
Didalam kota yang dikuasai oleh Lujuria terdapat banyak sekali tempat hiburan baik itu bar, kasino, distrik lampu merah, bahkan pelelangan budak ada disana, semua yang berada didalam kota tersebut kebanyakan adalah ras demon yang bekerja untuk melayani pengunjung yang datang. Sedangkan orang-orang yang datang kekota ini adalah mereka yang memiliki banyak uang dan kekuasaan seperti pedagang kaya, bangsawan dan para penguasa kota semua ada disana.
“Tempat ini sangat ramai dan banyak ras demon didalam kota energy hitam dari ras demon dapat meningkatkan kekuatanku sedikit” kata Reiga yang menarik energy hitam disekelilingnya.
Dengan energy hitam yang melimpah membuat Reiga memutuskan untuk berkeliling kota tersebut, dan disaat dia sedang berjalan-jalan dia melihat sebuah arena besar yang mana didalamnya sedang diadakan sebuah pertandingan.
“Hmm… tempat ini juga memiliki arenakah, aku jadi penasaran” kata Reiga yang mencoba masuk kedalam arena.
Dan disaat Reiga berusaha untuk masuk kedalam arena dia dihadang oleh dua orang penjaga didepan pintu gerbang arena.
“Berhenti, jika ingin masuk maka harus membayar 1.000 GP untuk masuk kedalam arena, jika kau ingin berpartisipasi maka kau harus mengikuti pertarungan sebanyak lima kali dan memenangka semuanya” kata penjanga yang menjaga pintu masuk arena tersebut, dia memiliki tinggi lebih dari 3 meter panjang dengan tubuh kuat dan satu tanduk besar didahinya.
“Baiklah ini” kata Reiga yang mengulurkan tangannya.
Ketika Reiga selesai meneransfer GP pada penjaga, dia lalu masuk kedalam arena tersebut dan melihat sebuah pertarungan yang unik dimana seorang petarung tingkat dewa rendah sedang dikepung oleh lima orang budak tingkat setengah dewa.
“Lima lawan satu, tetapi tingkatannya mereka sangat berbeda bagaikan bumi dan langit kelima budak itu pasti akan mati terbunuh jika mereka tidak memiliki taktik khusus” kata Reiga yang melihat pertarungan dari atas bangku penonton.
“Hei lihat itu ada orang baru masuk tetapi sok tahu” kata seseorang yang meremehkan Reiga.
Mendengar kalau dirinya sedang diremehkan Reiga lalu mengeluarkan aura membunuhnya dan mengarahkannya pada pria yang meremehkan dirinya, aura yang keluar dari tubuh Reiga membentuk sebuah asap hitam yang mana menusuk seperti pedang.
“Aaaagghhkk….. Trruukk…” pria yang berbicara tersebut langsung pingsan ditempat hanya terkena aura milik Reiga.
“Hmmm…. Orang ini kuat, dari pakaiannya dia bukanlah seorang bangsawan ataupun pedanggang kaya, tapi untuk bisa masuk kemari dan berani membuat masalah disini itu artinya dia sangat percaya diri pada kekuatannya” kata seorang pria yang mana duduk diatas Reiga, dia melihat Reiga karena dia merasa tertarik.
“Hei kau ada apa kau melihat ku dari tadi seperti itu, apa kau punya masalah denganku” kata Reiga yang melihat keatas.
“Hahaha… tidak-tidak ada aku cuman merasa kau cukup menarik saja, bagaimana kalau kita menonton pertandingan ini bersama, aku yakin kau pasti akan tertarik melihat akhirnya” kata pria itu.
“Baiklah….” Kata Reiga, dia lalu duduk disebelah pria tersebut, dan dari sepenglihatan Reiga kalau pria yang duduk disebelahnya ini hampir sama sekali tidak bisa dia lihat aura ataupun tingkatannya.
“Kenapa kau lihat-lihat seperti itu, maafya aku ini masih normal” kata pria itu.
Mendengar ucapan itu Reiga hanya bisa memasang muka datar mendengar candaannya yang garing.
“Eeehh… gak lucu ya” kata pria itu yang sedikit kecewa.
“Sudah cukup basa-basinya katakan padaku, tadi kau bilang kalau hasilnya akan menarik” kata Reiga.
“Ooohh… benar tetapi lebih baik kau lihat saja dulu” kata pria itu yang hanya tersenyum melihat kearah arena.
Dan diarena tersebut terlihat jelas kalau kelima budak tersebut kewalahan menghadapi seorang petarung tingkat dewa kelas bawah, walaupun kelimanya adalah petarung tingkat saint tetapi perbedaan alam yang sangat jelas tersebut itulah yang membuat energy mereka terkikis dengan cepat.
“Hebat dia mengintimidasi kelima orang itu dengan satu gerakan pedang, yang membuat kelima budak itu tidak bisa berbuat apa-apa” kata Reiga, namun sesaat setelah Reiga berbicara, dia pada akhirnya menyadari ada yang aneh ditubuh kelima budak tersebut.
“Sepertinya kau sudah menyadarinya” kata pria disebelah Reiga yang melihat kalau ada yang janggal dari tubuh kelima budak tersebut.
Dan sesaat sebelum pria didalam arena tersebut akan mengakhiri pertarungannya tiba-tiba kelima budak itu menelan sebuat pil obat, dan dari pil itu mereka mendapatkan kekuatan yang luar biasa besarnya namun bukan hanya itu saja kelimanya juga bertranformasi menjadi seperti sebuah telur daging yang mana kelihantan akan meledak.
“Itukan formasi bunuh diri : lima element penghancur kejam” kata Reiga yang langsung tahu karena telah mendapatkan informasi tersebut dari pengawal penguasa kota.
“Hehehe… kau leihatannya sangat berpengetahuan luas ya, dapat mengetahui formasi ini dalam sekali lihat” kata pria disamping Reiga.
Formasi bunuh diri : lima element penghancur kejam adalah sebuah formasi yang mana menggunakan lingkaran sihir yang akan ditanamkan kedalam tubuh seorang penggunanya, dan untuk menggunakan formasi ini lima orang dibutuhkan untuk mengaktifkan formasi tersebut, lingkaran formasi yang ditanamkan juga menghasilkan lima energy yang berbeda-beda : air, api, udara, bumi, dan petir dengan kelima element ini kelima pengguna akan meledakkan diri mereka dan melancarkan ledakan lima element yang akan menghancurkan apa saja yang ada didekatnya.
“Menggunakan formasi ini untuk sebuah pertarungan didalam arena terlalu berbahaya, dan lagi ini bukan sebuah pertarungan ini adalah percobaan pembunuhan” kata Reiga yang sedikit takut akan terkena ledakan dari formasi ini.
“Hahaha… jangan khawatir didalam arena dan tempat penonton sudah ada pelindung yang mana akan menghalangi semua dampak serangan yang ada, dan juga perkataanmu benar ini memang adalah sebuah percobaan pembunuhan karena orang itu sudah menyinggung seorang bangsawan jadi inilah yang terjadi” kata pria disebelah Reiga.
Disisi lain didalam arena pria berambut hitam tersebut telah dikepung dari kelima arah dan tidak bisa kabur, namun dirinya tetap tenang dia lalu mengalirkan energy yang sangat kuat keadalam pedangnya yang membuat pedangnya retak “Krraanng… trraangss..”.
“Skill master seratus senjata : pengorbanan senjata” pedang ditangannya lalu hancur menjadi debu, dan hanya meninggalkan sebuah energy pedang putih yang sangat kuat dan murni.
Dan dengan cepat dirinya seperti sebuah kilat menebas kelima orang tersebut, “Srrraass… srraass…. srraass…. srraass…. srraass….” Kelima orang yang telah berubah itu lalu dipotong-potong menjadi kepingan kecil yang mana membuat ledakan mereka berhasil dihentikannya.
“Hmm… lemah….” Kata pria itu yang lalu turun dan keluar dari arena.
“Luar biasa sebuah pedang yang sangat cepat, dan serangan yang sangat tepat setiap tebasan yang dia buat sama sekali bukan tebasan asal-asalan, dia mengincar setiap titik lemah dari diagram sihir yang ada ditubuh mereka lalu menebasnya semuanya secara bersamaan untuk mencegah ledakan” kata Reiga yang mana bersemangat, dan mengeluarkan aura gelap yang pekat.
“Hehehe… sudah kuduga kau memang sangat menarik” kata pria disebelah Reiga yang takjub melihat aura gelap dari tubuh Reiga.
“Hei kau” kata Reiga.
“Hmm… ada apa??” tanya pria disampingnya.
“Katakan padaku bagaimana caranya agar aku bisa melawan orang itu” tanya Regia yang antusias ingin mengadu pedangnya.
“Hmmm…. Mudah kau cukup turun saja, dan bayar sedikit kompensasi” kata pria itu yang tersenyum lebar mendengar perkataan Reiga.
Dengan cepat Reiga lalu langsung terbang turun kearena “Booommss…” diatas tumpukan mayat yang berserakan dimana-mana Reiga turun, dan keberadaannya langsung disadari oleh pria berambut hitam tersebut.
“Kau kemari, dan jadilah bahan latihanku” kata Reiga yang mengacungkan pedangnya.
Bersambung.......