
Drakula adalah yang terkuat dari keempat dewa vampire dan pada saat peperangan melawan penciptanya Lycan dia adalah yang pertama dapat melancarkan seragan kearah jantung Lycan, hal itu dikarenakan tehnik unik yang dia miliki tidak seperti para pembunuh yang lainnya yang mana hanya bisa bersembunyi dibalik bayangan. Drakula memiliki kemampuan khusus yang mana dia bisa masuk kedala dimensi bayangan yang mana saat dia memasuki dimensi tersebut dia tidak dapat dilacak maupun disentuh oleh orang lain bahkan sistempun masih menganalisa kemampuannya tersebut.
Dan lalu para Vampire yang telah dia suruh untuk menculik Nabila telah mati terbunuh, hal itu dapat dia rasakan dengan kuat karena mereka adalah para Vampire yang telah mempersembahkan darah mereka pada Drakula. Siapapun yang mempersembahkan darah mereka pada Drakula dapat memiliki akses kedimensi bayangan dan juga kekuatan mereka akan meningkat berkali-kali lipat tetapi bayarannya adalah hidup mati mereka berada ditangan Drakula, dan juga Drakul dapat mengetahui kalau ada pengikutnya yang mati.
“Sialan…., rupanya dia sudah bersiap yah…, tampaknya aku tidak bisa sembunyi-sembunyi lagi” kata Drakula.
Pada malam itu Drakula telah ditemani oleh beberapa orang yang duduk bersamanya, setelah babak penyaringan berakhir ada banyak dewa yang menginginkan Nabila namun walaupun mereka telah mengutus beberapa pengikut mereka tetapi mereka malah mendapati kalau pengikut mereka telah mati. Dan walaupun mereka tidak tahu dengan jelas siapa yang membunuh pengikut mereka tetapi mereka tahu kalau cuman Reigalah yang akan menjadi penghalang mereka.
Sementara itu Nabila yang tidak tahu kalau dirinya sudah diincar oleh para dewa dengan santainya masuk kepenginapan bersama dengan singa berkepala dua, didalam penginapan itu dia telah disambut oleh Lucy dan Rial yang rupanya sedari tadi mencari keberadaan dirinya.
“Oiii… bocah, dari tadi kau keman aja” kata Lucy dengan wajah yang sangat menakutkan.
Rial yang sedari tadi menunggu Nabila pulang disebelah Lucy merasakan angin dingin kematian dari Lucy yang membuat Rial sedari tadi ketakutan dan tidak bisa berbicara apa-apa, dan setelah Nabila kembali dia akhirnya bisa bebas dari rasa takutnya dan dengan cepat berlari kekamarnya.
“Hmmm… Rial kenapa lari begitu, sakit yaa??” kata Nabila yang melihat Rial berlari kekamarnya.
“Jangan alihkan pembicaraan, sekarang aku tanya kau kemana saja dari tadi, dan juga kenapa kau bawa kucing liar ini” kata Lucy yang sama sekali tidak takut dengan singa berkepala dua.
“Grrr…..” mendengar kalau tuannya sedang dimarahi singa berkepala dua langsung menggeram marah kepada Lucy.
“Apa….” Dan dengan hanya aura kuat dan satu kata dari Lucy singa berkepala dua langsung duduk diam ditempat.
Insting hewannya mengatakan kalau perempuan didepannya akan memakannya hidup-hidup jika dia melawan dirinya, sementara itu Nabila yang tahu kalau dia akan dimarahi sedang berpikir panjang mengenai alasan apa yang akan dia berikan pada Lucy.
“Aaaahhh…, ini aku tadi mengikuti babak penyaringan” kata Nabila dengan wajah bangga.
“Haaahh… kenapa pula kau mengikuti babak itu, bukannya aku sudah bilang kalau kita tidak perlu ikut babak penyaringan karena kita sudah mengatas namakan dewa Reiga” kata Lucy.
“Justru karena hal itulah aku mnegikuti babak tersebut” kata Nabila dengan wajah serius.
“Eeehh… kenapa??” tanya Lucy yang sudah mulai terpancing kebohongan Nabila.
“Karena nama dewa Reiga belum terlalu dikenal dinegeri ini, jadi aku memutuskan untuk menunjukkan kekuatanku pada semua orang, dan ketika aku jadi pemenang nanti maka kau bisa dengan mudah menyebarkan nama dewa Reiga dan dapat mengait banyak pengikut" kata Nabila yang sangat lancar berbohong.
“Oooohh… begitu rupanya, aku mengerti kau bermaksud untuk lebih dikenal oleh para penonton terlebih dahulu lalu dengan popularitasmu kau dapat menyebarkan nama tuan Reiga, masuk akal juga” kata Lucy.
“Bagus dia percaya” pikir Nabila yang telah berhasil menipu Lucy.
Sementara itu Reiga yang telah berada diluar ruangan yang awalnya ingin mengecek keadaan para pengikutnya, mendengar ucapan dari Nabila langsung memasang wajah malas dan sakit kepala.
“Dari mana pulak anak ini belajar berbohong seperti itu” pikir Reiga yang mempertanyakan kemampuan berbohong Nabila.
“Tuanku, dewa Reiga hamba datang untuk melapor” kata Raiya.
“Bicaralah…” kata Reiga.
“Iya para pengintai yang mengintai Nabila semuanya sudah dibunuh oleh kelompokku, dan juga selain dari ras vampire ada juga beberapa pengintai yang lainnya, mereka berasal dari dewa yang berbeda-beda” kata Raiya.
“Begituya…., mereka cukup berani juga ingin mengambil kepunyaanku… kelihatannya para dewa itu mulai sadar kalau aku sudah mengetahui rencana mereka dan mulai berkoalisi dengan dewa yang lainnya untuk keselamatan mereka” kata Reiga yang mulai merasakan energy banyak dewa berkumpul disatu tempat.
“Tuan apa perintah anda selanjutnya” tanya Raiya.
“Untuk sekarang tetap siaga, aku penasaran dengan apa yang para dewa itu rencanakan, semoga saja mereka tidak membuatku bosan” kata Reiga dengan senyum mengerikan diwajahnya.
Raiya dan para pengikutnya yang melihat senyum Reiga ketakutan dan merinding dibuatnya, mereka tahu kalau siapapun dewa itu, dia telah membuat lawan dengan orang yang salah.
Dan besok paginya setelah turnament menyelesaikan keenam babak penyaringan yang mana telah masuk 25 orang peserta dari babak tersebut dan perwakilan dari para dewa kelas atas terdapat 37 orang peserta, mereka semua berkumpul didalam arena yang mana tampilah wajah mereka.
“HOOOHH…. Uwwwoooooh….” Para penonton bersorak melihat para peserta yang masuk kedalam arena.
Mereka semua terdiri dari berbagai macam ras yang berbeda dan hal tersebut membuat para penonton semakin bersemangat, dan ketika Lucy memasuki arena “HOOOOOOHH….” Para penonton pria yang melihat kecantikannya langsung menggila ditempat mereka.
Kecantikan dan daya tarik dari seseorang yang merupakan Demi God memang dapat menarik perhatian lawan jenis mereka, bahkan ada beberapa dewa yang jatuh hati terhadapnya. Namun mereka semua tidak mengetahui kalau hatinya sudah dia berikan pada seseorang dewa yang sangat kuat dan juga sinting.
“Tampaknya aku akan menambah banyak musuh dari mata para dewa” pikir Reiga yang memikirkan kalau para dewa yang jatuh hati pada Lucy mengetahui kalau Lucy adalah saintnya.
“Hohohoho…. Kau punya saint yang sangat cantikya…., aku jadi sangat cemburu denganmu” kata Borus yang berdiri disamping Reiga.
“Ya… dia itu seperti bunga mawar cantik namun memiliki duri yang sangat menyakitkan, dia tidak akan membiarkan sembarangan orang untuk menyentuh dirinya karena dia adalah milikku” kata Reiga.
“Hmmmm…. Menarik” pikir Borus yang mendengarkan perkataan Reiga.
“Hahahaha… kau punya saint yang cukup kuat rupanya, dari sekilas kau hanya bisa melihat wanita cantik biasa tetapi jika kau perhatikan lagi kau akan dapat melihat otot lengan dan kaki yang dilatih khusus agar tidak menonjol, dan juga energy yang sangat tenang namun sangat kental dia pasti ahli bela diri dalam pertarungan tangan kosong kalau kutebak” kata Hill yang memandang tinggi Lucy.
“Hebat kau mengetahuinya hanya dalam sekali lihat, seperti yang diaharapkan dari dewa para raksasa yang katanya dapat menghancurkan satu benua seorang diri” kata Reiga yang memuji penglihatan Hill.
“Hahaha… kau terlalu memuji, tetapi kau memang memiliki saint yang sangat hebat tetapi saintkulah yang akan memenangkan turnament ini” kata Hill dengan penuh percaya diri.
Bersambung........
Berikan dukungan kalian dengan cara Like, Komen, Giff, dan Vote novel ini jika kalian semua menyukai cerita yang ada didalamnya, Ok.....