
Setelah kematian Grimm Reiga tiba-tiba menerima sejumlah besar energy, yang mana energy tersebut berasal dari jiwa Grimm, sebelum dia pergi dia menransfer seluruh kekuatannya lewat bayangan milik Reiga. Mengetahui kalau salah satu bawahannya tewas dalam pertarungan Reiga yang mana sudah bertransformasi menjadi phoenix iblis semakin liar bertarung dengan Oroci, “Crrrraaassstt…” dengan cakar miliknya dia mencabik-cabik tubuh Oroci sekaligus membakarnya dengan Unholy flame miliknya.
“Kssssaaah…..” Oroci yang menjerit kesakitan lalu membalas Reiga dengan menggunakan salah satu kepalanya untuk mengigit Reiga.
“Crrraaasstt…..” dia mengigit Reiga terus walaupun dia tahu kalau kepalanya tersebut akan terbakar karena api milik Reiga.
“Skill Wheel of fire, dance of the sun” Tiana yang mana berniat membantu Reiga menggunakan skillnya untuk memperkuat api miliknya, dia lalu berputar seperti roda api yang sangat panas dan menyerang kepala Oroci yang mana mengigit Reiga, “Srrrraaasss….” Dengan serangan berputar miliknya Tiana memotong kepala tersebut dengan mudahnya meninggalkan Oroci dengan hanya dua kepala tersisa.
“Haaah… haaah…. Terimakasih” kata Reiga.
“Kau ini kenapa, ingatlah kau tidak boleh kehilangan fokusmu disebuah pertarungan” kata Tiana yang melihat Reiga tidak fokus dalam pertarungannya.
“Maaf…. Aku sekarang akan lebih fokus lagi, dan pasti akan membunuh dirinya” kata Reiga yang mana sekarang sudah tenang.
“Membunuhku….. Skakakakaka…. Coba saja kalau kalian bisa” kata Oroci dari dua kepalanya yang tersisa dia lalu mengeluarkan sebuah asap, dan didalam asa hitam tersebut Oroci menghilang.
Tiana dan Reiga lalu saling mendekat dan saling menjaga punggung satu sama lainnya, dan didalam asap tersebut sebuah keheningan yang aneh mulai muncul dari kiri, kanan, atas, ataupun bawah Reiga tetap tidak bisa menemukan wujud dari Oroci.
“Ini aneh walau sebanyak apapun energy yang diamiliki tidak mungkin dia bisa menyembunyikan tubuh yang sebesar itu untuk waktu yang lama” kata Reiga yang merasa aneh melihat Oroci yang menghilang.
Sementara itu Aeria yang mana juga telah berhasil membunuh sisa 3 anak Oroci mulai merasakan sebuah getaran yang aneh, dari tempat Reiga bertarung dia merasakan sebuah udara yang sangat berat seakan-akan ada sebuah peperangan besar yang mana terdapat jutaan pasukan saling bunuh disebelah sana.
“Apa ini perasaan ini, ini buruk aku harus cepat-cepat menyusul kesana” kata Aeria.
Sementara itu Zero yang mana sudah banyak bermain-main dengan Ijaut menangkap dirinya dan menjadikannya sebagai salah satu kelinci percobaannya, dan disaat dia sedang senang karena telah berhasil menangkap salah satu anak Oroci dia lalu merasakan tanda bahaya dari seluruh tubuhnya.
“Hmm…. Arah itukan tempat dimana Reiga bertarung, kalau begitu ini akan sedikit gawat dari setiap penelitian yang aku lakukan pada mahluk mistik ini adalah tanda-tanda dimana salah satu mahluk mistik tingkat dewa akan mulai bertarung dengan mengorbankan nyawanya” kata Zero dia lalu berjalan santai kearah tempat Reiga bertarung.
Lalu Reiga dan Tiana yang mana masih terjebak didalam asap tersebut dikejutkan “Buuuggghhh…” dengan sebuah serangan yang entah dari mana, Reiga secara tiba-tiba terkena pukulan tepat diperutnya dan membuat dia terhempas keluar dari atas. Tiana yang melihat hal tersebut langsung mencoba membakar sebuah bayangan yang dia lihat berada didekat Reiga, namun dengan cepat bayangan tersebut menghindari serangan Tiana “Buuuugggkkk….” Namun secara tiba-tiba dia ditendang dari samping yang membuat dirinya terhempas ketanah.
“Apa tadi itu…. Aku merasakan sebuah pukulan dari tinju” kata Reiga yang mana merasakan beberapa tulangnya patah, dia lalu berusaha menyembuhkannya namun regenerasinya melambat karena sebuah racun ditubuhnya.
“Aku tahu itu, pada akhirnya dia membuang kehormatan dan harga dirinya yang dia pandang tinggi itu, dan menggunakan wujud manusia miliknya” kata Tiana yang pada akhirnya menyadari kalau Orocilah yang menyerang mereka.
“Bertarung dengan wujud manusia memang melanggar perinsip dan harga diriku, namun sepertinya tidak ada cara lain lagi, aku akan membunuh kalian dan mengakhiri pertarungan ini” kata Oroci yang mana telah menggunakan wujud manusianya ( dia terlihat seperti pria muda berusia 17 – 20 tahunan yang mana memiliki wajah seram, mata tajam dan tubuhnya yang mana sudah sepenuhnya berwujud manusia tampa ada satu sisik ularpun ditubuhnya ).
“Hahahahha…. Bagus juga kau rupanya membuat aku sedikit marah” kata Oroci yang mana dikedua tangannya muncul sebuah pedang dua tangan, pedang tersebut berwarna hijau kehitaman dan dimata pendang terdapat racun kuat yang dapat membunuh ratusan orang.
“Maju….” Kata Reiga yang mana telah menyiapkan WhiteNighmare ditangannya.
“Buuummmsshh….” Dengan cepat Oroci melesat kearah Reiga, “Trrraaanggss… Krrrraaanggss…. Srrrraaannggss…” keduanya beradu senjata satu sama lainnya, gerakan mereka sangat cepat seakan akan dunia tidak bisa mengikuti kecepatan mereka bergerak. “Boommsshh…” Tiana yang datang membantu Reiga melemparkan sebuah bola api yang mana dapat bergerak dan mengejar tepat kearah Oroci “Srriinnggss Trrraaanggss…” namun pada saat bola api tersebut ingin menembus tubuh Oroci dia dengan kuatnya menebas bola api tersebut, “Fwwuuusshh….” Oroci lalu melemparkan salah satu pedang ditangan kirinya dan pedang tersebut melaju dengan cepat kearah Tiana.
“Burning Hand” Tiana lalu melapisi kedua tangannya dengan kekuatan element api yang diapunya dan “Trraaanggss….” Dengan ganas meninju pedang Oroci yang mengarah kearahnya, “Tiiissshhh….” Namun dipedang tersebut terdapat racun kuat yang mana menetes sedikit ketubuh Tiana.
“Khahahahaha…. Bagus-bagus mari kita bersenang-senang” kata Oroci yang beralari kearah Tiana.
“Trrraanggss… Trrraanggss… Trrraanggss… Trrraanggss…” keduanya lalu beradu serangan namun terlihat sangat jelas kalau sedari tadi Tiana hanya mampu menahan serangan Oroci tampa dapat membalasnya, namun bukan cuman itu saja serangan Oroci juga mengandung racun yang menetes sedikit demi sedikit ke kulit Tiana, dan disaat
gerakan Tiana mulai melambat karena racun milik Oroci. “Booossmmnnggs…” Reiga dengan menggunakan tehnik tusukan miliknya menyerang sisi kanan Oroci yang mana membuat dirinya terlempar, Reiga yang tidak melepaskan kesempatan tersebut langsung mengejar Oroci yang masih terhempas jauh.
“Pedang kematian, tehnik keempat : tebasan kilat hitam” dengan tebasan berkecepatan tinggi yang mana tebasannya melebihi kecepatan suara, “Srrrraaanggss… Crrraaasstt…” dan tebasan tersebut tepat mengenai dadanya yang tertebas oleh serangan tersebut.
Namun disaat Reiga mengira telah berhasil memberikan serangan telak pada Oroci tiba-tiba, “Srrrraaannggss…” Oroci yang mengambil dua pedangnya dan memberikan Reiga serangan balasan.
“Cih…. kau masih hidup rupanya” kata Reiga yang mana melihat kalau bagian yang dia tebas terlindungi sebuah sisik baja yang sangat kuat, sisik tersebut sangat kuat dan serangan Reiga hanya memberikan sebuah goresan di dadanya.
“Khahahaha… pedang yang lumayan juga, bahkan hanya ada beberapa artefak tingkat bencana yang mana bisa menembus pertahanan sisikku” kata Oroci yang mana melihat pedang WhiteNighmare milik Reiga.
“Yah aku beruntung bisa mendapatkannya dari pemiliknya sebelumnya” kata Reiga yang membahas tentang Damaskus yang diakalahkan.
“Khahaha…. Bagus juga aku akan menghargai pedang itu saat aku telah membunuhmu” kata Oroci
Mereka berdua lalu mengumpulkan kekuatan hukum disenjata mereka dan pada saat keduanya saling bertabrakan “TRRRAAANNGGSSS….. BOOOMMSSHH….” Sebuah ledakan yang dahsyat mulai terjadi disaat keduanya saling beradu serangan, kekuatan hukum mereka berdua salin berusaha untuk menolak satu sama lainnya. Dan disaat Reiga mulai terdorong oleh kekuatan hukum milik Oroci tiba-tiba saja Diana yang memiliki fisik albino demon menembus bentrokkan energy mereka berdua dan menyerang Oroci dari belakang “Srrraaasstt… Srrraaasstt… Srrraaasstt…” dia menebas Oroci beberapa kali dan dari kekuatan pedangnya dirinya menyerap energy hukum milik Oroci.
“Sialan jangan-janga gadis ini adalah keturunan Diablo” pikir Oroci saat melihat tanduk putih milik Diana.
Bersambung......
Berikan dukungan kalian semua dengan cara Like, Komen, Giff dan Vote ok semuanya.