I Am The God Of Ghoul

I Am The God Of Ghoul
Bab 268 Pembersihan



Setelah selesai memperbaiki pelindung di kota kabut hitam Reiga langsung dengan cepat pergi ke kota-kota yang lainnya, ditengah perjalanan dia melihat ada ratusan mahluk pelahap darah yang mengarah kearah kota kabut hitam “Boomss… Burrrnnn…” lalu dengan cepat dia membakar para pelahap darah tersebut menggunakan skill Unholy Flame miliknya. Dia melihat kalau diantara para pelahap darah itu sama sekali tidak ada pimpinan yang mana membuat dirinya curiga, “Busshh…” dan dengan cepat dia terbang menuju kekota terdekat lalu kecurigaannya benar, kota tersebut telah diambil alih oleh mahluk peahap darah, tidak lebih tepatnya kota tersebut telah dijadikan persembahan oleh tuan kotanya yang mana adalah salah satu dari dewa raja terkuat yang berkhianat.


Melihat hal itu Reiga tidak bisa diam saja dan langsung menerjang para pelahap darah tersebut dari atas langit, “BUUSSHH…” dia menciptakan ledakan besar dari mendarat di kota itu membuat para pelahap darah langsung pergi mendatangi dirinya.


“Otoritas tanah hitam diaktifkan + Soul harvest : boneka mayat tingkat atas, tangan-tang pendendam” Reiga kemudian mengabtifkan skill miliknya dan dari tanah hitam yang mana telah menjalar keseluruh kota “Brruuggkkss… Brruuggkkss… Brruuggkkss…” dari dalam tanah hitam tersebut bermunculan tangan-tangan mayat.


Tangan-tangan mayat tersebut dengan cepat memegang para pelahap darah yang ada “Krraakk… Krraakk… Krraakk…” tangan-tangan itu lalu menarik para pelahap darah yang ada untuk masuk kedalam tanah hitam.


“Kriieekk… Kriieekk… Kriieekk…” para pelahap darah yang mana dipaksa masuk kedalam tanah hitam kemudian berusaha untuk melawan, “Crrasstt…” mereka memukul dan menggigit tangan-tangan tersebut hingga hancur, “Brruuggkkss… Brruuggkkss… Brruuggkkss…” namun tangan-tangan yang lebih banyak lagi berkeluaran dari tanah hitam tersebut. Para tangan-tangan itu telah diberikan kekuatan dari para jiwa-jiwa warga kota yang merasa dendam pada para pelahap darah, dan dendam tersebut berubah menjadi kekuatan yang mana dapat memproduksi tangan-tangan mayat lalu tangan-tangan mayat itu akan terus mengincar para pelahap darah tersebut hingga mereka masuk kedalam tanah hitam dan mati bersama mereka.


“Dendam adalah perasaan yang sangat mengerikan, orang biasa yang tenggelam kedalam perasaan ini akan melakukan apa saja untuk mencapai tujuannya, karena itulah emosi ini sangat mengerikan dan karena itulah kalian semua akan mati karena meremehkan dendam dan amarah para penduduk yang kalian bunuh” kata Reiga sambil melihat para pelahap darah itu perlahan-lahan masuk kedalam tanah hitam tersebut.


“KRRIIEEEKK… KRRIIEEEKK… KRRIIEEEKK…” para pelahap darah itu lalu tenggelam masuk kedalam tanah hitam dan terkubur hidup-hidup didalam tanah hitam milik Reiga, didalam tanah hitam itu tubuh mereka hancur terurai oleh kekuatan gelap milik Reiga sementara jiwa-jiwa mereka dirusak oleh jiwa-jiwa pendendam dari para penduduk sampai pada akhirnya tidak ada yang tersisa sedikitpun dari para pelahap darah tersebut.


“Sekarang dimana tuan kota yang melindungi tempat ini, aku harus berikan dia pelajaran karena berani berhianat” kata Reiga yang mana mengeluarkan aura membunuh yang kuat, dan menggunakan mata dewa miliknya Reiga langsung mencari keberadaan dari sang tuan kota.


Dan benar saja dia melihat kalau sang tuan kota yang mana telah bergabung kesisi mahluk pelahap darah sedang berlari mengetahui kalau Reiga ada di kota miliknya, melihat hal itu Reiga langsung dengna cepat berlari kearahnya “Busshh…” dengan cepat dia langsung mengejar tuan kota yang mana terlihat seperti menggunakan artefak berbentuk piringan terbang untuk kabur.


“Hiiiii….” Tuan kota tersebut berteriak takut karena melihat Reiga yang mana sedang mengejar dirinya.


“Heiii… kenapa kau lari, mari kita bicara sebentar” kata Reiga yang mana sambil tersenyum tetapi mengeluarkan aura membunuh yang kuat dari tubuhnya.


“Tidak-tidak…. Aku sangat yakin kau akan membunuhku jika aku berhenti” kata tuan kota tersebut.


“Hahahaha…. walaupun kau tetap berjalan juga aku tetap akan membunuhmu” kata Reiga, “Burrrnn…” dengan api phoenix iblis miliknya dia membakar tuan kota tersebut hidup-hidup.


“KAAAHHH… AAARRGGGKKK…. TOLONG-TOLONGG….” Teriak tuan kota tersebut yang mana kesakitan saat dibakar menggunakan api dari phoenix iblis.


“Skill Soul Harvest…” Reiga lalu mengambil jiwa miliknya dan memeriksanya.


“Jadi begitu mereka yang benar-benar setia akan diperkuat dan mereka yang patuh secara terpaksa akan dicuci otaknya, Susano tidak kusangka kau akan jatuh serendah ini” kata Reiga, dengan cepat dia lalu langsung pergi kekota selanjutnya.


“Srraasst…. Krrrassstt….” Dengan menggunakan skill dan tehnik pedang miliknya Reiga membantai para pelahap darah yang dia temui, dan didalam beberapa kota yang terdapat dewa raja pelahap darah langsung di datangi dan dibunuh dengan mudahnya. Reiga yang mana telah berkeliling berbagai kota mendapatkan banyak pengikut lalu beberapa petarung yang terinspirasi dengan kekuatannya memulai melawan balik para pelahap darah yang ada.


Sementara itu ditempat yang lainnya Susano dan naga tampa kepala sedang beristirahat sekaligus sedang bersiap, mereka menggunakan para pelahap darah untuk mengumpulkan kekuatan setelah itu lalu mereka akan pergi kegunung tertinggi tempat dimana kepala naga itu disegel sekaligus wilayah dari dewa raja terkuat peringkat pertama Cronos.


“Hmmm…. Ada yang membantai para mahluk pelahap darah ciptaanku” kata naga tampa kepala tersebut.


“Benarkah…, siapa yang bisa membantai mereka bukannya beberapa dari mahluk pelahap darah telah ditemani oleh dewa raja terkuat” kata Susano.


“Seseorang yang bernamakan Reiga sang dewa kematian, peringkat ke 3 dari 100 dewa raja terkuat” kata naga tampa kepala tersebut.


“Ooohh… jadi dia, kalau begitu dia telah kembali kealam atas, sebaiknya suruh para pelahap darah yang lainnya untuk menghindari dirinya, dia adalah lawan yang cukup sulit untuk dihadapi” kata Susano.


“Hmmm… kenapa kau ragu-ragu, apa kau masih menganggap dirinya sebagai sahabatmu” kata naga tampa kepala tersebut yang mulai meragukan Susano.


“Tidak hanya saja aku mengakui kalau dirinya kuat, dan kalau kita memang menang melawannya maka aku dapat pastikan kita akan terluka sangat parah dan bahkan salah satu dari kita akan mati, dan itu semua akan menghalangi tujuan kita” kata Susano.


“Baiklah kalau kau berkata begitu, akan kuperintahkan para pelahap darah yang mana telah mendapatkan banyak kekuatan untuk kembali lalu menyuruh beberapa dewa raja pelahap darah untuk menahan Reiga itu” kata naga tampa kepala tersebut, dia mulai tidak suka dengan sikap dari Susano tetapi dia tidak bisa berbuat apa-apa karena dirinya telah mendapatkan perintah untuk bekerjasama dengan Susano.


“Reiga…. Aku harap kau dapat memberikanku pertarungan yang menyenangkan” pikir Susano yang berharap kalau Reiga dapat bertarung dengan dirinya sekarang juga.


“BOOOMMSSHH….” Naga tampa kepala itu lalu menyebarkan kabut hitam kemerahan dan dari kabut itu terdapat kekuatan lebih untuk para dewa raja pelahap darah, “Krriikk…” dewa raja pelahap darah yang menerima perintah dari pencipta mereka langsung dengan cepat mencari keberadaan Reiga, mereka akan bertarung meski mereka tahu kalau mereka akan mati ditangan Reiga dan itu semua agar tuan merka dapat mendapatkan banyak kekuatan dari para mahluk dialam atas.


Bersambung…..