
Battle royal adalah sebuah ajang pertarungan yang mana terdapat 3 atau lebih peserta, didalam pertarungan ini sama sekali tidak ada lawan semuanya adalah musuh sampai tersisa beberapa orang yang tetap berdiri. Didalam ajang ini bukan hanya yang kuat ataupun yang memiliki senjata paling hebatlah yang akan menang tetapi mereka yang bisa beradaptasi dan cerdiklah yang akan memenangkan ajang ini.
Dan lalu salah satu peserta terkuat dari babak penyaringan ini sang raksasa yang juga memiliki artefak yang cukup kuat sekarang ini sedang dikepung oleh beberapa peserta yang lainnya, para peserta tersebut merasa khawatir dengan kekuatan yang dimiliki pria dari klan raksasa itu dan mereka lalu memutuskan untuk bekerjasama dengan peserta yang lainnya untuk menyingkirkan pria itu terlebih dahulu.
“Hmmm… situasi yang benar-benar tidak terduga” kata Borus.
“Hahaha… kau benar-benar tidak tahu yah, manusia itu memiliki kecerdasan mereka tahu kalau mereka tidak mungkin dapat menang melawan orang dari klan raksasa itu jadi makanya sesama orang lemah akan bersatu membuat kelompok sendiri” kata Reiga.
“Hooo… jadi begitu, kalau dilihat lagi memang benar ada cukup banyak orang yang membuat kelompok untuk bertarung tadi” kata Borus yang melihat beberapa orang bertarung mengeroyok peserta yang kuat.
Ada beberapa yang saling berkumpul mereka membuat kelompok terdiri dari lima orang yang menyerang satu orang, mereka berkordinasi dua orang menahan serangan sementara sisanya menyerang dari titik buta lawan. Dan lalu pria dari klan raksasa tersebut telah berhadapan dengan kelompok 10 orang.
“Ayo serang dia bersama-sama” kata salah satu orang yang berada dalam kelompok 10 orang tersebut.
“Srraanggss… srraanggss…” dengan senjata yang mereka pengang mereka lalu melancarkan serangan pada pria
itu namun serangan tersebut berhasil ditangkis dengan mudah, mengingat adanya gaya tarik dari element gravitasi artefak miliknya membuat dia bisa menarik serang tepat di tempat yang dia inginkan.
“Apa-apaan ini aku tadi perasaan mengarahkan tombaku kearah perutnya, tetapi kenapa bisa berbelok kearah tepat disenjatanya” pikir salah satu pria yang menyerang tadi.
“Grraaaahhh….. Trraaannggss…” pria dari klan raksasa itu langsung dengan kautnya melemparkan kedua orang yang menyerangnya tersebut, mereka berdua langsung terhempas jauh keluar arena dan kerena mereka menghantam dinding colosseum tadi membuat beberapa tulang mereka ada yang patah beberapa.
“Srraaasshh…” dan pada saat pria dari klan raksasa itu menghempaskan kedua orang barusan, seseorang mengambil kesempatan dan menyerangnya dari belakang serangan dari pedang tersebut membuat punggungnya terluka. Borus yang berharap pada orang dari klan raksasa tersebut agar dia menang dan menjadikan dirinya sebagai promosi senjatanya merasa risau.
“Tenanglah ingat kalau dia berasal dari klan raksasa, luka kecil seperti itu bukan apa-apa bagi mereka” kata Reiga yang melihat wajah khawatir Borus.
“Ho….hoho… aku tidak khawatir sama sekali, aku cuman kaget saja kalau rupanya didalam battle royal ini dapat menggunakan cara berkelompok” kata Borus.
“Hehe.. prasaan aku gak ada bilang khawatir barusan” pikir Reiga yang melihat wajah panik Borus.
Benar saja perkataan Reiga barusan luka dipunggung klan raksasa tersebut tidak menghalangi dirinya malahan luka tersebut membuatnya semakin buas, “Drraaasshh…” dia dengan kuat mengayunkan palunya kearah orang yang menebasnya dari belakang tadi dan dengan sekali ayunan tubuhnya hancur walaupun dirinya sudah berusaha menahan serangan tersebut. Alasan kenapa tubuhnya hancur ialah karena pria dari klan raksasa tersebut telah meningkatkan berat dari senjata palunya dengan menggunakan element gravitasi beratnyaa menjadi dua kali lipat lebih berat dari sebelumnya.
“Orang-orang lemah mau sebanyak apapun kalian maju akan aku kalahkan kalian semua dengan kekuatanku” kata pria dari klan raksasa tersebut.
“Hahaha…. Memang benar perkataanmu barusan yang lemah memang harusnya menyingkir saja” kata seseorang yang kemudia berjalan mendekati pria dari klan raksasa tersebut.
Reiga dan para dewa yang lainnya langsung merasa tertarik dengan kemunculan orang tersebut, karena para dewa itu tahu seorang dari ras Vampire yang berada ditingkatan Lord sangat jarang mereka jumpai. Vampire itu lalu dengan santainya berjalan mendekati pria dari klan raksasa tersebut, “Srraaasshh…” sambil berjalan dia membunuh beberapa orang dan menjadikan darah dari korbannya menjadi sebuah tombak darah orang dari klan Vampire itu berpakaian layaknya seorang bangsawan dengan wajah pucat miliknya dan yang paling menganehkan tubuhnya sama sekali tidak terbakar terkena cahaya matahari.
“Hahahaha…. sudah sangat jelas kemenangan ada padanya, satu-satunya Vampire yang bisa berjalan ditengah matahari terik Day walker, raja dari semua Vampire lord Zordun” pikir Drakula yang melihat bawahannya dari atas langit.
Zordun langsung dengan cepat menyerang pria dari klan raksasa itu dengan cepat, dan pada saat pria dari klan raksasa itu mengaptifkan kekuatan daya tarik senjatanya Zordun langsung menghilang dari pandangan dirinya. Dia menggunkan kekuatan dari dewa bayangan untuk membuat dirinya masuk kedalam bayangan musuhnya skill tersebut dinamakan shadow drive yang dapat membuat penggunanya masuk kedunia alam bayangan, dan saat Zordun keluar dari alam bayangan dia muncul di belakang pria dari klan raksasa tersebut dan saat pri tersebut menyadari kehadirannya “Srraasshh…” kedua tangan dari klan raksasa itu terpotong dengan mudahnya oleh Zordun menggunakan tombak darah yang dia buat.
“Grrrrr…” pria dari klan raksasa itu langsung mundur menjauhi Zordun.
“Kahahaha… kahahaha…, kenapa apa senjatamu ini terlalu berat sampai-sampai kau harus meninggalkan tanganmu sendiri” kata Zordun yang menghina dirinya sambil memegang tangan yang dia potong barusan.
“Sialan…, akan kubunuh kau disini skill transformasi” pria itu lalu menggunakan skill transformasi untuk mengubah bentuh tubuhnya.
Dalam hitungan detik tubuhnya membesar meninggi sehingga tingginya mencapai 10 meter dan lagi tubuhnya berubah mengeras menjadi sekeras batu, Zordun yang melihat hal itu langsung bergerak cepat “Drrasshh… drraasshh… drraasshh…” dia dengan cepat mengelilingi raksasa itu dan menembakinya dengan panah darah yang dia buat.
Namun serangan Zordun dapat ditangkis klan raksasa itu menggunakan kulitnya yang keras sehingga tidak ada luka sama sekali yang ditinggalkan oleh serangan Zordun, “Booommsshh..” walaupun dia telah kehilangan tangannya raksasa itu masih bisa menggunakan kakinya untuk menyerang dan sekali injakan membuat puluhan orang tewas tetapi Zordun dengan kecepatan bayangannya dapat menghindari injakan kaki dari raksasa itu.
“Sudah berakhir…” kata Reiga.
“Yah memang sudah berakhir karena sekarang dia telah menggunakan wujud raksasa miliknya semuanya akan selesai dengan cepat” kata Borus.
“Bukan yang kumaksud adalah raksasa itu sudah berakhir” kata Reiga dengan wajah serius.
Sementar itu Drakula yang mendengar ucapa Reiga langsung tersenyum karena dia tahu kalu Zordun telah menyiapkan sesuatu untuk melawan raksasa tersebut, Zordun yang keluar dari dunia bayangan langsung dengan cepat “Srrasshh… srraasshh… srraasshh… srraasshh… srraasshh…” membantai para peserta yang lainnya dan membuat seluruh arena menjadi penuh dengan darah dari para peserta yang ada.
“Sekarang persiapannya sudah selesai, bersiaplah untuk mati” kata Zordun.
Bersambung............
Berikan dukungan kalian semua dengan cara Like, Komen, Giff, dan Vote novel ini jika kalian menyukai cerita yang ada didalamnya agar penulis semakin semangat dan ceritanya semakin bagus lagi, Ok.....