
Raksasa hijau merah bermata lima adalah mahluk unik yang muncul entah dari mana tidak diketahui kapan mahluk ini muncul atau bagaimana, tetapi beberapa dewa raja terkuat yang pernah berhadapan dengan mereka menyebut mereka dengan nama sang ingkarnasi kehancuran. Kata-kata itu muncul karena sifat mereka yang mana akan menghancurkan mahluk dari ras apapun dan bahkan akan menyerang setiap mahluk hidup yang bergerak, bahkan bagi mereka para dewa raja terkuat yang mana ribuan kali lipat lebih kuat dari mereka adalah mangsa besar dan mereka akan beramai-ramai menyerangnya sampai tidak ada dari mereka yang tersisa, mereka akan terus bertarung dan berburu sampai mati.
Selain sifat gila dan rakus yang mereka punya raksasa hijau bermata lima juga memiliki kemampuan mereproduksi yang unik, tidak seperti ras-ras lainnya yang bertelur dan melahirkan mereka dapat membelah tubuh mereka seperti amuba, dan hal itu terjadi ketika tubuh mereka dipenuhi oleh energy yang berlimpah. Kelimpahan energy terjadi karena sifat rakus mereka bahkan dikatakan kalau salah satu dari mereka pernah membunuh dewa raja terkuat dan memakannya disaat itulah raksasa hijau bermata lima membelah diri sampai ratusan, kejadian yang membuat bencana tersebut pada akhirnya membuat sang peringkat pertama Cronos mengambil tindakan dengan pedang panjang ditangan kanannya dan pedang pendek ditangan kirinya dia membantai semua raksasa tersebut, tidak sampai satu jam dia hampir membuat raksasa tersebut punah namun beberapa dari mereka menghilang entah dimana dan sampai sekarang tidak tahu dimana keberadaannya.
“Hehehe…. Hahahhahaha…. Dasar Arogan gila itu, dia lebih gila dari pada diriku dia menyimpan ingkarnasi dari kehancuran bahkan membuat mereka memakan pasukannya sendiri, Hahahaha… aku rasa perang ini akan menjadi hal tergila yang pernah ada dalam sejarah” kata Zero, dia begitu penasaran dengan raksasa yang dihadapi pasukannya lalu setelah mencarinya dibuku miliknya dia tertawa dengan gilanya karena mengetahui mahluk apa yang sebenarnya mereka lawan.
“Cih dasar gila, disaat genting seperti ini kau malah senang apa kau tidak bisa membaca suasana Haaah…” kata dewa batu api, dia memerintahkan pasukan pengikutnya untuk merakit sebuah balista raksasa.
“Trraaanggss… Trraaanggss… Trraaanggss… Krraaanggss…” mereka dengan cepat memasang balista tersebut didepan gerbang kastil kegelapan, dan ketika salah satu dari raksasa hijau tersebut maju kearah mereka “Swwuusshh… Swwuusshh… Swwuusshh… Crraasstt… Crraasstt… Crraasstt… Crraasstt… Crraasstt…” balista-balista tersebut lalu meluncur dan tertancap ditubuh raksasa tersebut.
“WOW…. Keren sekali senjata barumu itu, tetapi aku tidak yakin kalau itu saja akan cukup” kata Zero, dia melihat kalau raksasa tersebut mulai berdiri kembali dari tembakan balista-balista tersebut.
“Hehehehe… ini belum selesai” kata dewa batu api, “Trrraaassskkhhh….” Petir lalu bermunculan dari balista-balista tersebut, petir tersebut sangatlah kuat sampai-sampai membuat raksasa itu jatuh dan jantungnya berhenti berdetak karena kekuatan petir yang kuat tersebut.
“Serangan kejutankah, brilian sekali aku merasa tabjuk” kata Zero yang bertepuk tangan untuk ciptaan dari para bawahan dewa batu api.
“Ini tidak ada apa-apa, kalau dikasih waktu lagi kami bisa buat yang lebih bagus dari ini” kata dewa batu api yang merasa senang dengan pujian dari Zero.
Namun raksasa yang jatuh tadi kembali berdiri lagi, jantungnya yang tadi berhenti kembali pulih dan bahkan dirinya semakin ganas karena serangan dari balista tadi. “Trrraasstt…” dan disaat sebuah serangan dari lengan raksasa yang besar itu mendekat sebuah batu hitam tajan menusuk lengan raksasa tersebur, “GRRROOAARR…” raksasa tersebut menjerit kesakitan karenannya.
“MATIKAU MAHLUK JELEK” kata dewa besi hitam yang mana muncul dari atas raksasa tersebut, dia menyerang menggunakan kapaknya yang tajam dan mengincar leher dari raksasa tersebut “Crrraassstt…” dan dia juga memotong leher raksasa tersebut bagaikan memotong sayuran.
“Kerja bagus, aku berikan 50 point untuk pilarnya dan 75 point untuk potongan dilehernya” kata Zero.
“Haaah…. Itu bukan apa-apa, aku bisa melakukan yang lebih baik dari pada itu” kata dewa batu api yang berusaha bersaing dengan dewa besi hitam.
“Apa katamu, kalau begitu kita lihat siapa yang bisa membunuh lebih baik disini” kata dewa besi hitam yang terpancing profokai oleh dewa batu api.
“GRRROOAARR…” dan salah satu dari raksasa hijau bermata lima tersebut mendatangi mereka berdua, dia melihat energy mereka yang kuat dan ingin memangsanya.
“JANGAN MENGGANGGU…” kata dewa batu api dan dewa besi hitam, “Trrraaasskk…. Krrrraasstt….” Dewa batu api menghancurkan kepala dari raksasa tersebut dengan palunya sedangkan dewa besi hitam menebas urat saraf dilehernya, serangan dari dua dewa raja terkuat tersebut langsung membuat raksasa itu tewas dengan cepat.
“Hahahahaha….. aku merasa kasihan dengan para raksasa itu sekarang” kata Zero yang mana melihat kekejaman kedua dewa didepannya.
Sementara itu Diana yang memimpin para pasukan jarak dekat untuk bertarung melawan para raksasa tersebut menunjukkan kehebatan yang dia miliki, “Trrraasstt…” ketika ada raksasa yang mendekati mereka dia memotong urat kakinya dan membuat raksasa tersebut jatuh ketanah. Melihat kesempatan tersebut Diana langsung menyuruh para ahli sihir untuk mengekangnya “Srrraanggss… Trrranggss…” setelah raksasa itu dikekang para prajurit beramai-ramai melancarkan serangan mereka, disaat ada terlihat raksasa baru yang mana ingin menyerang para prajurit “Srrraaangggss….” Diana dengan cekatan menahan serangan dari raksasa tersebut.
“Skill master of a thousand weapons : unification of one hundred weapons” Diana lalu menggunakan skillnya untuk mengendalikan seratus senjata untuk terbang disekelilingnya, setelah itu dia menggabungkannya menjadi satu penyatuan dari seratus senjata tersebut lalu menciptakan sebuah tombak darah merah yang memiliki aura sangat kuat.
“SWWWUUSSHH…..” dan dengan segenap tenaganya, “Crrraaassstt…” serangan lemparan tersebut lalu langsung mengenai kepala raksasa itu dan menghancurkan kepalanya. Mayat dari raksasa itu lalu dimakan
oleh para mahluk mistik aneh milik Zero karena dia mengetahui kalau ada mayat dengan energy kuat yang muncul dihadapan raksasa tersebut maka mereka akan memakannya dan melipat gandakan diri mereka, hal inilah yang dibaca Zero dari bukunya salah satu kengerian dari ingkarnasi kehancuran.
“Hahahaha…. memang sangat disayangkan tetapi kalau jumlah mereka bertambah maka keadaannya akan sangat gawat” kata Zero.
“Oi Reiga ada yang melihat kita” kata Susano.
“Ya… kelihatannya mereka melihat kita dari atas kastil itu, apa kau mau ikut denganku” kata Reiga yang mengajak Susano untuk langsung masuk kedalam kastil tersebut.
“Hahahaha… tidak perlu ditanyakan lagi, aku selalu siap untuk bertarung” kata Susano.
“Aku juga akan ikut, kalau aku meniggal dia sendirian maka masalah apa lagi yang akan diabuat nantinya” kata Aeria.
“Aku juga akan menyuruh kedua mahluk mistik tingkat dewa untuk menyerang langsung kedalam istana dan memberitahukan situasi yang ada disini” kata Reiga.
Pasukan aliansi Reiga terbagi dua kubu pasukan yang mana satu kubu pasukan dipimpin oleh Susano untuk menyerang gerbang depan kastil kegelapan, dan satu kubu lagi dipimpin oleh Riana menyerang gerbang belakang kastil kgelapan. Kubu yang dipimpin Riana terdiri dari Lujuria ( penguasa Nafsu ), Codecia ( penguasa Keserakahan ), Tiana dan satu lagi mahluk mistik tingkat dewa yang mana merupakan sebuah kuda putih bertanduk tiga.
White king dia adalah mahluk mistik dari ras Unicorn dengan tiga tanduk kristal dikepalanya dan bulu putihnya yang sangat elegant dan cantik, walaupun dia adalah penjantan dirinya sangat mencintai kecantikan dan pada saat ras phoenix meminta bantuan darinya dia dengan senang hati membantu mereka hanya karena mereka adalah ras yang cantik.
“Kelihatannya suamimu dalam kondisi yang gawat yah” kata White king.
“Iya aku tidak menyangka kalau para iblis memiliki ingkarnasi kehancuran” kata Riana.
“Kelihatannya Arogan mendapatkan bantuan dari luar, karena sebelumnya aku telah mengecek semua harta benda yang diapunya dan tidak ada satupun yang berhubungan dengan ingkarnasi kehancuran” kata Codecia.
“Codecia apa kau tidak merasakannya” kata Lujuria yang melihat kearah kastil kegelapan.
“Hmmm… merasakan apa??” tanya Codecia.
“Ini adalah kastil kegelapan energy iblis adalah hal yang biasa tersebar disini, tetapi sekarang hampir tidak ada sedikitpun energy iblis yang tersisa disini, seakan-akan sudah dihapuskan secara paksa oleh seseorang” kata Lujuria.
Namun disaat mereka sedang berbica “Crrraassstt… Crrraassstt… Crrraassstt…” tiga buah pedang es raksasa tiba-tiba saja muncul dan menghantam mereka.
“SIAPA ITU YANG BERANI MENYERANGKU” teriak White king yang marah karena bulu indahnya terpotong beberapa helai.
“Hihihihi…. hai semuanya apa kabar” kata Invidia yang mana sedang duduk dibahu raksasa hijau gelap bermata lima, raksasa tersebut tidak menyerang Invidia dan juga ditubuh raksasa tersebut tertato berbagai lambang sihir kutukan terlihat sangat jelas dia mengendalikan raksasa tersebut menggunakan sihir kutukan miliknya.
“Yoo… wanita gila apa kau bertambah jelek sejak pertama kali aku melihatmu” kata Lujuria.
“Hmmm… kau juga sama, masih tetap jadi wanita murahan” kata Invidia.
“Maju sini kau nenek lampir, kau dan peliharaan jelekmu itu akan kuhabisi dengan cepat” kata Lujuria terpancing amarahnya karena ejekan dari Invidia.
“Hmm…. Mentang-mentang kau punya peliharaan kuda putih yang cantik kau sombong sekali, dasar bikin orang iri saja” kata Invidia, secara tiba-tiba kekuatan dari dalam tubuhnya bertambah semakin besar membuat area pasukan yang dipimpin Riana mulai membeku.
Bersambung........