
Dua bulan lebih telah berlalu semenjak Reiga memulai mengembangkan kotanya sekarang kota tempat wilayah dikenal sebagai kota kabut hitam, disebut begitu karena jika seseorang ingin mencapai kota miliknya maka mereka harus melewati kabut hitam pekat didekat gunung dan satu-satunya tempat aman untuk kekotanya adalah dengan cara melewati laut, dimana kota kabut hitam telah membangun dermaga disana. Reiga juga telah memperkejakan beberapa petarung tingkat dewa yang tidak berhasil menjadi muridnya, mereka dia terima sebagai perajurit walaupun pasukan utamanya adalah boneka mayat yang dia ciptakan tetapi dia tetap memerlukan pasukan untuk menjaga ketertiban didalam kota miliknya.
“Tok… tok…” dan pada saat Reiga sedang mengurus dokumen diruangannya, suara ketukan pintu terdengar begitu juga dengan bau darah yang pekat.
“Masuk…” kata Reiga yang mengetahui siapa yang dibalik pintu tersebut.
“Guru aku kemari ingin melapor” kata Diana yang berjalan masuk kedalam ruangan Reiga sambil membawa tiga kepala orang.
“Apa mereka tikus-tikus yang masuk kemari” tanya Reiga yang melihat kepala-kepala yang dibawa Diana.
“Iya mereka bersikap sangat mencurigakan dan ketika aku menanyai mereka, tiba-tiba saja mereka menyerangku dan berusaha kabur, jadi aku bunuh saja mereka dengan sekali tebasan” kata Diana.
“Begituyah, skill soul harvest” Reiga lalu mengaptifkan skill miliknya, dan dia memanggil roh-roh dari kepala-kepala yang dibawa Diana tersebut.
Ketika roh-roh tersebut keluar dengan cepat Reiga langsung menghirupnya dan memakan roh-roh tersebut, dari dalam roh itu terlihatlah berbagai memori yang mereka punya identitas, tujuan dan siapa bos mereka semua terlihat dengan jelas ketika Reiga memakan roh-roh tersebut.
“Hooo…. Menarik mereka berasal dari perkumpulan pembunuh, dan memiliki misi untuk mengumpulkan informasi didaerah sini, namun karena mereka bertemu dengan Diana mereka mengira misi mereka gagal dan ingin langsung pergi dengan cepat dan untuk orang yang menyewa mereka tampaknya ada cukup banyak orang yang tertarik padaku rupanya” kata Reiga yang langsung mengetahui berbagai nama besar yang menginginkan informasi tentang dirinya.
“Kalau begitu haruskah kita menyerang perkumpulan ini, mereka cukup kurang ajar karena berani memata-matai tempat ini” kata Diana yang memegang pedangnya, dia telah bersiap untuk bertarung kapanpun.
“Jangan tidak perlu sampai seperti itu juga, biarkan saja mereka mengawasi kita karena itu akan membuat musuh mudah lengah terhadap kita dan lagi aku juga mendapatkan informasi bagus dari roh-roh mereka” kata Reiga yang mana telah melihat sebuah informasi menarik dari roh-roh pengintai tersebut.
Dua hari setelah Reiga mendapatkan informasi-informasi tersebut, disuatu tempat didekat gunung kota kabut hitam disana telah berkumpul ribuan petarung tingkat dewa kelas bawah, ratusan tingkat dewa kelas menengah dan puluhan tingkat dewa kelas atas. mereka dipimpin oleh lima orang petarung dewa kelas raja yang merupakan murid dari salah satu dari 100 dewa raja terkuat dewa air hitam peringkat ke-80.
“Guru dewa air hitam, sebentar lagi kita akan sampai dikota dewa Reiga” kata salah satu petarung tingkat dewa raja didalam pasukan tersebut, dia berbicara pada seseorang yang sedang berada didalam tenda.
“Bagaimana dengan kondisi pasukan kita??” tanya dewa air hitam yang sedang berada dalam tenda, kekuatan energy sangat kuat mulai terkumpul didalam tenda tersebut.
“Kondisi pasukan sangat prima dan dapat diluncurkan kapan saja, namun cuaca di gunung ini sangat buruk, jadi aku sarankan agar kita beristirahat sampai cuacanya membaik” kata dewa kelas raja tersebut.
“Hmmm… itu sama sekali tidak perlu” kata Dewa air hitam.
“Apa… apa anda ingin kita menyerang sekarang??” tanya dewa tingkat raja tersebut.
“Tidak yang aku maksud adalah suruh semuanya bersiap untuk berperang, kita sudah ketahuan dan mereka sudah mengepung kita” kata Dewa air hita.
“Hoooo…. Hebat sekali padahal aku cukup yakin dengan kemampuan langkah kakiku, bagaimana kau bisa menyadarinya” kata Reiga yang tiba-tiba muncul dibelakang dewa tingkat raja tersebut.
“Kau ingin tahu bagaimana aku bisa tahu, hahaha… bocah dasar bocah lain kali kau harus hilangkan nafsu membunuhmu itu, walaupun itu cukup tipis tapi aku bisa merasakannya dengan sangat jelas nafsu ingin membunuhmu itu seperti sebuah pisau yang terasa di tenggorokanku” kata dewa air hitam yang mana langsung keluar dari tendanya.
Dia keluar dari tenda tersebut dengan wajah kakek tua yang gagah dan jubah hitam dan putih, dan aura hitap yang menggumpal seperti butiran air menyelimuti tubuhnya. Kedua dewa tingkat raja yang memegang predikat sebagai terkuat mulai berhadapan satu sama lain membuat para mahluk hidup yang berada disekitar mereka tertekan oleh aura mereka berdua.
“Luar biasa, aku seperti tenggelam dalam lautan apa ini yang dinamakan sebagai dewa raja terkuat itu” kata dewa tingkat raja itu, walaupun jarak dirinya dengan mereka berdua cuku jauh namun dia ditekan oleh aura mereka dan hampir tidak bisa bernafas.
“Hmmm…, apa yang kau tunggu lagi, persiapkan pasukan kita” kata dewa air hitam yang menolong muridnya, dan dewa tingkat raja tersebut mulai berlari menuju kemahnya dan membangunkan para perajurit untuk bersiap.
“BANGUN-BANGUN, BERSIAP UNTUK BERPERANG MUSUH TELAH MENGEPUNGKITA” teriak dewa tingkat raja tersebut.
Dan disaat dia berteriak memberi tahu seluruh pasukan dia tidak sadar kalau dirinya telah membuka celah yang sangat jelas dan menurunkan penjagaannya, “Srrraacccttt…” dan dengan cepat dari belakang dirinya Diana menebas kepalanya sampai putus.
“Jangan lengah saat berada di sebuah pertarungan, itulah yang selalu diajarkan padaku” kata Diana yang mana telah dikepung oleh pasukan dewa air hitam.
Dari wajah mereka tampak jelas kalau mereka sangat marah karena Diana telah menebas salah satu pimpinan mereka, namun pada saat Diana mengangkat pedangnya “Kaaaaaahhhhhhgggg….” Suara teriakan mengerikan mulai muncul dan suara tersebut membuat beberapa orang yang mentalnya lemah jatuh pingsan sedangkan yang lainnya kesakitan memegang kepala mereka.
“Skill penguasa seratus senjata diaktifkan” Diana lalu menggunakan skillnya untuk mengambil senjata- senjata para prajurit tersebut, dengan energynya dia membuat senjata tombak dan pedang mereka terbang keudara.
“Sialan semuanya cepat lari, berpencar” kata salah satu dewa tingkat raja yang memimpin pasukan tersebut.
“Booossmm…. Boosssmmm… Boosssmmm… Boosssmmm… Boosssmmm…” namun mereka sedikit terlambat karena Diana yang menggunakan senjata mereka menghancurkan kemah merekan, senjata-senjata yang terbang tersebut bagaikan sebuah rudal yang menghancurkan mereka semua dan mereka yang terkena serangan tersebut akan hancur lebur tubuhnya.
Namun disaat para prajurit berlarian kesana kemari dari bawah tanah munculah para boneka mayat milik Reiga yang mana sedari tadi telah menunggu mereka, dengan formasi pasukan mereka yang kacau dan para prajurit yang berlarian kesana kemari membuat mereka menjadi mangsa empuk bagi para boneka mayat “Crraauusstt… Srrraasccttt…. Buurrrsssgg….” pasukan milik dewa air hitam kemudian dibantai disana.
“Haah… tugasku kelihatannya sudah selesai, saatnya bergabung dengan guru” kata Diana namun saat dia ingin pergi dirinya sudah dikepung oleh empat petarung kelas dewa tingkat raja yang mana merupakan murid dari dewa air hitam.
“kau pikir kau bisa kabur setelah membuat kekacauan didalam pasukan kami, kau akan membayar semua perbuatanmu karena telah membunuh saudara seperguruan kami” kata salah satu dari empat petarung tingkat dewa kelas raja tersebut.
“Hoooo… aku belum pernah menarik, mungkin kalian bisa menjadi bahan latihanku disini sebelum aku pergi menjumpai guruku” kata Diana yang mana telah menyiapkan kuda-kuda bertarung miliknya.
Bersambung.....
Ayo-ayo berikan terus dukungan kalian semua dengan cara Like, Komen, Giff, dan Vote yah