I Am The God Of Ghoul

I Am The God Of Ghoul
Bab 142 Sang Nafsu bagian 2



Lujuria demon yang naik ketingkat iblis ribuan tahun yang lalu dia adalah seorang wanita ras demon yang sangat cantik dan memikat, karena dia terlahir dengan tubuh yang indah dan tinggi badan sekitaran 180 meter membuat dirinya memikat mata banyak pria. Karena sifat asli tubuhnya yang dapat menggunakan element kegelapan yang dapat memikat lawan jenis membuatnya memperbudak banyak pria sampai membuat perang dimana-mana, sistem yang melihat potensi bahaya yang luar biasa diari dirinya memberikan dirinya kesempatan naik kealam atas bersama dengan keenam dewa iblis yang lainnya dan sampai sekarang dia dikenal sebagai iblis menawan yang dapat membawa kematian dimana-mana.


 “Hmmm…. Asal kau tahu aku ini wanita yang punya pendirian yang tinggi, jadi jangan harap aku dapat menyerah dengan mudah” kata Lujuria yang melihat Reiga.


 “Haaaah… sialan karma apa yang aku lakukan sehingga membuat wanita menyeramkan seperti dirinya terpikat dengan diriku” pikir Reiga yang sedikit meratapi nasibnya.


 “Mari kita serius sedikit, aktifkan skill Tempting Mist” Lujuria lalu melempasrkan sebuah bola energy bewarna ungu yang mana sangat cepat.


 Dan ketika “Sllaasstt…” mencoba menebas bola energy tersebut muncul asap beracun yang sangat kuat disekitar Reiga.


 “Sialan ini kabut beracun” pikir Reiga yang mana berusaha untuk menjauh dari kabut tersebut, namun bagaikan hidup kabut itu bergerak mengikuti kemanapun Reiga pergi, dengan kecepatan yang lebih cepat dengan Reiga kabut itu mengikutinya kemanapun Reiga pergi.


 Dan disaat Reiga ingin pergi menuju arah Lujuria “Taaak..” kaki Reiga kemudian terasa kaku, pandangannya mulai kabur, telingannya berdengung, penciumannya mulai menghilang, dan “Sraasst…” suatu serangan tiba-tiba menggores tubuh Reiga namun dia hanya sedikit atau hampir tidak merasakan apapun.


 “Sialan kabut beracun ini, sangat kuat kabut ini melumpuhkan kelima indra miliku” pikir Reiga yang mana berusaha untuk tetap sadar.


 “Hmm…. Menyerahlah kau tidak akan bisa kabur dari kabut beracun milikku ini, dan setiap kelopak bunga dari artefak senjataku akan menyayat tubuhnya sedikit demi sedikit” kata Lujuria.


 Skilll temting mist adalah sebuah skill yang mana membuat kabut beracun dari energy milik Lujuria, skill ini hanya dimiliki dirinya sebagai sang nafsu dengan karakteristik tubuhnya yang unik mengeluarkan berbagaimacam zat-zat beracun yang cukup kuat untuk melumpuhkan miliaran orang.


 Lalu artefak yang dimilikinya Kipas seratus bunga iblis adalah artefak tingkat bencana, kipas ini terlahir ketika seribu bunga beracun yang mana pada waktu itu tertiup oleh angin dan disaat yang bersamaan keseribu bunga tersebut disatukan oleh energy dialam atas. artefak ini juga memiliki kemampuan untuk menciptakan ratusan kelopak bunga yang mana akan menebas musuh bagaikan ratusan pisau kecil, dan lagi setiap kelopak memiliki racun yang berbeda-beda sehingga musuh yang terkena serangan oleh artefak ini akan langsung mati atau menderita terlebih dahulu tergantung dari keberuntungan musuhnya.


 “Sialan jika begini terus aku akan mati kehilangan kesadaran” pikir Reiga yang berusaha menghidari serangan kelopak bunga milik Lujuria.


 “Srraass… srraass… srraass…” disaat yang bersamaa Diana melihat Reiga dari kejauhan ingin membantu Reiga namun dia sama sekali tidak bisa menemukan celah dari Lujuria, walaupun dirinya hanya berdiri diam saja namun Lujuria menggunakan kemampuannya untuk melindungi dirinya sehingga membuat serangan dibawah tingkat raja tidak akan ada efeknya bagi dirinya.


 “Aku sama sekali tidak menemukan celah, apa-apa wanita ini seluruh tubuhnya dilapisi oleh pelindung yang lebih kuat dari sebuah pelindung sebuah kota kecil” kata Diana yang melihat punggung Lujuria.


 “Tidak bisa begini jika aku tidak bisa menghindarinya maka akan kuhancurkan, tehnik pedang kematian, tehnik ketiga : tusukan kematian fersi area” Reiga lalu menggunakan tusukan kematian untuk menusuk lantai, kemudian energy yang terkumpul diujung pedangnya lalu mengusir seluruh kabut beracun milik Lujuria.


 “Hooo… dia menghancurkan kabutnya, tidak dia menebasnya menjadi berbagai butiran-butiran kecil menggunakan energy pedang tingkat terakhir yang mana dia menciptakan sebuah area kecil untuk menebas molekul-molekul atom yang ada” pikir Lujuria yang melihat tehnik berpedang Reiga.


 Disaat Reiga telah lepas dari Tempting mist “Crrraaaakkkk….” dia lalu menciptakan tanah hitam dibawah kakinya, dari tanah tersebut keluarlah sebuah mayat mahluk mistik yang mana berbentuk ular hijau dengan beberapa bagian tubuhnya yang sedikit membusuk, mahluk mistik tersebut adalah mahluk yang pertama kali Reiga kalahkan begitu dia sampai dialam atas ( Bab 129-130 ), walaupun telah kehilangan kelima tanduknya tetapi Reiga telah menambahkan sesuatu yang spesial ditubuh ular tersebut.


 “Beraninya kau mengotori kastilku, kau cari mati” kata Lujuria yang melihat tanah hitam yang diciptakan Reiga, dengan cepat Lujuria langsung bergerak menuju Reiga “Boossmmhh…” sedangkan boneka mayat ular hijau tersebut menggunakan ekornya untuk menyerang Lujuria namun gerakan kaki yang sangat cepat dari Lujuria membuat dia bisa bergerak lebih cepat dari kecepatan suara.


 “Trraanggss…” namun disaat dia melancarkan serangannya sebuah sayap emas muncul dari punggung ular hijau itu, yang mana sayap itu sangat keras sampai-sampai bisa menangkis serangan dari seorang dewa raja berperingkat.


 “Itukan sayap dari mahluk mistik elang besi emas, kenapa bisa ular ini memiliki sayapnya” pikir Lujuria yang terkejut.


 “Apa kau terkejut ini adalah kreasi pertamaku di alam atas ini, boneka mayat tingkat dewa ular hijau bersayap emas” kata Reiga yang mana berusaha berlindung dibelakang boneka mayat ular hijau miliknya, dia berusaha menghilangkan sisa-sisa racun ditubuhnya.


 “Hmmm…. Menarik-menarik, kau sangat menarik semakin aku lihat lagi, hahaha…. Aku juga akan serius sekarang” kata Lujuria, secara tiba-tiba energy didalam tubuhnya meningkat secara drastis dan Reiga yang melihat hal itu merasa terancam tubuhnya mengigil seakan memberitahu kalau wanita tersebut sangat berbahaya.


 Lujuria lalu bergerak semakin cepat dia memanfaatkan kecepatan yang dia miliki, dengan langkah kakinya dia menciptakan bayangan-bayangan yang membuat boneka mayat ular hijau dan Reiga sedikit kebingungan. “Crraass… Krraasstt…” dan disaat terlihat sebuah celah Lujuria mengubah kipas yang dia pengang dan mengubahnya menjadi bentuk belati dan dengan cepat dia menebas boneka mayat ular hijau tersebut.


“Cepat sekali, pedang kematian, tehnik keempat : kilat hitam” dengan tehnik pedang tercepatnya Reiga menebas kearah Lujuria, “Trrraassskk…” namun walaupun serangan Reiga berhasil mengenai Lujuria namun serangannya tidak terlalu berdampak pada tubuh Lujuria bahkan cuman hanya memberikan sebuah goresan kecil pada dirinya.


 “Hei tahu gak laki-laki itu gak boleh kasar sama perempuan” kata Lujuria yang menatap tajam Reiga.


 “Hahahaa…. Dasar monster, pedang kematian, tehnik kedua : tusukan penghancur, serangan bertubi-tubi” tidak menyerah dengan serangan pertama Reiga kembali menyerang Lujuria dengan serangan tusukan bertubi-tubi.


 “Grrr… sialan pergi kau” kata Lujuria yang mulai kesakitan dengan serangan bertubi-tubi dari Reiga, energy putih yang unik dari pedang White nigthmare mulai mengikis perisai milik Lujuria.


 “Aku belum selesai, skill Soul Harvest” Reiga yang menyiapkan serangan bertubi-tubi tersebut mulai menyerap jiwa-jiwa yang mati karena terbunuh oleh Lujuria, dia menyerap ratusan jiwa yang ada dan mulai mengabungkannya didalam tubuh boneka mayat ular hijau miliknya.


 Boneka mayat ular hijau bersayap emas kemudia mengeluarkan energy hijau keemasan dan mulai terlihat lebih hidup, “Booosssmmhh…. Krrussstt…. Trrassstt…” boneka mayat ular hijau itu mulai menyerap Lujuria dengan cepatnya gerakan ular hijau itu jadi dua kali lebih cepat dari yang dulu. Merasa kalau serangan dari boneka mayat milik Reiga mulai mengganggunya Lujuria lalu menciptakan lima pedang raksasa dari kelopak bunga artefak kipas miliknya, “Crrraasstt… crrraasstt… Trrraanggss… crraasstt… trraaannggsss…” kelima pedang itu dengan cepat melesat dan menusuk tubuh boneka mayat ular hijau bersayap emas, serangan dari Lujuria membuat boneka mayat milik Reiga mulai terbatas walaupun dua dari pedang Lujuria dapat ditangkis dengan mudah.


 Disaat Reiga dan Lujuria sedang bertarung dengan sengitnya Diana kemudian mengisi energy demon yang ada ditubuhnya, dia menyimpan banyak energy dijantungnya kemudian mengalirkan semuanya kedalam pedang miliknya.


 “Pedang iblis putih, tehnik pertama : serangan pemenggal dewa” dengan cahaya yang kuat Diana kemudian melancarkan serangan jarak jauh dari titik buta milik Lujuria, “Booosssmmhh…” serangan tersebut mengenai Lujuria dengan tepatnya sebuah tebasan kuat yang membuat Lujuria terhempas jauh dari Reiga.


“Kesempatan bagus” kata Reiga yang mana dengan cepat mendekati Diana, dengan cepat Reiga lalu menggendong tubuh Diana dan membawa dirinya masuk kedalam mulut boneka mayat ular hijau miliknya, “Grrrr… Trrraaakkktt….. Brrruukkkttss…” boneka mayat ular hijau tersebut lalu mengorek masuk kedalam tanah dan menghilang didalam tanah kastil milik Lujuria.


 “Krraa… Trrraakk…. Booosssmhh” dari serpihan-serpihan bangunan tersebut Lujuira kemudian keluar dari sana, dengan pakaiannya yang sedikit hancur karena serangan dari Diana.


 “Heeee…. Lumayan juga gadis kecil itu, kupikir dia cuman tikus kecil ternyata dia seekor mahluk buas, hahaha menarik sekali kuharap ketika kita bertemu lagi kalian akan menghiburku lagi nantinya” kata Lujuria yang mana melepaskan Reiga dan Diana, dengan kemampuan telepati miliknya Lujuria memerintahkan seluruh pengikutnya untuk melepaskan Reiga dan Diana.


Bersambung......