I Am The God Of Ghoul

I Am The God Of Ghoul
Bab 45 Persiapan perang



Dihari itu diwilayah yang tidak diketehui tempatnya disebuah menara besar hitam yang ketinggiannya melawati admosfir. Wilayah besar dewa iblis kesombongan Arogant salah satu dari tujuh iblis yang naik ketingkat dewa raja.


 “Hmm menarik, benar-benar menarik kelihatannya akhirnya dunia sedikit berubah” kata Arogant yang melihat tindakan Reiga memulai perang besar.


 Arogant dikenal sebagai iblis yang dapat memanipulasi ruang dia juga dikenal karen sikap sombongnya yang memandang rendah setiap mahluk hidup penguasa tersombong yang bahkan merendahkan sang pencipta.


 Sementara itu disisi lain tepat di kerajaan Matahari hitam Reiga yang sedang mempersiapkan pasukannya dengan menyiapkan senjata dan mengumpulkan para boneka mayat. Saat itu Reiga yang sedang membuat beberapa senjata merasakan aura dingin entah dari mana.


 “Hmmm.., entah kenapa aku merasa ada yang melihatku” pikir Reiga yang sedikit merindig.


 “Ada apa kau sepertinya sedang memikirkan sesuatu” kata Grizz yang sedang berada disitu.


 Grizz telah diberikan tugas dari Reiga untuk membantu setrategi perang dan melatih tehnik para prajurit dan bukan hanya Grizz saja kedua dewa lain yang telah menjadi bawahan Reiga juga ikut ambil bagian dalam pelatihan para prajurit.


 “Oooh tidak itu cuman perasaanku saja” kata Reiga.


"Begitukah, ngomong-ngomong berapa persentase kemengan kita” tanya Grizz.


 “Itu sekitar 75% persen kemengan kita, 29% persen kita akan kalah dan 1% hal yang tak terduga” kata Reiga.


 “Apa maksudmu hal yang tak terduga itu” tanya Grizz.


 “Yah aku juga tidak tahu, karena itu adalah hal yang tak terduga” kata Reiga.


 “Haaah… ucapanmu benar-benar tidak bisa aku mengerti” kata Grizz.


“Hahaha.., oh ya kau sudah mendapatkan laporannya bukan tentang beberapa artefak tersembunyi milik mereka bertiga” kata Reiga.


 “Ya.. aku sudah dapat laporannya dari tim pengintai Raiya, dan jujur saja artefak mereka itu benar-benar merepotkan” kata Grizz.


 Disaat yang bersamaan wilayah negara Terian tempat dari tiga dewa disana sedang menyiapkan pasukan mereka. Didalam pasukan mereka selain ada 11 jendral ada juga 5.000 orang pasukan jarak dekat, 500 pasukan berkuda, 2.000 pasukan pemanah, dan pasukan khusus yang terdiri dari 50 balista, 50 ketapel dan 20 ahli sihir. Selain banyaknya pasukan mereka juga menyiapkan beberapa senjata sihir khas dari negara mereka. Tepat di atas kastil tempat pelatihan para prajurit Guila sedang melihat pasukannya.


 “Bagaimana persiapannya” tanya Guila pada petugas yang hadir disana.


 “Lapor dewa Guila para pasukan sudah siap baik dari persenjataan maupun para prajurit telah siap kapanpun” kata petugas yang menemani Guila.


 “Bagus.., lalu bagaimana dengan diagram sihir kabut dan panah cahaya” tanya Guila.


 “Lapor tuan kedua diagram sihir itu sudah disiapkan dan bisa digunakan kapan saja” kta petugas itu.


 “Bagus dengan kedua diagram sihir itu pasukan Reiga pasti hancur” kata Guila.


 Sementara itu rencana para tiga dewa dan rahasia dari kedua diagram sihir itu sudah beberkan oleh Leon yang bicara langsung pada Reiga lewat telepati.


 “Ya tuan Reiga disini kami sudah menciptakan kuil anda dan juga sudah banyak yang memilih untuk menyembah anda disini” kata Leon yang berbicara dengan Reiga lewat telepati.


 “Bagus memang benar orang kesulitan sangat gampang untuk dipengaruhi” kata Reiga yang sedang membuat armor hitam.


 “Jadi setelah ini bagaimana tuan??” tanya Leon.


 “Eeem tetap saja pada rencana kau tidak perlua khawatir untuk masalah diagram sihir mereka karena itu akan percuma jika mereka tidak bisa menggunakannya” kata Reiga yang telahmemikirkan rencana yang kejam.


 “Baik tuan kalau begitu saya akan mempersiapka para pasukan disini” kata Leon.


 “Oooh iya satu lagi peringati yang lain untuk berhati-hati dengan Lucy, karena dia sangat berbahay jika bertarung dengan serius” kata Reiga.


 “Aaah baik saya akan memperingati mereka” kata Leon yang sedikit takut.


 “Bagus sekarang seratus armor hitam sudah siap jadi mari kita lihat pasukan kita” kata Reiga yang terbang kelangi untuk melihat pasukannya.


 Didalam pasukan Reiga ada beberapa kelompok yang merupakan prajurit pilihannya yang sudah terlatih kelompok pertama adalah mereka yang bertarung jarak dekat 1.000 orang ghoul, 500 nega elf, 500 tentara bayaran dan 200 penunggang monster, kelompok kedua pasukan jarak jauh terdiri dari 1.000 ghoul pemanah, 50 orang ahli sihir yang tubuhnya telah diubah demi memperkuat sihirnya lalu ada kelompok khusu tim pembunuh yang terdiri dari 15 orang pembunuh yang dilatih langsung oleh dewi pembunuh  12 Satans yang dipimpin Azazel dan 3 orang naga merah, 7 naga emas terakhir senjata pamungkas Reiga 1 raksasa Jootun yang kekuatannya setara dewa kelas menengah.


 “Bagus dengan begini aku bisa sedikit santai dan juga mari kita berikan sinyal untuk Lucy agar dia mulai bergerak” kata Reiga.


 Didalam ibukota Terian yang telah diserang warga kotanya dilanda masalah lain. Karena terjadi penyerangan membuat banyak pedangang yang menjual pangan pergi karena takut akibat adanya isu peranga tersebar membaut banyak negara Terian lebih memfokuskan diri untuk membail senjata dari pada pangan penduduk. Kelangkaan makanan itu dimanfaatkan oleh Lucy yang kemudian menjual pangan murah untuk para warga yang merupakan kunci baginya untuk merekrut orang-orang untuk menyembah Reiga sekaligus menyebarkan darah Reiga didalam pangan yang dia jual sehingga Reiga dapat dengan mudah menundukkan para penduduk dan memanipulasi mereka.


 “Bagus tahap pertama sudah sukses, sekarang kembagian kedua” kata Lucy.


 Sementara Lucy yang sedang mengurus wilayah ibukota Raiya yang menyebar keberbagai pemakaman penduduk menyebarkan darah Reiga disana. Hal ini dia lakukan karena para mayat itu dapat dipanggil setelah mendapatkan terkena darah dari Reiga dengan cara ini Reiga dapat menambahkan jumlah pasukan boneka mayatnya.


 Lalu beberapa hari kemudian kedua sisi telah menyiapkan pasukan mereka. Perang akan dimulai gunung mayat dan sungai darah akan dibuat para dewa akan membunuh satu sama lain dan umatnya akan menjadi senjata mereka sementar iblis menunggu kesempatan untuk mengambil keuntungan disana.


 Satu iblis yang sangat focus melihat perang itu dia memakai armor merah darah yang merupakan salah satu dari 72 iblis agung. Bersamanya ada pasukan abadi miliknya mereka yang membuat kontrak dengannya tidak akan bisa mati karena telah menggunakan armor terkutuk kutukan tersebut akan membuat seseorang tidak akan bisa mati dan menderita selamanya dan hanya atas iji tuannya mereka dapat lepas dari kutukan itu lalu bisa mati dengan tenang.


 “Hebat sekali kau, kupikir kau cuman api kecil tapi ternyata kau adalah sebuah gunung berapi yang akan melahap dunia ini menuju era peperangan” kata Zepar yang melihat perang itu dengan seluruh pasukannya.


Bersambung.........


Tolong berikan like dan komen kalian ya agar penulis semakin semangat dan ceritanya semakin menarik


dan juga berikan vote kalian jika menyukai cerita di novel ini OK......