
Ketiga orang tersebut saling menatap satu sama lain walaupun mereka diam tetapi aura mereka saling bertabrakan satu sama lain para penonton yang melihat hal tersebut tegang dan terdiam melihat ketiga orang itu, para dewa juga merasakan tertarik melihat mereka bertiga para dewa ingin tahu siapa yang paling kuat.
“Ini sepertinya tidak akan adil, aku akan meminta Nabila untuk mundur dan membiarkan Lucy berduel dengannya” kata Reiga sambil melihat Hill yang berada disebelahnya.
“Hahahaha…. tidak apa-apa, semua ini adalah takdir seseorang pertarung sejati harus dapat menghadapi berbagai macam kondisi dalam pertarungan, walaupun lawannya pria, wanita, anak kecil, orang tua, sendiri ataupun ratusan orang dia tidak akan bisa tahu siapa lawannya yang dia bisa cuman bertarung dengan seluruh kekuatannya” kata Hill.
“Hmmm… baiklah kalau begitu, aku akan menghubungi mereka berdua dan mengatakan untuk jangan tidak menahan diri” kata Reiga.
“Bagus…” Kata Hill.
Dan lalu Lucy dan Nabila menerima pesan telepati dari Reiga yang mengatakan kalau mereka berdua harus melawan Adamas dengan seluruh kekuatan mereka, dan mereka harus bekerja sama melawan dirinya. Keduanya menerima pesan telepati tersebut dan mereka sama sekali tidak suka dengan ide bertarung bersama tersebut namun ini adalah perintah dari dewa mereka, keduanya langsung maju secara bersamaan menyerang Adamas Lucy yang menggunakan jari keempat tombak mantaharinya sedangkan Nabila mengubah tangan kirinya menjadi sebuah tombak berlian, keduanya langsung mengarahkaan serangan tusukan pada Adamas.
“Bagus datang kemari” kata Adamas yang lalu menyambut mereka, dia mengayunkan serangan palunya pada mereka berdua.
“BOOOMMMSSSHH….. NNNNGGGGGHHH….” Serangan mereka kemudian beradu satu sama lainnya dan menyebabkan ledakan, Lucy dan Nabila lalu terhempas agak jauh dari sana sedangkan Adamas cuman terdorong sedikit armor alam yang dia miliki menangkis sebagian besar serangan yang dia terima.
“Uuhuukk… uuhuukk…” walaupun Adamas dapat menahan serangan tersebut tetapi dia tetap terkena dampak ledakan tersebut, luka yang ada diperutnya berdampak oleh ledakan tersebut membuat dirinya mengalami luka dalam.
Sementara itu Lucy yang melihat Adamas mengeluarkan darah langsung bangkit dengan cepat dan menyerangnya dari depan.
“Jari keenam, tinju kekosongan” dia lalu menyerangnya menggunakan tinju miliknya, dia mengincar perut Adamas yang terluka tersebut.
“Trraannkkkss…. Booommss….” Namun dengan gerakan Adamas yang gesit dia dapat dengan cepat menangkis serangan Lucy, “Swwwuunnggss….” dan lalu dia membalas serangan Lucy dengan ayunan palunya tapi Lucy dengan cepat menghindari serangan itu dengan melompat mundur kebelakang.
Dan lalu melihat adanya sebuah celah yang dibuat oleh Lucy dengan cepat Nabila datang dan menyerangnya dari belakang, “Baaaannnggss…” dengan mengeraskan dan membesarkan tangannya Nabila dengan telak melancarkan serangan kepunggung Adamas. Tetapi karena armor alam miliknya serangan Nabila 90 % dinetralisir armor tersebut “Swwuunnggss…swwuunnggss…” melihat Nabila yang ada dibelakangnya Adamas lalu mengayunkan palunya, walaupun serangan Adamas terbilang lambat tetapi serangannya sangat berat yang akan menghancurkan tulang seseorang jika mengenainya.
Nabila yang dapat mengubah susunan tubuhnya membuat tubuhnya menjadi elastis seperti karet dan menghindari setiap ayunan palu dari Adamas, “Baannggss…” dan setiap Adamas membuat celah dia akan melancarkan pukulan keras padanya.
"Menyebalkan" kata Adamas yang serangannya dapat dihindari semuanya oleh Nabila
“Bommmssshhh….” Adamas yang kesal dengan pergerakan Nabila langsung menginjak tanah dengan segenap tenaga yang membuat getaran disekitar dan hal tersebut membaut Nabila membeku dibuatnya.
“Sialan… dia membuat getaran ditanah yang membuat tubuhku kaku” pikir Nabila yang seluruh tubuhnya kaku akibat getaran tersebut.
“Buuukkkss…” dan tampa memandang gender Adamas melancarkan serangan palunya kearah perut Nabila.
“Uhhuukkk…” Nabila dengan cepat memperkuat kulit dan tulangnya namun dia tetap terkena dampak besar dari serangan tersebut.
“Lemah…” kata Adamas yang telah melancarkan serangan telak pada Nabila.
“Skill mata Abyss” mendengar perakataan dari Adamas membuat Nabila kesal dia lalu melancarkan serangan matanya pada Adamas dengan kekuatan penuh.
“Aaaaagghhhkkk…..” Adamas lalu kesakitan dibuat skill dari mata Nabila tersebut, jiwanya dirusak dengan oleh skill mata milik Nabila.
Adamas lalu merintih kesakitan ditempat itu sedangkan Nabila lansung mundur dan mengambil kesempatan untuk memulihkan dirinya, Lucy yang melihat Adamas kesakitan langsung mengumpulkan seluruh energy yang dia miliki.
“Jari agung, jari pertama : tiga jalan dunia, jalan iblis hancurkan segalanya” dengan seluruh energy yang dia kumpulkan Lucy lalu melancarkan serangannya tepat kearah belakang jantungnya.
Jari agung, jari pertama jalan ibilis adalah tehnik yang mengumpulkan energy kesatu titik dan tehnik ini tidak seperti jalan penguasa yang melancarkan serangan penghancur dari jarak jauh, serangan ini adalah serangan jarak dekat yang memasukan energy murni kedalam tubuh musuh dan dengan kendali penuh pengguna tehnik dapat menghancurkan tubuh musuh dari dalam.
“Kau membunuhnya..??” tanya Nabila.
“Sangat disayangkan sepertinya tidak” kata Lucy.
“Eeeehh… tapi aku sudah mendengar suara kalau jantungnya barusan tadi sudah diremas sampai hancur barusan” kata Nabila.
“Yahh… aku juga tidak tahu, tapi sepertinya jantung klan raksasa lebih kuat dari yang kuduga” kata Lucy.
“Jadi bagaimana haruskah kita bunuh dia” kata Nabila.
“Hmmm… untuk apa kita sama sekali tidak punya dendam apapun padanya dan lagi pula dia adalah saint dari dewa raksasa aku tidak mau memulai perang yang tidak berarti, lebih baik kita tinggalkan saja dia disini” kata Lucy yang berjalan pergi.
“Hmmm… kalo dia dimakan mahluk mistik kek mana” kata Nabila yang mengikuti dirinya dari belakang.
“Biarkan saja itu berarti keberuntungannya sudah habis” kata Lucy.
Mereka berdua lalu meninggalkan Adamas sendirian pingsang tergeletak ditanah dan dengan cepat artefak penyelamat datang menyelamatkan dirinya, mereka membungkus tubuh Adamas dengan gel berwarna biru dan membawanya terbang keluar dari pulau untuk diberikan perawatan.
Sementara itu para penonton yang melihat pertarungan dari colesseum bersorak untuk Lucy dan Nabila atas kemenangan mereka melawan Adamas, sementara diatas langit para dewa juga kagum dengan penampilan mereka berdua.sementara itu dewa raksasa Hill hanya diam melihat Adamas yang kalah dan dibawa pergi untuk perawatan.
“Selamat atas kemenangan saintmu ya..” kata Hill yang memberikan selamat pada Reiga dan lalu langsung pergi dari sana menjumpai Adamas.
“Dia dapat menerima kekalahan dari saintnya, dia tidak seperti para dewa yang lainnya dia memegang teguh prinsip petarung miliknya” pikir Reiga.
Sementara itu dikota yang Avalon tempat itu sepi dan sunyi karena kebanyakan orang berkumpul didalam dan diluar colesseum, sedangkan kota avalon sendiri hanya dijaga oleh beberapa orang prajurit biasa.
“Hooaaammm…. Bosan” kata salah satu prajurit yang berjaga di dalam kota.
Prajurit yang berjaga sendiri itu lalu mencium bau darah dan dia kemudian mengikuti asal dari bau itu, dan saat sampai didekat sebuah gang kecil dia melihat ada bekas tetesan darah dan mengikuti jejak darah tersebut. Darah itu mengaraha kesebuah gang kecil didalam kota dan pada saat dia masuk kedalam gang tersebut dia mencium bau darah yang semakin kuat, dengan menutupi hidungnya dia lalu semakin masuk kedalam gang tersebut dan begitu dia sampai di akhir gang.
“Aaaaakkk….” Dia menjerit ketakutan saat melihat mayat dari puluhan prajurit yang merupakan rekannya berjaga, dia lalu berlari keluar dari sana prajurit itu ingin melaporkan apa yang dia lihat pada komandannya dan pada saat dia melihat jalan keluar dari gang tersebut.
Ada sebuah tangan yang menangkap kakinya dan dengan kuat menarik dia jatuh.
“TIDAK… TIDAK…. TOLOOONG…. SIAPAPUN… TOLOONG AKUUU” teriak prajurit tersebut yang ditarik langsung masuk kembali kedalam gang tersebut, suara dari prajurit tersebut langsung menghilang bersamaan dengan dirinya masuk kedalam gang itu.
“Hahahaha… sekarang sudah waktunya…” kata Drakula yang berdiri ditengah kota.
“Ziiinnggss… ziiiinnggss… ziiinnggss… ziiinnnggss…” empat pilar darah merah langsung muncul, keempat pilar tersebut mengurung para warga bahkan para dewa yang berada diatas langit sementara itu para kontestan yang sedang berada dipulau kecil didekat kota Avalon dari jauh langsung melihat keempat cahaya merah itu dan setelah itu dari keempat pilar darah tersebut muncul pelindung yang mengurung seluruh kota dari langit dan bawah tanah tidak luput dari kurungan tersebut.
“HAHAHAHAHA….. MARI MULAI PESTA DARAHNYA.. HAHAHAHAHA…” kata Drakula dengan suara lantang.
Bersambung......
Berikan dukungan kalian dengan cara Like, Komen, Giff, dan Vote novel ini jika kalian menyukai cerita yang ada didalamnya agar penulis semakin semangat dan ceritanya semakin menarik lagi, Ok....
Selamat hari raya semua mohon maaf lahir dan batin ya....