I Am The God Of Ghoul

I Am The God Of Ghoul
Bab 184 Kambing Iblis jelmaan kerakusan



Guila dewa iblis penguasa dari dosa kerakusan adalah suatu entitas yang terlahir para kambing demon yang mana dulunya adalah salah satu dari cabang ras demon, mereka terlahir lemah dan memiliki tubuh yang kurus para kambing demon memiliki tanduk seperti kambing dikepala mereka dan juga ahli dalam tehnik ilusi. Walaupun mereka juga adalah ras demon tetapi mereka lemah sehingga sering ditindas oleh ras-ras lainnya bahkan juga ditindas oleh ras demon yang lainnya, satu-satunya cara mereka agar bertahan hidup ialah dengan menyembunyikan diri mereka menggunakan tehnik ilusi milik mereka.


 Dan pada saat itu para ras demon kambing diburu oleh ras-ras lainnya karena wilayah mereka akan dijadikan sebuah kota baru oleh salah satu dewa raja terkuat waktu itu, pada saat itu para demon kambing terpaksa harus mengungsi keatas pegunungan tandus, disana mereka hampir sama sekali tidak memiliki sumber makanan. Satu demi satu para demon kambing mati kelaparan karena tidak ada makanan hingga akhirnya mereka terpaksa melakukan suatu hal yang seharusnya mereka tidak lakukan, kanibalisme mereka mulai memakan mayat-mayat rekan mereka sendiri yang telah mati dan pada saat mereka telah kehabisan mayat-mayat mereka mulai melihat anak-anak mereka sebagia makanan, dan pada saat itu Guila yang masih kecil tidak bisa apa-apa diincar oleh para warga desanya.


 Namun dia berhasil selamat karena ibunya berkorban untuk menyelamatkan dirinya, Guila yang putus asa melihat seluruh keluarga dan teman-temannya memakan ibunya dipenuhi oleh kebencian. Dalam pelariannya dia menemukan sebuah meteorit dan batu meteorit tersebut mengeluarkan aura kekacauan yang sangat kuat dan menghisap semua kehidupan yang ada disekitarnya, dan bagaikan sebuah lubang hitam batu meteorit tersebut juga menarik Guila dia menyerapnya bagaikan sebuah tornado yang menarik apapun disekitarnya. Namun ketika Guila terserat dan masuk kedalam batu meteorit tersebut sebuah keajaiban terjadi tekad kuat Guila yang ingin bertahan


hidup menang melawan kekuatan kekacauan yang ada didalam batu meteorit tersebut.


 Sehingga beberapa hari kemudian dia telah menyatu sepenuhnya dengan meteorit tersebut dan batu meteorit itu telah menyatu berubah menjadi enam tanduk dikepalanya, menyadari kekuatannya Guila langsung menuju kembali kedesanya dan ketika para warga melihat Guila kecil disana mereka berbondong-bondong menyiapkan pisau dan ingin memangsa dirinya. Namun Guila langsung berubah menjadi mahluk raksasa dengan kepala kambing dengan enam tanduknya dan dengan ganasnya dia membantai para warga desanya dan melahap mereka semua tampa meninggalkan satupun terisisa dari rasnya, dia lalu kembali kebekas desanya yang dijajah disitu dia melihat banyak warga sedang berpesta pada kota baru yang mereka bangun  melihat hal itu dia menjadi marah dan dengan kekuatan barunya dia melahap semua yang ada didepannya.


 Seorang dewa raja terkuat yang melihat Guila berbuat seenaknya dikota miliknya langsung datang dan menggunakan kekuatan hukumnya untuk menyerang Guila, mereka bertarung satu sama lainnya dan hal itu membuat dewa raja terkuat itu terkejut dengan kekuatan gila milik Guila yang mana semakin kuat dan dapat memulihkan dirinya sendiri ketika melahap mayat-mayat para petarung. Sehingga pada akhirnya dewa tersebut terpaksa menggunakan kekuatan hukumnya dan membuat Guila lari mundur dari tempat tersebut, sepuluh tahun kemudian Guila kembali lagi namun dengan kekuatan baru yaitu sebagia dewa raja terkuat dewa iblis kerakusa Guila dan dia lalu mengalahkan dewa raja terkuat itu dan mengambil rangkingnya dan sekarang ini kambing rakus tersebut masih meneror orang-orang dengan kerakusan yang diapunya lalu matanya kali ini tertuju pada seseorang dewa raja terkuat yang memiliki gelar dewa kematian.


 “Kekekkeek…. Aku penasaran bagaimana rasanya kekuatan kematian Reiga itu, aku harap dia tidak memiliki ras yang membosankan” kata Guila ketika berlari dengan cepat melintasi kota-kota untuk pergi ketempat Reiga.


 Ditengah jalannya dia membunuh para warga yang sendirian dan memakan mereka selagi berlari dengan kecepatan tinggi, dan para prajurit sama sekali tidak sadar kalau ada beberapa puluh warga mereka yang telah menjadi santapan dirinya. Disisi lain Reiga yang sedang mengerjakan pekerjaannya tidak bisa serius karena ada seorang iblis penggoda yang sedari tadi mengganggu dirinya.


 “Hmm… Reiga apa kau haus, mau aku buatkan minum, kalau kau lapar ada beberapa cemilan kalau kau mau” kata Lujuria yang melihat Reiga sedang bekerja di meja kerjanya.


 “Hmmm… nona Lujuria mohon jangan mengganggu guruku, dia sedang sibuk untuk mengurus kota baru sayap langit agar bisa secepatnya ditinggali banyak orang” kata Diana yang kesal melihat tingkah laku dari Lujuria.


 “Oooh… begitu yah kalau begitu biar aku suapin aja, sambil makan sambil kerja lebih praktis lagi” kata Lujuria dengan wajah senyumannya yang manis.


 “Haaaah…. Apa maksudmu itu, dari tadi aku sudah bingung dengan kelakuanmu sedari tadi apa kau berencana menggoda guruku dan menjadikannya budakmu, asal kau tahu saja guruku bukan laki-laki yang bisa kau goda sesukan hatimu” kata Diana yang mana mengeluarkan pedannya dari sarungnya.


 “Hooo…. Gadis kecil jaga ucapanmu, dan juga sarungkan senjatamu itu kalau tidak kau akan merasakan kekuatan dari wanita cantik ini” kata Lujuria.


 “Cihh… cantik dari mananya kau itu cuman iblis penggoda, kalau berani maju sini aku tidak takut padamu” kata Diana.


 “Hmmm… disini suasananya nyaman sekali yah” kata Codicia.


 “Tidak mungkin…, dia bebas melakukan apa yang dia mau lagian kelakuannya sama sekali tidak menghalangi tujuanku, malahan aku ingin melihat dia berhasil” kata Codicia yang sedang memikirkan keuntungan dari menjodohkan Reiga dengan Lujuria.


 “KHhh…. Dasar iblis sialan, Haaah… sudahlah jadi bagai mana apa kau menerima tawaranku” kata Reiga yang mana tidak memperdulikan bahwa Lujuria dan Diana sudah mulai saling beradu serangan.


"Hmmm… tawaranmu itu yah, memang sangat menguntungkan bahkan terlalu menguntungkan untuk jadi kenyataan, karena rasio keberhasilannya adalah 20 % dan kegagalan adalah 80 %” kata Codicia.


 “Tidak perlu membahas tentang resikonya aku tahu itu, yang ingin aku tahu ialah kau ikut atau tidak” kata Reiga yang menyimpan semua berkas kerjanya, agar tidak hancur disebabkan oleh pertarungan Diana dan Lujuria.


 “Hahahha… ok-ok-ok aku akan ikut tawaranmu itu sangat mengiurkan, dan lagi aku adalah seorang pedanggang dalam perdagangan resiko adalah sesuatu yang harus kami ambil demi mendapatkan keuntungan lebih” kata Codicia yang menerima tawaran dan bergabung dalam aliansi Reiga.


 Namun disaat mereka sedang berbicara tiba-tiba saja sebuah kekuatan hukum yang luar biasa kuatnya muncul dan menghancurkan formasi pertahanan kota sayap langit, walaupun formasi pertahanan tersebut baru dibuat dan belum sempurna namun diyakini hampir tidak akan ada seorang dewa raja terkuat yang dapat menembusnya. Disaat formasinya hancur hawa iblis kerakusan mulau muncul bagaikan sebuah asap yang mana memiliki mulut-mulut yang lapar aura iblis tersebut menggeliat dan mengelilingi Reiga, aura itu menganggap Reiga sebagai mangsanya.


 “Ketemu dia menu utamaku” kata Guila yang menggunakan aura iblis miliknya untuk melacak keberadaan Reiga.


“Buuusshhh…” diapun melompat dengan sangat tinggi dan bertujuan untuk pergi kearah Reiga dengan sekali lompatan, dengan garpu raksasa ditangan kirinya dia berniat akan langsung menikam Reiga.


“Berani sekali kau, pedang kematian, tehnik kedua : tusukan penghancur, tusukan pembunuh emosi” Reiga lalu membalas serangannya dengan serangan tusukan dari tehnik pedangnya.


 “BOOSSSSMHH…. TRRIIIIKKSSSSHHH…..” kedua serangan tersebut saling beradu satu sama lainnya membuat kastil putih yang sekarang dikuasai Reiga rusak parah.


 “Kekekekeke….. bagus-bagus tidak seru kalau mudah dimangsa, ayo terus lanjutkan bumbu apa yang akan kau berikan padaku Reiga” kata Guila yang melihat Reiga sebagai sebuah makanan besar.


 Bersambung......


Berikan dukungan kalian dengan cara Like, Komen, Giff, dan Vote, yah semuanya Ok.....