I Am The God Of Ghoul

I Am The God Of Ghoul
Bab 217 Hukum darah monster bagian 2



Darah bermuncratan keluar dan aura gelap yang dipenuhi dengan dendam mulai memenuhi udara sekitar, sebuah pedang yang ditancapkan dengan penuh amarah menusuk punggung sang dewa hakim surgawi, iblis putih yang telah menunggu selama puluhan tahun akhirnya bisa membalaskan dendam orang yang dicintainya.


“Selama lebih dari 20 tahun aku berlatih dan berlatih, itu semua demi hari ini, hari dimana aku membunuh kalian dengan tanganku sendiri” kata Diana, tangan miliknya telah dipenuhi oleh darah yang mana adalah darah Ludex Albius.


“Aaaaggkkkhh…. Gawat kita harus melakukan sesuatu, kalau tidak kita akan mati disini” pikir Ludex Albius.


Lalu dia melihat Arogan yang mana sedang tergeletak sekarat, Ludex Albius lalu merencanakan sesuatu dan dia lalu menjatuhkan artefak palu ditangan kirinya. “Tooonggss…” dan disaat palunya terjatuh “Boommssshh….” Ledakan listrik mulai keluar dan menghancurkan artefak miliknya, ledakan listrik tersebut mengenai Diana dan membaut terhempas mundur karena listrik yang kuat membuat tubuhnya menjadi kaku.


“Grrr… tidak kusangka dia masih punya banyak trik seperti ini” pikir Diana yang mana berusaha untuk melepaskan diri dari dampak listrik tersebut.


Ludex Albius lalu berlari dengan cepat kearah Arogan yang mana sedang tergeletak sekarat, “Trrraaakk…” dia lalu mencekik Arogan dengan kuatnya.


“Apa yang sedang dia lakukan…???” pikir Reiga yang terheran dengan tindakan dari Ludex Albius.


“Kalian semua akan mati, setelah kami mendapatkan wujud asli kami semuanya akan berakhir” kata Ludex Albius.


“Aaaaggkk…. A..apa yang kau lakukan, kenapa aku merasakan kekuatanku berkurang” kata Arogan yang tidak bisa berbuat apa-apa, dia mulai merasakan sebuah perasaan aneh yang mana disaat Ludex Albius mencekik dirinya dia merasa melemah.


“Kahahahaha… ini adalah kekuatan sebenarnya dari hukum darah monster, hukum ini selain dapat memperkuat tubuh tetapi juga memiliki kegunaan yang lainnya, yaitu adalah sebuah nutrisi” kata Ludex Albius.


“Apa..?? nutrisi kau bilang” kata Arogan yang terkejut mendengar perkataan dari Ludex Albius.


“Benar sekali mereka yang lemah akan menjadi nutrisi dan kekuatan bagi yang kuat, seperti itulah kekuatan asli dari hukum ini, kau akan menjadi nutrisi bagi kami namun tenang saja dendamu pada mereka akan kami balaskan saat kami melahabmu dan menjadi lebih kuat” kata Ludex Albius.


“Gaaaaaahhhkkkk….” Arogan lalu menjerit dengan kerasnya, Ludex Albius memulai melahap seluruh kekuatan yang ada didalam tubuh Arogan, darah dan energy mulai mengalir dengan kencang keluar dari tubuh Arogan membuatnya langsung kering seperti sesosok mumi. Sementara itu Ludex Albius yang melahap darah dan energy milik Arogan menunjukka wajah yang puas dimukanya, bahkan luka-luka yang dia alami selama dalam pertarungan langsung sembuh dalam sekejab mata.


“Hmmmm…. Hahahahah…., nikmat sekali rasanya, tidak kusangka kami akan mendapatkan energy sebanyak ini” kata Ludex Albius, tenaga merah kehitaman mulai meluap keluar dari dalam tubunya.


“Kau sudah selesai dengan urusanmu, kalau sudah mari kita lanjutkan pertarungan kita” kata Reiga, yang mana telah menyiapkan pedangnya.


“Guru tolong biarkan aku yang melawannya” kata Diana, dia dengan mata yang penuh keyakinan untuk membalas dendam melihat kearah Reiga.


“Kahahahaha….. kalian bisa maju sekali dua jika mau, kami tidak mempermasalahkannya kalau bisa kau memanggil pasukanmu yang disana itu juga tidak apa-apa” kata Ludex Albius.


“Kau sombong sekali, kau benar-benar ingin mati rupanya” kata Reiga.


“Khahahahahhaha….. mati katanya, dia lucu sekali” kata Ludex Albius.


Sementara itu diatas tata surya tempat dimana sistem planet Erras mengatur dunia, muncul gejolak energy diatas planet tersebut sebuah energy merah yang memunculkan petir hitam, energy itu berusaha untuk memasuki planet Erras “Trrraaanggss….” Namun sistem membuat sebuah pelindung kuat yang mana membatasi pergerakan dari energy tersebut agar tidak memasuki planet Erras.


“Tampaknya waktu yang dimiliki sudah tidak banyak lagikah” kata Sistem, dia lalu melihat energy tersebut kembali karena menyerah tidak bisa memaksa masuk kedalam planet Erras.


Dan lalu Ludex Albius yang telah mengeluarkan wujud raksasa miliknya mulai memandang rendah Reiga dan yang lainnya, dia melihat Reiga dan yang lainnya seakan-akan melihat sesosok makanan siap saji, dari mulutnya terlihat jelas kalau dia ingin memakan Reiga dan yang lainnya.


“Kelihatannya ini akan sedikit merepotkan” kata Reiga, “Wuusssh…” dari punggunya lalu dia mengeluarkan sayap phoenix iblis miliknya, dia berencana untuk menyerang Ludex Albius dengan serangan cepat dari segala sisi menggunakan kecepatan terbang sayapnya.


“Kalian mahluk-mahluk kecil bersyukurlah, kalian sekarang ini telah melihat wujud agung dari sang hakim surgawi, wujud agung dari kami Ludex & Albius” kata Ludex & Albius yang ternyata adalah dua orang yang berbeda dalam satu tubuh.


“Mahluk agung apanya, yang kulihat sekarang ini hanyalah raksasa aneh yang memiliki dua kepalan saja” kata Reiga, “Buusssmmhh…” dia dengan cepat bergerak kearah tumit kaki Ludex & Albius, “Srrraaanggss… Srrraaanggss… Srrraaanggss…” dan dengan cepat dia menebasnya menggunakan pedang yang diapunya.


Namun dia dikejutkan dengan betapa kerasnya kulit yang dimiliki oleh Ludex & Albius sampai-sampai dia tidak bisa menggores kulitnya, kesal dengan perbuatan Reiga dengan satu tarikan nafas Albius ( kepala kiri mata satu ) meniupkan sebuah gas beracun dari dalam mulutnya, “Fuussshh… Tsssaaahh…” gas beracun tersebut sangatlah kuat sampai-sampai bisa melelehkan batu dari kastil hitam yang sudah diperkuat.


“SEMUANYA MUNDUR, JANGAN SAMPAI KALIAN TERKENA ASAP BERACUN INI” teriak Reiga yang mengetahui betapa berbahayannya nafas beracu tersebut.


“Kahahahah… larilah kalian semua serangga-serangga kecil” kata Ludex ( kepala kanan dua mata dengan rambut putih panjang ), dia lalu membuka telapak tangannya dan dari sana “Trrraaakkkss… Duaaarr… Duaaarr… Duaaarr…” guntur bermunculan dan menyerang Reiga.


Namun dengan kecepatan dari langkah kaki dan sayap yang dia miliki Reiga dapat dengan mudah menghindari setiap serangan dari guntur-guntur tersebut.


“Dia memiliki lebih dari tiga hukum selain hukum darah monster, apa-apaan itu” pikir Reiga yang kebingungan dengan kekuatan dari Ludex & Albius.


“Kahahahah… kau pasti bingung dengan kekuatan kamikan, akan kami beritahu kami adalah dua orang dengan kata lain kami memiliki enam kekuatan hukum selain hukum darah monster pemberian tuan kami” kata Ludex & Albius.


“Oi oi oi…. Enam bukannya itu agak curang, kalau seperti itumah namanya ini benar-benar akan sangat sulit sekali” kata Reiga.


Disaat yang lainnya telah pergi dari tempat itu menjauhi gas beracun yang dikeluarkan oleh Albius, dengan sayapnya Reiga mulai melayang terbang diatas langit dan berencana untuk menyerang Ludex & Albius dari atas langit.


“Kau kira bisa mengalahkan kami dengan cara terbang, kau salah sangka” kata Ludex & Albius, “Krrraaakkss… Trrraakkssstt…” dari balik punggungnya lalu dia mengeluarkan dua buah meriam yang terbuat dari daging dan tulangnya meriam-meriam itu mengunci Reiga dan menggunakan kombinasi dari enam kekuatan hukum “BOOOSSSSMMMHH…” Ludex & Albius menembakkan serangan yang luar biasa kuatnya sampai-sampai bisa membuat retakan pada ruang diatas langit.


“Hampir saja….,” kata Reiga yang mana berhasil menghindari tetapi, “Tiikk… tiiikk… tiiikk….” Dia harus mengorbankan tangan kirinya untuk terkena tembakan dan hancur lenyap.


Bersambung……