I Am The God Of Ghoul

I Am The God Of Ghoul
Bab 125 Celah dimensi



Dewi cahaya Frey dikatakan sebagai seorang dewi yang terlahir dari kemurnian roh berelement cahaya yang naik ketingkat dewi saat menerima kecerdasan, dirinya dianggap sebagai dewi yang paling agung dan bagi siapapun yang menerima berkahnya akan terlindung dari mara bahaya dunia. Tetapi semua itu adalah kebohongan dia memang seseorang roh cahaya namun dia menjadi seorang dewi saat mengambil alih tubuh seorang gadis cantik secara paksa saat dia sedang sekarat, gadis tersebut adalah ahli sihir yang sudah naik ketingkat demi god namun dia dijebak masuk kewilayah mahluk mistik ganas oleh roh cahaya itu dan saat dia sudah sekarat roh itu dengan keji mengambil alih tubuhnya dan membuang jiwanya.


 Setelah berubah menjadi dewi Frey menggunakan beberapa pengikut setianya sebagai bahan percobaan dan pada saat dia berusaha menggabungkan mahluk mistik dengan manusia hidup yang merupakan pengikutnya, terlahirlah ras serapf yang mana mempunyai sayap mahluk mistik merak awan putih yang merupakan awal dari seluruh ras serapf dari sanalah dia membentuk seluruh ras yang hanya setia pada dirinya. Dan dikarenakan merak awan putih adalah mahluk berelement cahaya jadi sangat mudah bagi dirinya untuk memanipulasi para ras serapf karena dia adalah dewi dengan kendali penuh terhadap element cahaya.


 Namun suatu hari pada saat dia berada dipuncak dewi tingkat atas seorang serapf dengan element kegelapan terlahir, karena pada saat itu dia tidak mengecek element seluruh klannya dan pada saat pembabtisan berkah element cahaya yang dia berikan tidak berhasil mengendalikan serapf tersebut. Karena kesombongannya dia tidak mengecek tehniknya pengendaliannya dan membuat serapf itu menjadi satu-satunya yang tidak terkena tehnik kendalinya, serapf itu lalu bertugas sebagai prajurit dan hidup bahagia dengan kelurganya dan pada saat penyerangan iblis agung membuat tanah kelahiran ras serapf hancur berantakan sementara itu Freya yang takut akan kuilnya dihancurkan dan membuat dirinya turun peringkat, dia dengan gilanya memasang formasi peledak terhadap beberapa pasukan pengikutnya dan memerintahkan mereka untuk menjadi bom bunuh diri baginya.


 Melihat tindakan dari dewinya yang sangat kejam membuat dirinya bertanya-tanya kenapa dewi yang selalu dia sembah berbuat seperti ini, namun dia masih tidak melakukan apapun karena tidak berani melawan perintah dewinya. Serangan bunuh diri yang diperintahkan Frey berhasil memukul mundur iblis agung dan para pasukan monsternya namun para pasukannya tidak cukup untuk melakukan serangan bunuh diri lagi, dia takut akan kehilangan banyak orang-orang berbakat dan disaat itulah anak dari serapf berelement kegelapan itu muncul dihadapannya.


Melihat seorang anak dengan energy yang sangat besar berada didalam tubuh yang kecil membuat Frey berpikir kalau menggunakan satu anak akan sangat bagus dari pada mengorbankan banyak pasukan, dan disaat dia menggunakan kekuatan element cahaya miliknya dia langsung dengan cepat mengendalikan alam bawah sadar anak itu dan langsung memasangkan formasi peledak didalam dirinya. Sementara itu sang ayah serapf berelement kegelapan yang sedang bertarung melawan ras monster tiba-tiba berhenti mengayunkan senjatanya ketika dia melihat anaknya terbang menggunakan sayap kecilnya mendekati pasukan iblis agung, dan “BOOOMMMSSHH….” Ledakan besar terjadi yang membuat semua iblis agung terluka parah dan mundur dari tanah para serapf.


 Sang serapf berelement kegelapan tersebut hanya bisa terdiam melihat anaknya yang dia sayangi mati didepan matanya dan pada saat dijalan pulang, dia melihat banyak yang mati namun tidak ada yang bersedih begitu tahu kalau keluarga mereka mati melakukan bom bunuh diri malahan mereka bersyukur karena keluarga mereka bisa mati demi dewi Frey. Dan disaat dia pulang untuk menjumpai istrinya dia melihat kalau istrinya sedikit terluka dan lalu menceritakan semua yang dia lihat, namun sikap istrinya bukan seperti yang dia harapkan dengan wajah terkejut dia mendengar kalau istrinya bersyukur karena anaknya bisa mati melayani dewi Freya.


 “???????????????????????????” tanda tanya mulai bermunculan didalam kepalanya.


 “Kenapa… kenapa… kenapa… kenapa… kenapa… kenapa…” dia terus bertanya-tanya kepada dirinya sendiri.


 “Jadi begitu….” Pikirnya dan dia lalu mangangkat pedangnya “Srraaassshh…” dan dengan tatapan kosong menebas mati istrinya sendiri.


 “Srraasss… srraass….” Dengan cepat dia berlari menuju kuil Frey dan dalam pelariannya setiap serapf yang dia temui akan dia tebas tampa pandang bulu, karen dia tahu kalau mereka sudah lagi tidak bisa diselamatkan. Ketika sudah ada ratusan orang yang dia bantai energy hitam mulai menyelimuti dirinya dan dengan energy hitam itu dia melapisi pedangnya, dan pada saat dia melihat Frey seperti serigala yang melihat mangsa dengan cepat dia langsung menerjang Frey dengan pedangnya “Srrraaaassnngg…” namun Frey yang merupakan seorang dewi dapat menahan serang pedangnya menggunakan energy pelindung ditubuhnya.


 Energy itu seperti bola tak terlihat yang menyelimutinya, dan dengan kekuatan energy nya Frey mencengkram jantungnya.


 “Kau adalah pengikut yang berdosa, berani sekali kau mengarahkan pedangmu ke arah dewimu sendiri” kata Frey yang murka padanya.


 “Ha… aku tahu tidak akan semudah itu… namun aku bersyukur karena telah menyiapkan ini…” kata serapf itu yang telah menanamkan formasi peledak ketubuhnya sendiri.


 “BOOOMMMSSSHH….” Dia lalu meledak didepan Frey, ledakan tubuhnya menyebabkan tersebarnya miasma keseluruh kota yang menjadi awal dari kelahiran para serapf dengan element kegelapan.


 Sementara itu Frey yang terluka parah karena ledakan itu akhirnya menyadari kalau para serapf berelement cahaya adalah sebuah ancaman dan menerapkan hukum, kalau setiap serapf yang terdeteksi memiliki aftinitas terhadap element kegelapan maka sayapnya setengah akan dipotong sehingga dia tidak bisa terbang lagi dan dijual kepada pedanggang budak untuk menerima nasip buruk.


 “Bagus…..” kata Reiga.


 Dia menghadapi ratusan pedang cahayah raksasa itu sendirian dan menyuruh seluruh pengikutnya untuk mengungsi ditempat yang aman.


 “Pedang iblis yang dapat mengambil alih seluruh energy ditangan kiriku dan pedang putih misterius yang menetralisir seluruh energy kembali kealam ada ditangan kananku, dengan kedua pedang ini maka satu tebasan akan cukup” kata Reiga.


 Reiga lalu mengalirkan setiap energy yang ada didalam tubuhnya dia mengalirkan semuanya pada kedua pedang yang dia pengang, yang kiri memunculkan aura merah gelap berbentuk wajah iblis dan yang kanan memunculkan cahaya putih yang mana memberikan aura yang misterius.


 “Pedang kematian, tehnik ketiga : Lahirnya mawar darah, bunga mawar tanda kematian” dengan jumlah energy yang luar biasa dia menghadapi ratusan pedang cahaya tersebut yang beramai-ramai berjatuhan kehadapannya.


 “BOOOOOOOMMMMSSSSSHHH……” energy yang besar menciptakan mawar merah raksasa yang mana melahap seluruh pedang cahaya raksasa tersebut, dan bukan cuman itu saja setiap energy pedang cahay itu lalu berkumpul dan disaat energy mawar itu menghilang kumpulan energy pedang itu lalu berubah menjadi sebuah pedang kecil.


 Pedang kecil itu dengang perintah Reiga langsung menyerang keatas awan, “CRraaanggss… Krrraaass…” dengan kekuatan pedang yang luar bias itu dia menembus pembatas alam dimensi dan membuat sebuah celah dimensi. Disisi lain dialam atas tempat tinggal dewi kelas raja Frey adalah sebuah istana dengan gaya kebarantan dengan ornament permata dan silver melapisi seluruh istana itu, dan tiba-tiba pedang yang entah muncul dari mana masuk menembus penghalang istananya dan terbang mengarah kekepala Freya.


 “Crrraaaanngggss…” dengan sigap Frey dapat menghindari pedang itu “Crraass…” namun pedang tersebut membuat luka diwajahnya yang mana menjadi penghinaan bagi Frey karena dilukai oleh dewa dari alam bawah, marah karena lukanya dia meledakan istananya sendiri yang membuat para pasukannya berlarian karena takut terkena amarahnya.


 “Reiga…. Lihat saja kau… jika kau berani naik kesini…. Maka itu akan menjadi akhir bagimu…” kata Frey yang berdiri diatas istananya yang dia hancurkan.


sementara itu Reiga yang sudah kehabisan energynya.


 “Hahahahaha….. aku yakin dia sekarang ini marah besar, tapi aku masih tidak percaya aku dapat membalikan serangannya dua kali lipat, karena terdapat energy miliknya yang merupakan dewi kelas raja aku dapat mengirimnya kembali setelah memadatkannya didalam bunga mawarku” kata Reiga yang masih kagum dengan kombinasi kedua pedangnya.


 Dia lalu turun dan terduduk ditanah dirinya sudah kehilangan banyak sekali energy akibat menahan serangan dari Frey, sekarang ini dia tidak terlindungi dan bahkan bisa dibunuh oleh seorang anak kecil namun dia tidak khawatir karena dibelakangnya telah datang para pengikut setianya yang akan bertarung bersama dirinya menghadapi semua rintangan.


Bersambung.......


Berikan dukungan kalian dengan cara Lik, Komen, Vote, dan Giff ya, jika kalian menyukai cerita didalam novel ini, Ok.....