinya membuat Arthur bingung sepertinya Arthur lupa tentang apa yang dikatakan dalam mobil tadi "ada apa kau mengikuti ku sampai kemari mengapa kau tidak kembali ke ruanganmu." tanya Arthur
Kevin menatap Arthur dengan pandangan yang sulit diartikan "bukankah Tuan tadi mengatakan dalam mobil bahwa Tuhan ingin memberiku tugas yang sangat penting itulah mengapa Tuan tidak memperbolehkan aku mengantar nona Malika sampai ke kediaman Ruben." ucap Kevin
"oh iya aku sampai lupa ini adalah tugas yang sangat penting jadi kau harus berhati-hati tolong kau Carikan aku mangga muda sejak tadi pagi aku ingin sekali memakannya ucap Arthur, Yang benar saja masak tugas yang Tuhan berikan adalah mencari mangga muda itu kan bisa dilakukan oleh siapa saja mengapa harus aku." ucap kevin tidak terima
"entahlah aku hanya ingin kau yang membelikan aku buah mangga muda aku tak ingin siapapun yang melakukannya sekarang pergilah kau jangan terlalu memikirkan Malika dia pasti akan baik-baik saja aku yakin itu lagi pula kan di kediaman ada Neni." ucap Arthur menenangkan, dengan wajah kesal Kevin keluar dari ruangan Arthur untuk pergi mencari mangga muda sementara itu mobil yang ditumpangi oleh malaikat sudah memasuki karangan kediaman Ruben tampak mobil tersebut sudah terparkir sempurna di depan halaman Mari kita keluar dari mobil dengan gaya anggun dan langsung disambut oleh Ruben tampak Ruben memakai baju santai berada di depan pintu tampak dengan pandangan yang sulit diartikan "selamat pagi datang" ucap Ruben sambil mempersilahkan Malika untuk masuk ke dalam rumah "selamat pagi tuan Ruben oh iya apakah Tuan Ruben yang menyambut aku sendiri apakah tuan ruben tidak akan pergi ke perusahaan dan di mana Neni." tanya Malika sambil masuk ke dalam begitu sampai di ruang tamu Malika langsung duduk di kursi ruang tamu begitupun Ruben yang sudah duduk tepat di hadapan Malika
"iya aku memang sengaja ingin menjemputmu saat kau datang apa lagi tadi Neni harus pergi ke rumah orang tuanya karena ayahnya sedang kurang enak badan sehingga dia harus buru-buru pergi untuk melihatnya itulah mengapa aku tidak pergi ke perusahaan karena Neni berkata untuk menemani anda sampai dia kembali." alasan Ruben
"Benarkah jadi apa yang harus aku lakukan jika Neni tidak ada sebaiknya aku kembali pulang saja tidak enak jika aku di sini hanya berdoa dengan Tuhan Ruben Nanti orang akan berpikiran apa, apalagi kita berdua sudah memiliki pasangan masing-masing tentu saja itu pasti akan sangat tidak baik untuk keluarga kita masing-masing, apalagi jika sampai ini sangat lama di sana." ucap Malika mencari alasan ingin memancing Ruben
Ruben yang mendengar hal tersebut langsung berbinar "benarkah kau menganggap aku pria tampan yang mempesona dan membuat jantungmu berdetak aku juga kau tahu aku juga merasakan hal yang sama setiap melihatmu jantungku selalu berdetak lebih kencang dari biasanya, kau tenang saja sayang kau tak merusak rumah tanggaku aku tak mencintai istriku sama sekali." ucap Ruben sambil memegang tangan Malika
Malika langsung berusaha melepaskan tangan Ruben dari tangannya "jangan seperti itu aku tak ingin ada orang yang melihatnya kau tahu aku sudah memiliki suami aku adalah wanita baik-baik yang tak ingin mengkhianati suamiku dan juga merusak rumah tanggamu, walaupun kau tak mencintai istrimu tapi kau sudah menikah dengannya itu berarti kau sudah memilihnya untuk menjawab di pendamping hidupmu." ucap Malika
"Apa kau tahu aku sangat menyukai mu aku tahu kau perempuan baik-baik tapi aku sangat menyukaimu bagaimana jika kau meninggalkan Arthur dan datang kepadaku aku pasti akan membuatmu bahagia." ucap Ruben, Apa maksudmu meninggalkan Arthur dan datang kepadamu kau sudah memiliki istri bagaimana mungkin aku meninggalkan Arthur lalu datang kepadamu tidak mungkin aku menyakiti perasaan Neni aku juga seorang wanita bagaimana mungkin aku bisa menyakiti wanita lain biarlah perasaan ini aku pendam saja, baiklah Tuan Ruben sepertinya aku harus pergi aku tak ingin lebih terpesona oleh dirimu bagaimana jika aku sudah nyaman bersamamu aku takut hal itu terjadi jadi aku harus pergi dari tempat ini sebelum aku semakin jauh mencintaimu." ucap Malika
"sayang aku menikah dengan neni karena sebuah keadaan tapi jika memang kau ingin aku berpisah dengannya aku akan segera menceraikan Neni, bagaimana apakah jika aku berpisah dengan neni kau juga akan berpisah dengan Arthur." tanya Ruben sambil menempelkan tubuhnya ke tubuh Malika
"Benarkah kau akan menceraikan ini jika memang seperti itu aku juga akan menceraikan Arthur dan datang kepadamu untuk bisa hidup bersamamu." ucap Malika, "benarkah itu sayang Kalau begitu kau harus ikut bersamaku aku ingin memperlihatkan sesuatu padamu untuk merayakan kebersamaan kita hari ini ucap Ruben sambil memegang tangan Malika menuju sebuah kamar tidur yang sudah dia persiapkan, sementara Malika tampak was-was setelah Ruben berjalan menuju sebuah kamar begitu Ruben membuka kamar tersebut tampak Malika sangat terkejut karena kamar tersebut seperti kamar pengantin sayang bagaimana apakah kau menyukai kamar ini bagaimana jika ini hari kita meresmikan kamar ini sebagai tanda ikatan cinta Kita." ucap Ruben, Malika Langsung menangis dan berlari ke ruang tamu kembali sambil menutup kedua melihat hal tersebut Ruben langsung berlari untuk mengejar Malika "ada apa Kenapa kau pergi seperti itu." tanya Ruben "apakah bagimu aku seorang wanita murahan yang gampang ditiduri oleh seorang pria begitu jadi kau tidak mencintaiku kau hanya ingin meniduriku saja buktinya kau bahkan menyediakan ranjang pengantin dan mengatakan kau ingin melakukan itu sebagai tanda cinta kita seharusnya sebagai tanda cinta kita kau bersikap sopan dan manis kepadaku dan menjaga harga diriku kita bisa melakukan hal itu saat kau dan aku sudah bercerai Apa kau memang hanya menganggap ku sebagai pemuas nafsu mu saja tapi tidak mencintai ku seperti yang kau katakan." akting Malika sambil menangis.
Jangan lupa like komen vote dan hadiahnya