I Am The God Of Ghoul

I Am The God Of Ghoul
Bab 84 Seorang dewa yang sangat kejam bagian 2



Beberapa hari sebelumbReiga datang kebenua wilayah kekuasaan dewa fraksi putih untuk membantu Agnus dalam perebutan tahta, dia pergi menemui Lucy untuk melihat tehnik beladiri yang diciptakan olehnya. Setiap gerakan dan pengendalian energy yang ditunjukan oleh Lucy sangat memuaku Reiga yang membuat dirinya berkeinginan untuk mempelajari tehniknya.


 “Itu tehnik yang luar biasa, tidak bisa kupercaya kalau kau menciptakan tehnik ini cuman dalam waktu beberapa tahun” kata Reiga.


 “Eehem… ini tidak seberapa dibandingkan tehnik pedang tuan Reiga” kata Lucy yang sedikit malu-malu mendengar pujian dari Reiga.


 “Hahaha… tehnik pedangku itu sama sekali tidak sempurna, karena itu masih banyak fariasinya dan juga mudah dipelajari orang lain, tapi tehnikmu ini sangat special ini adalah tehnik yang bisa digunakan disituasi apapun dan tergantung dengan jumlah jari yang dikeluarkan bentuk jurus yang beragam bisa dikeluarkan dengan sangat indah” kata Reiga.


 “Kalau tuan tidak masalah, aku bisa mengajari anda tehnikku” kata Lucy dengan wajahnya yang merah seperti tomat.


 “Benarkah, bagus kalau begitu” kata Reiga.


 Dan dari sanalah Reiga kemudian mempelajari gerakan lucy dari jari pertama, kedua, ketiga, keempat, kelima, dan jari kekosongan, setiap jari memiliki cabang yang berbeda dan untuk mempelajari tehnik ini dibutuhkan tubuh yang sangat kuat agar dapat dialirkan energy dengan jumlah besar kehampir seluruh tubuh mereka. Lucy membutuhkan waktu hampir sepuluh tahun untuk menciptakan tehnik ini dengan semua pengalamannya dimedan perang yang mana dia biasanya bertarung hanya dengan menggunakan tangan kosong saja.


 Sedangkan Reiga yang merupakan seorang dewa kelas tinggi telah melengkapi kriteria tersebut dan juga dia memiliki mata dewa dengan mata tersebut dia dapat mudah memperhatikan setiap titik-titik penting dari setiap gerakan yang ditunjukkan oleh Lucy. Dengan hal itu Reiga hanya membutuhkan waktu satu malam untuk bisa menguasai tehnik jari agung : jari pertama, kedua, dan kelima, ketiga tehnik jari tersebut telah dia pelajari dengan sempurna namun untuk ketiga lainnya dia masih butuh waktu untuk memahami tehniknya agar bisa mempelajarinya dengan sempurna.


“Bagus dengan tehnik ini aku bisa mengalahkan Damaskus” kata Reiga yang masih mengingat kejadian dimana dia hanya bisa sedikit malawan Damaskus saat di desa ras naga.


 “Tuan Reiga benar-benar sangat hebat dia bisa menguasai setengah tehnikku dalam waktu satu malam, aku sangat kagum dengannya” pikir Lucy.


 “Lucy terimakasih, kau adalah pengikutku yang paling setia dan juga yang pertama, dan disaat aku tidak ada kau jugalah yang mempertahankan wilayahku” kata Reiga dia lalu bergerak mendekat kearah Lucy dan kemudian memegang kedua tangannya.


“Iiii….ini aneh… sangat aneh…. Dewa Reiga yang dulunya sedingin Es kenapa… kenapa bisa jadi seperti ini…” pikir Lucy dengan wajahnya yang semakin memerah seperti buah tomat.


 “Katakan saja apa permintaanmu, maka akan kukabulkan apapun itu” kata Reiga yang berusaha menyampaikan rasa terimakasihnya ( Note : walaupun sudah dapat perasaan tapi belum bisa baca perasaan orang lain ).


 “Eeeeeh… apapun… itu berarti… apapun…. Jadi apapu… kalau begitu yang itu juga bisa dong…” pikir Lucy, pikirannya mulai meliar karena serangan mendadak yang dilancarkan Reiga membuat dia hampir tidak bisa berpikir dengan jernih.


 “Eeeh ini anak kenapa wajahnya merah seperti tomat, demankah????” pikir Reiga yang meliaht wajah Lucy yang merah.


 “Tuu.. tuan Reiga aku adalah pelayanmu jadi cukup biarkan aku tetap bersamamu saja… itu sudah merupakan kehormatan bagiku” kata Lucy yang menahan keinginan liarnya.


 “Eeeh itu aja… kau yakin gak ada yang lain??” tanya Reiga yang lalu melepaskan tangan Lucy perlahan-lahan.


 “Iya… berada disamping tuan merupakan kebahagian untukku” kata Lucy dengan senyum manis diwajahnya.


 Reiga yang melihat senyum itu mulai merasakan sebuah perasaan yang tidak aneh didalam tubuhnya.


 “Apa ini… ini baru pertama kali kurasakan” kata Reiga yang bingung karena baru saja mendapatkan perasaannya jadi dia tidak telalu mengerti apa yang dia rasakan.


Lalu disaat suasananya sedang bagus Nabila langsung datang kesana, dia dengan menggunakan wujud dewasanya melompat kearah Reiga. Melihat Nabila yang melompat kearahnya Reiga lalu menangkapnya dalam pelukannya membuat Lucy yang mulai merasakan perasaan iri yang cukup besar padanya matanya menjadi gelap bagaikan seorang pembunuh berantai.


 “Tenang… tenang… dia cuman anak kecil” pikir Lucy, tapi disaat dia melihat tubuh Nabila yang indah cukup untuk membuat banyak laki-laki mengerjarnya setiap waktu.


 “Sedang apa kau disini Nabila??” tanya Reiga.


 “Kapalnya sudah siap untuk berangkat” kata Nabila.


 “Begituya, kalau begitu aku juga akan segera bersiap” kata Reiga.


 Lalu Reiga pun pergi meninggalkan mereka berdua disana Nabila lalu juga ikut pergi dari sana, tapi sebelum dia pergi.


 “Bleeeehh…” Nabila  mengejek Lucy lalu dia pergi dari sana dengan cepat.


“Bocah sialan itu, setelah tuan Reiga pergi akan kurus kau nanti” kata Lucy yang marah mengetahui kalau Nabila sengaja mengganggu dia bersama dengan Reiga.


 Lalu sekarang kembali kemedan perang dimana Reiga ingin mencoba tehnik yang telah diajarkan Lucy padanya untuk menundukka Cerbera.


 “Skill soul harvest + jari agung, jari kelima : kekuatan penguasa, amarah sang penguasa” Reiga lalu menggabungkan skill dan tehnik beladirinya.


 Dia lalu bergerak dengan cepat menghindari banyak orang dengan gerakan kaki nya yang indah dan halus dengan mudah dia dapat menuju arah Cerbera dan dengan kelima jari tangan kanannya dia mencengkram kepala dari Cerbera, lalu dengan mengalirkan energy kearah otaknya dan dari otak perintah akan dialirkan melalu kelima jari Reiga dengan begitu dia dapat dengan mudah menghancurkan pikiran lawannya.


 “AAAAAGGGHHHKKK…..” Cebera lalu berteriak kesakitan karena pikirannya dihancurkan oleh Reiga.


 Selain pikirannya yang dihancurkan Reiga juga menggunakan skill soul harvest miliknya untuk dengan paksa mencabut jiwa Cerbera dari tubuhnya yang masih hidup. Dan karena pikiran Cerbera telah rusak parah Reiga dengan mudahnya menarik jiwa miliknya, jiwanya diambil melalui ubun-ubun kepalanya dan ketika jiwa itu meninggalkan tubuhnya Cerbera langsung terlihat seperti tidak memiliki keinginan ataupun pikiran apapun cuman tersisa tubuh hidup yang kosong.


 “Bagus nampaknya percobaan tehnik ini berhasil” kata Reiga.


 Lalu dibelakang Reiga muncul beberapa cahaya hijau yang sangat banyak seperti kunang-kunang yang berterbangan. Cahaya itu adalah jiwa-jiwa dari kota Diamon yang dikumpulkan Reiga saat sedang berkeliling melihat kemampuan ras Ware wolf.


 “Kalian boleh mengambilnya, tapi sebagai gantinya kalian harus menyerahkan seluruh kekuatan kalian padaku” kata Reiga yang lalu menyerahkan jiwa Cerbera pada para jiwa orang-orang kota Diamon.


 Disitu terlihat kalau jiwa Cerbera yang sedikit rusak dikerumuni oleh jiwa-jiwa warga dari kota Diamon. Mereka membalaskan dendam mereka dengan cara merusak jiwa Cerbera, jiwanya dikerumuni dan peralahan-lahan hancur menjadi beberapa keeping cahaya. Dan setelah selesai membalaskan dendam mereka para jiwa itu lalu mulai mengumpulkan energy yang sangat besar, energy tersebut adalah sisa kekuatan yang mereka miliki saat mereka masih hidup dan kekuatan tersebut mereka serahkan pada Reiga sebagai imbalan karena sudah membiarkan mereka balas dendam.


 “Bagus rasanya jiwaku semakin kuat, dan energy ditubuhku bertambah beberapa persen” kata Regia yang menyatu dengan sempur dengan energy dari para jiwa tersebut.


 Tiba-tiba “BOOOMSSSHH….” Sebuah ledakan dengan miasma energy yang gelap mulai muncul dari arah tempat pertarungan Fenrir dengan para dewa fraksi putih. Melihat energy yang gelap tersebut Reiga langsung memiliki sebuah firasat buruk.


 “Ini bukan energy dari seekor Ware wolf, hawa keberadaan ini sama seperti yang kurasakan ketika pertama kali bertemu dengan Damaskus, hawa keberadaan dewa tingkat tinggi dan lagi ini adalah dewa fraksi hitam” pikir Reiga yang merasakan energy hitam yang kental akan kejahatan didalamnya.


Bersambung...........


Berikan dukungan kalian dengan cara Like, Komen, Giff, dan Vote novel ini jika kalian menyukai cerita yang ada didalamnya agar penulis semakin semangat dan ceritanya semakin menarik lagi, Ok.....