I Am The God Of Ghoul

I Am The God Of Ghoul
Bab 85 Kebangkitan penguasa dunia bawah



Sebelum Reiga membangkitkan boneka mayat dan membunuh Cerbera, ditempat lain Fenrir yang telah membunuh dewa Armor dan dewa Penjelajah telah terbakar oleh api dari dewi kupu-kupu yang membuat dia tidak bisa berkuti lagi. Melihat dewa penjelajah yang mati karena kegigihannya dewa pelindung Aegis membuat pelindung tepi kurungan disekitar Fenrir untuk mengurungnya, agar dia tidak bisa berbuat macam-macam lagi.


 “Dengan kurungan ini kau tidak akan bisa berbuat apa-apa lagi, terima saja kematianmu dan tenanglah dialam sana” kata Aegis.


 Melihat kalau Fenrir telah dikurung membuat dewi kupu-kupu dan dewa tinju langsung agak tenan, dan ketika mereka menurunkan penjagaan mereka secara ajaib belati tulang milik Fenrir bergerak dengan sendirinya. Belati tersebut dengan ajaibnya terbang menuju arah Fenrir dan “Trraangss… trraangss… trraangss…” belati itu menghantam beberapa kali kurungan milik Aegis namun kurungan itu sama sekali tidak rusak bahkan tidak tergores sedikitpun.


 “Belati ini apa dikendalikan oleh Fenrir, tapi aku sangat yakin sudah membuat kurungan yang mengurung tubuh dan energy miliknya agar tidak bisa keluar dari kurungan milikku” pikir Aegis yang bingung.


 Lalu melihat belati itu terus-menerus ingin berusaha menghancurkan kurungan milik Aegis membuat dewa tinju kesal, dia lalu melompat dan dengan cepat menuju mendekat kearah belati tersebut “Draanggkks…” dewa tinju menggunakan pukulannya untuk menyingkirkan belati itu. Setelah belati itu jatuh karena pukulan kuat dari dewa tinju belati itu kemudian tertancap ditanah, penasaran dengan artefak tersebut dewa tinju langsung ingin menyentuhnya dan pada saat dewa tinju ingin memegang belati tersebut.


 “BERHENTI…” teriak Aegis.


 “Apa???.. kenapa??” tanya dewa tinju yang bingung.


 “Jangan sentuh itu, kita tidak tahu artefak macam apa sebenarnya belati tersebut” kata Aegis.


 “Kau terlalu panikan, ini cuman artefak biasa tidak mungkin bisa menyakitiku cuman karena aku menyentuhnya sedikit sajakan” kata dewa tinju yang tidak mendengarkan peringantan dari Aegis.


 Dewa tinju lalu menyentuh belati tersebut namun tidak terjadi apapun padanya, dan disaat Aegis dan dewi kupu-kupu memperhatikan dewa tinju yang khawatir akan masalah dari artefak tersebut tiba-tiba Fenrir langsung bisa bergerak kembali. Dia memukul-mukul penghalang milik Aegis dengan cakar dan tinjunya namun apa daya tubuhnya sudah melemah karena terbakar dan juga terkena racun pelumpuh, tapi dia tetap berusaha keluar dan lagi dia mengarahkan cakarannya kearah dewa tinju seakan dia melampiaskan amarahnya pada dewa tinju.


 “Haaah… apa kau ingin belati ini, sayang banget ini sudah jadi milikku sekarang” kata dewa tinju yang melihat Fenrir dengan tatapan melihat hewan yang menjijikan.


 Fenrir yang mendengarkan perkataan dari dewa tinju itu langsung tersenyum lebar pada dewa tinju, senyumnya seolah mengatakan kalau dia merasa senang mendengar perkataannya barusan. Aegis yang melihat senyum dari Fenrir tersebut langsung mendapatkan sebuah firasat buruk.


 “CEPAT BUANG BELATI ITU” teriak Aegis yang memerintahkan dewa tinju.


 Dewa tinju yang mendengar teriakan Aegis langsung mencoba membuang belati itu namun secara ajaib gagang dari belati tersebut telah menyatu dengan tangan dari dewa tinju. Belati tersebut selain menyatu ditangan dewa tinju belati tersebut juga mengalirkan energy hitam yang sangat pekat kedalam tubuh dewa tinju.


 “AAAggkkhhh….” Dewa tinju lalu berteriak kesakitan, energy hitam tersebut mengalir kedalam tubuhnya dan seakan-akan mengubah struktur tubuh dari dewa tinju.


 Tubuh dewa tinju langsung menghitam seluruhnya dari atas kepala sampai bawah kaki semuanya hitam pekat dan ketika energy hitam tersebut telah menyatu sempurna kedala tubuhnya, “BOOOMMMSSHH…” tubuh dari dewa tinju langsung meledak mengeluarkan sejumlah besar miasma hitam yang melemahkan dewi kupu-kupu dan Aegis. Lalu dari dalam miasma tersebut telah muncul sesosok pria tua dengan rambut putih kehitaman, mata hitam dengan iris mata merah menyala, energy hitam pekat yang mengitari seluruh tubuhnya membuat semua mahluk hidup yang mendekati dirinya langsung mati dalam hitungan detik, dan juga sebuah tanduk tulang ditengah keningnya yang terlihat seperti mata pisau dari artefak belati yang dimiliki Fenrir.


 “Uuhuuuk… uuhuukk…, siapa kau” kata Aegis yang melemah karena miasma kuat yang tersebar dikesekitar pria tua tersebut.


 “Aku Lycan dewa tingkat atas, dewa dunia bawah Lycan” kata pria tua itu yang rupanya adalah penguasa dari dunia bawah dan juga sekaligus pencipta dari ras Ware wolf dan ras Vampire.


 “Mustahil, dari yang aku tahu Lycan sudah terbunuh oleh ras ciptaannya sendiri ras Vampire yang dibantu oleh para iblis agung” kata dewi kupu-kupu.


 Mendengar nama Vampire disebutkan Lycan lalu dengan cepat berpindah tempat dan mencekik leher dewi kupu-kupu, gerakannya sangat cepat sehingga membuat Aegis sampai tidak bisa menyadari kalau dia sudah mencekik dewi kupu-kupu. “Aaggkkhh… aaggkkhh… aaggkkhh…” dewi kupu-kupu lalu mengeliat kesakitan karena sesak nafas.


 Melihat teman seperjuangannya yang sedang dalam kesulitan Aegis lalu memanggil artefak miliknya dan dengan artefak pedang miliknya dia melompat tinggi untuk menebas tubuh Lycan yang sedang membelakanginya. Lycan yang mengetahui hal itu tidak memperdulikan usaha dari Aegis lalu “Ssraanggkk… trraakk… trraanggss…” bukannya punggung Lycan yang terlukan melainkan artefak milik Aegis yang patah dan hancur karena terkena tubuh Lycan.


 “Tidak mungkin artefak tingkat legenda tidak bisa melukai dirinya” kata Aegis yang terkejut melihat pedangnya yang patah.


 “Kau pikir pedang sampah seperti itu bisa menggores tubuhku” kata Lycan yang memandang rendah Aegis.


 “Wanita jika kau bisa bangkit lagi nanti, ingatlah untuk berhati-hati dengan kata-kata yang keluar dari mulutmu” kata Lycan yang melihat tubuh dewi kupu-kupu perlahan mulai menghilang.


 Sementara itu Aegis yang masih memiliki harga diri dari seorang dewa kelas menengah berdiri didepan Lycan, dia menantang Lycan dengan semua kekuatan yang dia miliki walaupun dia tahu kalau dia bukanlah tandingan dari dewa Lycan. Dia menggunakan energy nya untuk membuat sebuah perisai bulat ditangan kanannya energy putih yang diakeluarkan membuat perisai itu dapat memurnikan sebagian miasma dari Lycan.


 “Hooo.. lumayan juga kau” kata Lycan.


 “Skill perisai harapan ( skill yang memunculkan sebuah perisai cahaya dengan menggunakan energy dari penggunanya, energy yang digunakan untuk membuat skill ini adalah energy putih yang suci semakin tinggi kesucian energy yang dimiliki pengguna maka semakin kuat perisai yang akan diabuat dan semakin terang cahaya yang dikeluarkan perisai tersebut )” Aegis menaruh seluruh sisa kekuatannya kedalam perisai itu.


 Lalu dengan gagah berani dia berlari menuju Lycan dengan hanya sebuah perisai ditangan kanannya dia menerjang Lycan, dan disaat dia sudah berada dekat dengan Lycan dia menyerang menggunakan perisai yang dia gunakan. Dan disaat yang bersamaan Lycan menggunakan tangan kirinya untuk menahan serangan Aegis.


 “Skill The world of despair” disaat tangan kiri Lycan menyentuh perisai cahaya milik Aegis sebuah energy gelap hitam yang dipenuhi dengan keputusasaan mulai muncul, energy tersebut kemudian mencemari perisai cahaya milik Aegis dan dalam hitugan detik perisai cahaya berwarna putih itu telah berubah menjadi hitam.


 “Apa..!! tidak mungkin” kata Aegis yang terkejut melihat perisainya berubah waran menjadi gelap.


 “Kau sangat pemberani dan juga cerdik, namun jarak antara kekuatan kita itu sangat berbeda kau tahu, tidak mungkin yang namanya semut bisa mengalahkan seorang dewa” kata Lycan.


 “Aaaaaggghhhkkk…..” dengan kegelapan dari skill milik Lycan dia menyelimuti tubuh dari Aegis, dewa pelindung Aegis pun terbakar dalam kegelapan hitam dia diselimuti oleh keputusasaan yang  membuat tubuh dan jiwanya lenyap dalam seketika.


 Setelah berhasil membunuh Aegis dewa Lycan lalu berjalan kearah Fenrir dia melihat mayat Fenrir yang sudah mati terbakar oleh api yang sangat kuat, mayatnya hanya meninggalkan jasat gosong dari dirinya.


 “Kau adalah peliharanku yang paling setia, bergembiralah karena aku akan membuat kembali tubuhmu lagi” kata Lycan yang melihat tubuh Fenrir.


 “Tapi sebelum itu kau bisa keluar sekarang, atau kau akan tetap bersembunyi seperti seorang pengecut" kata Lycan yang telah merasakan aura milik Reiga.


 “Hahahaha…. sangat mengesankan, sesuai dengan kata gelarnya dewa fraksi hitam yang paling ditakuti dewa dunia bawah Lycan” kata Reiga yang muncul entah dari mana.


 “Tidak perlu memuji seperti itu dari aura hitam yang kurasakan tingkat kekuatanmu kira-kira hampir sama denganku, dan juga aku baru pertama kali melihat ada dewa yang memiliki energy kekacauan ditubuhnya” kata Lycan yang melihat kalau Reiga adalah sebuah ancaman.


 “Aku merasa terhormat bisa dipuji oleh senior seperti anda” kata Reiga.


 “Hentikan itu, aku tidak suka kata-katamu yang penuh dengan tipu daya itu, akan kukatan saja langsung berlutut dan jadilah bawahanku atau mati disini dan akan kuhancurkan seluruh kuilmu” kata Lycan yang mengancam Reiga.


 “Hahahaha… bukannya terbalik ya, kaulah yang sseharusnya berlutut dibawah kakiku sebelum aku bunuh dan hancurkan jiwamu itu” kata Reiga yang ucapannya dipenuhi niat membunuh yang sangat kuat.


 Keduanya adalah dewa fraksi hitam keduanya adalah kegelapan, keduanya adalah mahluk kejam dan keduanya tidak ingin tunduk pada siapapun. Mereka berdua lalu menyiapkan kuda-kuda mereka Reiga langsung memanggil pedangnya sementara Lycan melapisi kedua telapak tangannya dengan energy keputusasaan, akan dimulai pertarungan hitam dengan hitam yang membuat aura dari sekitar kacau balau dan para binatang berlarian ketakuatan sementara para warga yang berada dijarak 1 km terkena dampak dari energy mereka berdua, para warga itu melemah seakan terkena penyakit.


 Sementara itu sistem yang melihat pertarungan mereka berdua telah menyiapkan sebuah kejutan lain untuk Reiga yang mana akan menjadi ujian terberat Reiga.


Bersambung............


Berikan dukungan kalian dengan cara Like, Komen, Giff, dan Vote novel ini jika kalian menyukai cerita yang ada didalamnya agar penulis semakin semangat dan ceritanya semakin menarik lagi, Ok.....